Rabu, 23 Januari 2019
Follow:
Home
Direncanakan Uang Muka KPR Hanya 1 Persen
Selasa, 17/03/2015 - 08:01:41 WIB
  Rumah Sederhana Sehat
 

JAKARTA - Pemerintah juga sedang menyiapkan ketentuan agar bank bisa memberikan uang muka KPR hanya 1%. Nilai uang muka KPR hanya 1% sangat ringan, bahkan mirip saat konsumen membayar DP kredit sepeda motor sekitar Rp 1 juta.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maurin Sitorus mengatakan selama ini Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sulit dapat KPR karena terkendala tingginya uang muka, bukan persoalan cicilan.

MBR yang bisa ikut program ini adalah calon pembeli rumah tapak dengan gaji maksimal Rp 4 juta/bulan, dan calon pembeli rusun dengan gaji maksimal Rp 7 juta/bulan.

"Memang besarannya seperti orang DP motor saja. Karena itu memang dimaksudkan untuk bantu MBR supaya bisa akses ke program ini," kata Maurin.

Bila mengacu dari harga-harga rumah subsidi yang harganya diatur pemerintah, misalnya rumah tapak di Kabupaten/Kota Bekasi Rp 135 juta, Kabupaten/Kota Bogor Rp 129 juta, Kota Depok Rp 131 juta, di Kabupaten/Kota Tangerang, Tangerang Selatan Rp 134 juta. Dari harga-harga tadi, bila dihitung DP hanya 1% maka uang muka yang harus dibayar konsumen hanya Rp 1,29 juta-Rp 1,35 juta saja.

Saat ini, bank pelaksana KPR subsdi bunga, atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan (FLPP) yang telah menerapkan program DP KPR 1% hanya BTN mulai 1 Maret 2015. Selanjutnya, pemerintah akan mendorong perbankan lain yang ikut program FLPP sebanyak 24 bank bisa menerapkan hal sama. Saat ini DP KPR FLPP sekitar 5%-10%.

"Iya. Akan akan dorong di situ, karena nanti kita akan keluarkan peraturan suku bunga 5% dan uang muka 1%. Ini akan menindaklanjuti proses pendanaan," katanya.

Selain itu, dalam program FLPP juga ada rencana pemangkasan bunga kredit FLPP dari 7,25%/tahun flat 20 tahun menjadi hanya 5%/tahun flat 20 tahun. Program ini juga akan dikombinasikan dengan bantuan uang muka Rp 4 juta setiap calon pembeli rumah.

Pemerintahan Presiden Jokowi menargetkan bisa membangun 1 juta unit rumah di 2015, yang mencakup untuk rumah subsidi bagi para MBR dan rumah komersial bagi masyarakat menengah atas.*klik-zie-dtc

 
Berita Terbaru >>
Pengamat: 100 Hari Kepemimpinan, Syamsuar-Edy Tidak Bisa Berbuat Banyak
Demi Rakyat, Gubri Terpilih akan Pangkas Biaya Perjalanan Dinas
Jatmiko Krisna Santosa Jabat Direktur Utama PTPN V
PASS LANTANG Riau Resmi Dikukuhkan
Saiman Pakpahan: Wakil Rakyat Riau Hanya Grup 'Paduan' Suara
Sepuluh Pejabat Pemko Pekanbaru Dikukuhkan Walikota
Wajib Pajak Curang, Perbulan Pemko Pekanbaru Rugi Ratusan Juta
Tahun ini, DPKP Pekanbaru Rancang Panggilan Cepat Smart Rescue Madani
Mulai Sore Ini Supermoon Bisa Dilihat Diseluruh Indonesia
Semua Wilayah di Pedamaran Sudah Miliki Aliran Listrik
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com