Minggu, 15 Desember 2019
Follow:
Home
Diberi Sanksi Oleh FIFA
Indonesia Terancam Batal Tuan Rumah Piala AFF U-19
Minggu, 31/05/2015 - 09:48:07 WIB
 
 

JAKARTA - Sepak bola Indonesia dipastikan akan absen dalam pelbagai laga kompetisi skala internasional. Dalam Sidang Komite Eksekutif FIFA yang digelar pada Sabtu, 30 Mei 2015 di Zurich, Swiss, Federasi memutuskan untuk mengganjar sanksi kepada Indonesia karena dinilai telah melakukan intervensi terhadap Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Sekretaris Jenderal PSSI, Azwan Karim, mengatakan sanksi dari FIFA akan berdampak pada beberapa kegiatan sepak bola nasional yang sudah diagendakan.

"Seperti Piala AFF U-19, Indonesia terancam batal menjadi tuan rumah," kata Azwan, Sabtu.

Meskipun Indonesia tak bisa ikut dalam ajang kompetisi dan kegiatan sepak bola skala internasional, FIFA masih memberikan kesempatan bagi tim sepak bola Indonesia untuk ikut dalam SEA Games 2015 yang akan digelar di Singapura pada Juni mendatang. Azwan mengklaim jika keputusan FIFA tersebut merupakan hasil lobi dari PSSI.

Menurut Azwan, selama di Swiss PSSI terus berusaha melobi FIFA agar tak menjatuhkan sanksi. Namun FIFA tetap berkukuh karena Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi tak kunjung mencabut surat pembekuan PSSI.

Setelah adanya sanksi tersebut, Azwan mengatakan PSSI akan langsung berusaha bertemu dengan pemerintah untuk melaporkan seluruh keputusan yang diambil FIFA untuk Indonesia.

Masalah sanksi tersebut sepertinya tak membuat pemerintah mundur. Presiden Joko Widodo mengaku tak masalah Indonesia harus absen dalam laga internasional. Masalah yang penting, kata Jokowi, adalah pembenahan sepak bola nasional untuk menggapai prestasi internasioal.

Menurut dia, prestasi sepak bola Indonesia di kancah internasional selama sepuluh tahun terakhir tak cukup menggembirakan. Dia mencontohkan peringkat sepak bola Indonesia di FIFA sejak 2012 yang hanya bertengger di posisi 156, 2013 di peringkat 161, 2014 di peringkat 159, dan 2015 di peringkat 159.

Menurut Jokowi, saat ini sepak bola Indonesia harus direformasi secara total. Reformasi meliputi masalah organisasi, sistem, dan manajemen.*klik-ara. sumber: tempo.co

 
Berita Terbaru >>
FPK Riau Hadirkan Parade Bhineka Tunggal Ika Hari Ini
Melihat Budaya Minum Teh di Berbagai Negara di Dunia
Masih 35 Tahun, Sanna Marin Sudah Jadi PM Finlandia
Tol Jakarta-Cikampek II Dibuka untuk Umum Mulai Hari Ini
Teknik Menggoreng Ikan Agar Tidak Meletup
Teknik Investigasi Ilmiah Mencari Pelaku Pembunuhan Hakim PN Medan
Inilah Doa Keteguhan Hati Agar Tetap Dalam Islam
Penyelundupan 1.182 Burung ke Jakarta Digagalkan Bea Cukai Lampung Selatan
Hati-Hati Jaga Anak Gadis, Mahasiswi UIN Ini Tewas Dibunuh Karena Hamil
Toni Ann Singh dari Jamaika Dinobatkan Sebagai Miss World 2019
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com