Jum'at, 21 09 2018
Follow:
Home
Advertorial Pemkab Kepulauan Meranti
Dulu Dicemooh, Kini Menjadi Salah Satu Yang Terbaik di Riau
Selasa, 23/06/2015 - 22:59:34 WIB
  Bupati, Drs Irwan MSi didampingi Kades Teluk Samak Saidi beberapa waktu lalu melihat kondisi jalan yang rusak dan berlubang di Desa Teluk Samak Kecamatan Rangsang.

 

Meranti (klikriau.com)-Kabupaten Kepulauan Meranti kini sudah berumur enam tahun sejak resmi dimekarkan 19 Desember 2008 lalu. Ibarat seorang manusia enam tahun sudah cukup waktu untuk menjadikan bisa berdiri sendiri, makan sendiri, dan bahkan sudah bisa mengecap pendidikan sekolah.

Begitu juga dengan Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi sebuah Kabupaten. Jika dulu hanya menjadi cemoohan dan dipandang sebelah mata di Riau saat mengajukan diri untuk dimekarkan, kini Kepulauan Meranti mampu menjadi salah satu daerah terbaik di Provinsi Riau.

Banyak prestasi yang sudah diraih Kepulauan Meranti sejak menjadi sebuah kabupaten. Bahkan bukan hanya pejabat di Riau saja yang mengacungkan jempol kepada Kepulauan Meranti, tapi juga pejabat di pusat. Bahkan presiden terpilih yang baru, Ir H Jokowidodo saja memberikan apresiasi bagi Kabupaten Pemekaran termuda di Provinsi Riau tersebut.

Saat kedatangan Presiden Jokowi ke Meranti, orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan bahwa Kepulauan Meranti merupakan daerah yang sangat berpotensi untuk maju. Pasalnya di Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki perkebunan sagu yang menjadi alternatif pangan. Karena sesuai dengan visi dan misi Presiden tersebut, pangan menjadi urutan teratas yang harus diselesaikan, sehingga masyarakat di Indonesia bisa lebih mandiri dan tidak ketergantungan dengan Negara luar. Dan Kepulauan Meranti sudah memiliki itu.

"Sagu Kepulauan Meranti ini sangat berpotensi dan harus terus dikembangkan. Daerah ini sangat berpotensi untuk maju dan berkembang," ungkap Jokowi saat kunjungannya ke Desa Sungai Tohor Kecamatan Tebing Tinggi Barat akhir tahun 2014 lalu.

Bupati, Drs H Irwan MSi mendapatkan penghargaan dari Mentri Sosial Khofifah Indar Parawansa 11 Desember 2014 lalu di Kupang NTT setelah sukses menjalankan program Keluarga Harapan.


Jokowi juga akan membantu pembangunan infrastruktur yang menjadi kendala di Kabupaten terbungsu di Riau itu untuk terus maju, seperti pembangunan jembatan dari Pulau Sumatera ke Pulau Tebing Tinggi dan mengatasi persoalan abrasi yang menjadi momok selama ini.

Sebagai Kabupaten, Kepulauan Meranti Terbentuk pada 19 Desember 2008 dan melalui dasar hukum disahkan melalui UU Nomor 12 Tahun 2009. Segudang alasan para tokoh-tokoh perjuangan pada saat itu untuk memekarkan lima wilayah Kecamatan yang terdiri dari pulau pulau itu untuk menjadi sebuah Kabupaten, salah satunya untuk semakin mendekatkan Peran Pemerintah kepada masyarakat dan mempercepat upaya mengatasi kemiskinan yang sangat tinggi pada saat itu.

Bahkan kemiskinan masyarakat Kepulauan Meranti digadang-gadangkan menjadi yang terbesar di Provinsi Riau. Bagaimana tidak dari sekitar 238 ribu jiwa penduduk saat itu, sebanyak 43 persennya hidup dibawah garis kemiskinan. Artinya sekitar 90 ribu lebih jiwa masyarakat di Kepulauan Meranti belum sejahtera.

Namun perjalanan waktu begitu cepat mengantarkan Kabupaten Kepulauan Meranti beranjak ke usia 6 Tahun. "Rasanya  baru kemarin kita bersama-sama berjuang mengorbankan waktu, keringat, pikiran dan gagasan, uang, serta dinamika pergerakan yang begitu menyatu dan massif untuk memperjuangkan daerah ini menjadi Kabupaten yang otonom.

Begitu banyak memori dan kenangan yang tak mungkin kita lupakan dalam perjuangan pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti ini. Semua momentum sejarah itu, tak lain berkat Ridho Allah SWT atas  perjuangan panjang masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti yang mendambakan kesejahteraan bersama dan mempercepat laju pembangunan untuk kemajuan bersama," ungkap Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi beberapa waktu lalu.

Bahwa fakta politik pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti, DPR RI telah mensahkan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2009 tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti yang menjadi tonggak sejarah kabupaten ini lahir. Dengan lahirnya Kabupaten Kepulauan Meranti, seluruh elemen yang ada didalamnya terus berusaha keras mengejar ketertinggalan yang selama ini dirasakan.

"Dan saat ini, Kabupaten Kepulauan Meranti, kita merasakan begitu derasnya perubahan pembangunan yang memberi dampak  positif kepada masyarakat yang berada diseluruh Kabupaten Kepulauan Meranti. Meski usia 6 tahun belumlah bisa  menjawab semua kebutuhan pembangunan yang merata ke pelosok Desa di Kabupaten Kepulauan Meranti. Akan tetapi, kita masih punya banyak waktu untuk mengerjakan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat jangka panjang. Kesejahteraan dan keadilan masyarakat adalah kunci dari kesuksesan pembangun," sebutnya.

Bupati, Drs Irwan MSi menerima penghargaan dari Kementrian Keuangan karena berhasil meraih WTP yang diserahkan Sekjend Menkeu, KA Badaruddin, pada tahun 2013 lalu di Jakarta.



Oleh karena itu dimintakan kepada seluruh element masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti, untuk tetap bersyukur dengan menjadikan momentum bertambahnya umur Kabupaten sebagai inspirasi dan motivasi untuk mengisi kembali setiap detik perjuangan kehidupan daerah dengan karya dan prestasi, kemudia di bingkai catatan perjalanan saat ini dan ke depan dengan kerja-kerja produktif demi meraih cita-cita dan harapan akan masa depan  yang jauh lebih baik.

"Rasa cinta dan rasa memiliki  terhadap Kabupaten Kepulauan Meranti hendaknya  terpatri dalam dada, tercermin dalam sikap  dan terwujud dalam perilaku setiap diri pribadi masyarakat Kepulauan Meranti. Rasa cinta dan bangga  terhadap daerah ini harus termanifestasi dalam kerja keras, kerja ihklas dan kerja cerdas sesuai dengan potensi dan profesi kita masing-masing sehingga menjelma dalam implementasi dan  karya nyata," harap Irwan.

Memaknai perjalanan sejarah  dengan membuka kembali lembaran awal ketika sebuah pemerintahan dan pembangunan akan di laksanakan tentunya menjadi pilihan yang harus bersama-sama didukung. Pemerintahan dan Pembangunan ibarat dua sisi mata uang. Artinya  bahwa tujuan utama dari sebuah pemerintahan adalah menyelenggarakan pembangunan. Begitu juga pembangunan tidak pernah bisa dilaksanakan tanpa adanya sebuah pemerintahan yang kuat dan partisipasi masyarakat.

Pembangunan adalah proses multidimensional yang menyentuh dan merangkum semua aspek kehidupan masyarakat. Oleh karena itu proses dan dinamika pembangunan haruslah dikawal dengan landasan yuridis operasional dan pendekatan yang holistik integral serta  dilandasi oleh premis rasional yang tajam dengan bingkai visi dan misi yang jelas.

Dengan  pengalaman empirik  dan  konsepsi analisis yang kuat dan diselaraskan dengan konteks dan kondisi awal Kabupaten Kepulauan Meranti,  maka disusunlah visi dan misi pembangunan yakni "Mewujudkan Kabupaten Kepulauan Meranti Sebagai Kawasan Niaga yang Maju dan Unggul Dalam Tatanan Masyarakat yang Madani,". Visi inilah yang menjadi titik capaian  (ultimate goal) dan titik tuju (point of arrival) dari  seluruh rangkaian  proses pembangunan oleh Pemerintahan Defenitif perdana di Kepulauan Meranti sekitar lima tahun lalu.

Merangkai gagasan, menterjemahkannya menjadi kinerja, membangun irama  kebersamaan dan kemitraan, melakukan adaptasi dan revitalisasi birokrasi serta meramu strategi dalam mengatasi kebijakan fiskal adalah sekelumit  tantangan pada saat  awal  memulai pemerintahan pada tahun 2010 yang lalu.

"Sadar dengan kondisi ini, kami melakukan kajian yang mendalam dengan analisis yang rasional, maka kami sampai pada satu konklusi bahwa Kepulauan Meranti harus bangkit dan segera melakukan akselerasi dengan memaksimalkan potensi dan keunggulan yang dimiliki  lalu meredesain konsep, paradigma, strategi dan pendekatan  pembangunan agar dapat melakukan akselerasi dan terobosan  demi mengejar ketertinggalan dari daerah lain," ungkap Bupati H Irwan.

Dengan memakai sepeda motor trail Bupati Irwan melihat pembangunan Jalan di Dorak Selatpanjang pada tahun 2013 lalu.




Dalam lebih kurang selama lima tahun perjalanan pemerintahan dan pembangunan di Kepulauan Meranti telah banyak mengalami kemajuan yang substansial. Walau memang harus kita akui  masih banyak  kondisi dan permasalahan yang muncul baik secara langsung maupun tidak langsung  berpengaruh terhadap dinamika tatanan kehidupan masyarakat di Kabupaten yang satusatunya memiliki wilayah Kepulauan di Provinsi Riau.

Pemerintah meyakini apa yang telah ditetapkan dalam visi dan misi pemerintahan yang selanjutnya dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah telah berjalan pada arah yang benar (on the right track).

 
Daerah Pemekaran Terbaik Kedua di Indonesia

Akserasi dan penetrasi pembangunan yang telah dijalankan selama ini ternyata membuahkan hasil. Hasil tersebut berupa penilaian dari  Direktorat Penataan Daerah, Otsus dan DPOD Kementerian Dalam Negeri bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi Kabupaten pemekaran Terbaik ke-2 se- Indonesia Tahun 2014. Dalam evaluasi itu, dari 32 kabupaten/kota hasil pemekaran tahun 2008 sampai dengan 2009, Kepulauan Meranti mendapatkan poin 80,4 dimana hanya terpaut 0,01 poin dengan Kota Tanggerang Selatan di tempat pertama yang meraih poin 80,5.

Ini menjadi bukti bahwa, menjalankan roda pembangunan yang berorientasi pada inklusifitas atau berkeadilan untuk semua bidang memberikan dampak yang besar bagi pengelolaan manajemen tata kelola pemerintahan yang baik dan benar yang tak lain untuk kesejahteraan masyarakat.

"Namun demikian, kita tidak boleh larut dalam eforia keberhasilan pembangunan.  Masih banyak pekerjaan dan target yang harus dicapai. Dengan pelaksanaan konsistensi Pembangunan di Kabupaten Kepulauan Meranti, kita harus selalu mengacu pada prinsip-prinsip yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan (growth), pemerataan (developing) dan keberlanjutan (sustainabilty) dengan pendekatannya  merujuk pada sasaran pembangunan nasional yaitu memacu pertumbuhan (pro growth), pengetasan kemiskinan (pro poor), membuka lapanagan kerja (pro job) dan keberpihakan kepada lingkungan dan keberlanjutannya (pro environtment)," ajak Irwan.

Hasil tersebut menjadi kado terbaik diterima Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yang sebentar lagi akan mengakhiri pemerintahan defenitif pertamanya. Bahkan dalam paripurna istimewa DPRD Kepulauan Meranti pada 19 Desember 2014 lalu dihadiri Direktur Jendral Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), Prof Djohermansyah Djohan yang langsung memberikan penghargaan kepada Pemkab Meranti sebagai terbaik kedua sebagai daerah Pemekaran di Indonesia.

"Kepulauan Meranti ini sangat berhasil sebagai daerah Pemekaran. Kepulauan Meranti nantinya bisa menjadi daerah percontohan bagi seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia," ungkap Djohermansyah.

Kenapa Kepulauan Meranti lebih spesial dari daerah Pemekaran lainnya, bahkan dari Kota Tangerang Selatan yang dinobatkan menjadi yang terbaik, Dirjent Otda menilai secara letak geografisnya Kepulauan Meranti yang terdiri dari pulau-pulau itu perlu diakui sangat sulit untuk melanjalankan pemerintahan dan melakukan pembangunan. Namun Pemkab Meranti mampu melaksanakannya dengan baik, bahkan terus menunjukkan grafik yang terus menanjak tajam.

"Secara geografis, Kepulauan Meranti sangat sulit untuk menjalankan pemerintahan dan melakukan pembangunan. Namun menghadapi itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sangat bisa menjalankan dan melaksanakannya dengan baik dan maksimal," sebutnya.

Menurutnya Keberhasilan itu bisa terwujud atas kerja keras Bupati dan jajarannya serta pihak DPRD. Dia juga berpesan agar berbagai upaya atas Pembangunan yang dilakukan oleh Pemkab Meranti dapat terus dilanjutkan dan diteruskan. Sehingga nantinya kesejahteraan masyarakat dapat tercipta.

"Catatan kemajuan di Meranti sangat signifikan. Apa yang dilakukan pemerintah harus dilanjutkan apalagi dengan tantangan yang besar kedepannya. Kami sangat konsen daerah baru. Kita harapkan Meranti bisa bertambah baik dan maju dikemudian hari," terang Dirjen Otda Kemendagri tersebut yang juga tidak lupa memberikan apresiasi kepada para pejuang Kepulauan Meranti yang telah memperjuangkan Pemekaran Kepulauan Meranti sebagai Kabupaten baru.

*Pertumbuhan Ekonomi Sampai Meningkatnya Investasi
Secara makro kondisi fiskal dan capaian pelaksanaan pembangunan oleh pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti  yang merupakan implementasi dari arah pembangunan nasional, selama kurun waktu 4 tahun terakhir menunjukkan bukti bahwa Kepulauan Meranti telah berhasil mengejar ketertinggalannya. Selain terus mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan, makin banyaknya investasi yang masuk menjadi catatan bahwa Kepulauan Meranti sangat berhasil untuk mandiri sebagai Kabupaten.

Bupati, Drs H Irwan MSi mendapatkan penghargaan Invesment Award 2014 terbaik dan Kapolres AKBP Zahwani Pandra ARsyad SH MSi meraih daerah paling mendukung investasi dan Kepala BPMPPT Hendra Putra.




Pada Tahun 2009, sebagai awal operasional Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti hanya memperoleh Alokasi APBD dari Hibah Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau sebesar Rp 90 Miliar, Sehingga pada awal tahun  2010 pemerintah mengalami devisit anggaran yang mengakibatkan keterlambatan pembayaran gaji pegawai dan keterlambatan pelaksanaan pembangunan. Namun secara perlahan kondisi ini dapat diatasi, sejalan dengan dapat difungsikannya APBD tahun 2010 sebesas Rp 473 Miliar lebih.

Selanjutnya Pada Tahun 2011 APBD Kabupaten Kepulauan Meranti mengalami peningkatan yang sangat spektakuler yakni Sebesar Rp 1,06 Triliun lebih, dengan kenaikan 100 persen Lebih dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2012 APBD Kabupaten Kepulauan Meranti sebesar Rp 1,09 Triliun dengan Rincian 61 persen dialokasikan untuk belanja publik dan 39 persen dialokasikan untuk belanja pegawai. Pada tahun 2013 APBD Kabupaten Kepulauan Meranti melejit naik mencapai Rp 1,4 Triliun lebih.

Pada tahun 2014 lalu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti mencapai Rp 1,6 Triliun lebih dengan komposisi belanja publik mencapai 65 persen. Dan untuk APBD Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2015 ini mencapai Rp 1,67 Triliun lebih dan telah disahkan oleh DRPD Kabupaten Kepulauan Meranti pada tanggal 28 November 2014 yang lalu.

Realita ini memperlihatkan trend bahwa APBD Kabupaten Kepulauan Meranti terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun serta pengalokasian anggaran yang berpihak kepada kepentingan publik.

Selanjutnya Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Kepulauan Meranti juga terus mengalami peningkatan. Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Meranti selama Periode 2010 -2013 rata-rata menunjukkan kenaikan yang sangat baik. Pertumbuhan Ekonomi tahun 2010 sebesar 7,45 persen, pada tahun 2011 mengalami pertumbuhan 8,45 persen, tahun 2012 mengalami sedikit menurunan 8,19 persen dikarenakan stabilitas ekonomi global yang terkoreksi, dan di tahun 2013 kembali meningkat menjadi 8,22 persen.

Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Meranti berada di atas rata-rata provinsi dan nasional. Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Meranti dalam kurun waktu tiga tahun terakhir menempati urutan tiga besar di Provinsi Riau, setelah Pekanbaru dan Dumai. Hal ini disebabkan oleh tingginya aktifitas perekonomian sektoral di Kabupaten Kepulauan Meranti dan iklim investasi yang dibangun oleh pemerintah daerah serta peran serta masyarakat membuat geliat ekonomi menjadi baik.

Pada Tahun 2011 hingga 2013 sektor bangunan menyumbang sebesar 17,59 persen. Kemudian diikuti oleh sektor keuangan, sewa, dan jasa perusahaan, listrik, gas dan air bersih yang mencapai pertumbuhan sebesar 11,39 persen.

PDRB perkapita  pertahun juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2010 PDRB perkapita Kabupaten Kepulauan Meranti atas dasar harga berlaku sebesar Rp 34,04 juta dan meningkat pada tahun 2011 menjadi Rp 40,33 Juta. Selanjutnya terjadi peningkatan PDRB per kapita tahun 2012 menjadi Rp 47,54 juta dan tahun 2013 kembali naik mencapai  Rp 57,67 juta.

Sementara untuk PDRB per kapita  atas harga konstan tahun 2010 sebesar Rp 8,05 juta dan mengalami peningkatan pada tahun 2011 menjadi Rp 8,43 juta. Pada tahun 2012 kembali naik mencapai Rp 9,09 juta dan pada tahun 2013 mencapai Rp 10,08 juta.

Dari dominasi sektor penopang PRDB di Kabupaten Kepulauan Meranti, selama beberapa tahun ini tetap didominasi oleh tiga sektor utama, yaitu sektor pertanian, pertambangan, penggalian, dan industri pengolahan. Namun di tahun 2013, sektor pertambangan dan penggalian mulai terkoreksi oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran.

Kontribusi sektor pertanian sebesar 26,64 persen, sektor industri pengolahan dengan kontribusinya sebesar 26,01 persen, dan sektor perdagangan, hotel, dan restoran dengan kontribusinya sebesar 19,08 persen. Sedangkan sektor pertambangan dan penggalian mengalami penurunan kontribusi, yaitu sebesar 18,23 persen. Sementara itu, sektor lainnya hanya memberikan share yang sangat kecil terhadap pembentukan PDRB dengan migas.

Bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti mulai mengalami pergeseran struktur perekonomian yang mana dominasi sektor pertambangan dan penggalian yang mulai berkurang. Keadaan ini diperkirakan akan tetap terjadi di masa mendatang, mengingat sektor pertambangan merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.

Arus investasi asing yang masuk ke Kabupaten Kepulauan Meranti sepanjang 2010 hingga 2013 mencatatkan US $ 21.885 Ribu dan investasi Penanaman Modal Dalam Negeri sebesar Rp 739 Miliar dengan akmulasi penyerapan tenaga kerja lokal sebanyak 800 lebih tenaga kerja lokal. Perusahaan Penanaman Modal Asing yang berinvestasi di Kabupaten Kepulauan Meranti lebih banyak menggarap  industri komoditi dan pertambangan.

Potensi dan peluang investasi di Kabupaten Kepulauan Meranti masih terbuka lebar untuk para investor masuk menggarap sumber-sumber berbasis ekonomi yang memberikan keuntungan. Iklim investasi yang kondusif dan regulasi perizinan yang dimudahkan, membuat investor tertarik untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Kepulauan Meranti dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, meski kenaikannya tidak terlalu signifikan. Mulai tahun 2010, IPM di Kabupaten Kepulauan Meranti 70,62, tahun 2011 naik ke level 71,08, pada tahun 2012 kembali meningkat IPM di Kepulauan Meranti menjadi 71,47 dan pada tahun 2013 meningkat menjadi 71,80. Dan IPM Meranti di tahun 2015 mencapai angka 7,2 poin.

Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi didampingi Kadisperindagkop, Syamsuar Ramli meninjau pembangunan pasar percontohan pada 2013 lalu.




Meski masih relatif jauh dari capaian yang selayaknya dicapai, namun indikator capaian angka harapan hidup, angka melek huruf, rata-rata lama bersekolah dan pengeluaran per kapita di Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi harapan bersama ke depan agar program kegiatan sektor pendidikan, kesehatan, sektor ekonomi dan sosial menjadi cakupan yang rasional dalam menterjemahkan visi misi pembanguan Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Dapat saya sampaikan, berdasarkan Survey Angkatan Kerja Nasional tahun 2013, angkatan kerja pada tahun 2013 di Kabupaten Kepulauan Meranti mencapai 70,54 persen dari total penduduk usia kerja (15 tahun ke atas), sedangkan bukan angkatan kerja berjumlah sebanyak 29,46 persen.

Sementara Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) pada tahun 2013  mencapai 93,01 persen. Indikator ini menunjukkan bahwa sebesar 93,01 persen angkatan kerja di Kabupaten Kepulauan Meranti berpotensi secara riil untuk berpartisipasi di dalam kegiatan ekonomi. Sementara itu, bila dilihat dari sisi beban tenaga kerja bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada tahun 2013 tercatat sebesar 6,99 persen dari seluruh penduduk angkatan kerja," sebutnya.

Menyadari hal tersebut, Pemerintah  Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti selama hampir lima tahun terakhir ini sangat memahami kondisi tersebut dengan berupaya melakukan  intervensi melalui peningkatan belanja modal sehingga dapat meciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan yang bermuara pada penyerapan tenaga kerja, meningkatkan transaksi jasa serta peningkatan pendapatan masyarakat yang akhirnya menurunkan angka kemiskinan.

Angka kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Meranti pada saat baru pemekaran mencapai 42,57 persen. Dengan akselerasi program penanggulangan kemiskinan yang terarah maka tahun 2013 angka kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Meranti dapat ditekan sebesar 35,74 persen. Dengan kondisi geografis di Kabupaten Kepulauan Meranti yang berpulau-pulau, ditambah dengan infrastruktur dasar yang belum terjangkau ke seluruh pelosok, termasuk juga instabilitas harga bahan makanan dan non makanan yang dipasok dari luar daerah membuat pengeluaran masyarakat menjadi besar, serta bencana kebakaran lahan dan hutan yang melanda perkebunan masyarakat membuat permasalahan kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi kompleks.

Namun demikian, pemerintah telah menyiapkan jangkar penanggulangan kemiskinan yang dengan menggunakan basis data terpadu dengan memberikan stimulus dari kompensasi kenaikan harga BBM dengan memberikan Kartu Perlindungan Sosial  sebanyak 100 ribu jiwa lebih  masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti untuk dapat mendapat social protections dalam hal Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Simpanan Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat.

Ditambah lagi program penanggulangan kemiskinan yang didanai APBD Kabupaten Kepulauan Meranti yang meng-cover masyarakat miskin dengan berbagai program kegiatan peningkatan sarana dan prasarana kesehatan, memberikan bea siswa untuk siswa yang kurang mampu, bedah rumah, pembangunan sanitasi layak, pengembangan sektor pertanian dan perkebunan masyarakat, peningkatan daya saingan ekonomi lokal, pembangunan infrastruktur desa, air bersih dan instalasi listrik hingga ke desa-desa. Program tersebut dengan konsisten berjalan selama lebih kurang lima tahun ini.

Dalam konteks memperbaiki kinerja pembangunan Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti terus melakukan pembenahan dan juga melakukan  pergeseran paradigma (paradigm shift) dari membangun daerah ke daerah membangun. Konsepsi ini sangat selaras dengan strategi pembangunan yang berbasis pada penguatan dan pemberdayaan desa dengan pendekatan  partisipatif dari seluruh masyarakat pada tataran akar rumput.

Tingkatkan ADD, Percepat Pembangunan Tingkat Desa
Secara empirik pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti  telah mendesain sebuah formulasi operasional melalui gerakan pembangunan berbasis masyarakat, yang saat ini sedang bermetamorfosa dalam berbagai bentuk progam dan kegiatan yang ada di tingkat Desa.

Dengan rasional  bahwa desa merupakan subordinat  terkecil basis  pembangunan daerah, maka  secara akumulatif  kebijakan pembiayaan pembangunan melalui alokasi dana desa (ADD) terus menerus diupayakan  peningkatannya dari tahun ke tahun. Pada Tahun 2010, telah dialokasikan ADD sebesar Rp 17,2 Miliar, tahun 2011 sebesar Rp 35 Miliar, Tahun 2012  sebesar Rp 40 Miliar, Tahun 2013 sebesar Rp 48 Miliar, tahun 2014 sebesar Rp 66 Miliar dan untuk Tahun 2015 telah dianggarkan sebesar Rp 114 Miliar.

"Disamping kita juga meningkatkan pembiayaan pembangunan penunjang program PNPM Mandiri Perdesaan, tercatat pada tahun 2010 sebesar Rp 9 Miliar, tahun 2011 Sebesar Rp 5,5 Miliar, Tahun 2012 dialokasikan sebesar Rp 21,3 Miliar, tahun 2013 sebesar Rp 32 Miliar, dan di tahun 2014 sebesar Rp 50 Miliar," rinci Irwan.

Sebagai bentuk Implementasi terhadap empat pilar pembangunan Nasional, maka sejak tahun 2010 Pemerintah Daerah melaksanakan government expenditure multiflier atau penggandaan pengeluaran pemerintah pada komponen  belanja modal yang diarahkan untuk pembangunan infrastruktur, pelabuhan, elektrifikasi, air bersih, pendidikan dan kesehatan.
 
Pembangunan di Bidang Infrastruktur
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah melakukan langkah-langkah terobosan dengan meningkatkan pembangunan dalam memenuhi kebutuhan infrasruktur dasar yang dilaksanakan dalam berbagai bentuk program dan kegiatan, seperti: Pembangunan Jalan dan jembatan dengan konsep merangkai Pulau.

Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan MSi saat menerima Penghargaan Investement Award di Pekanbaru Hotel Aria Duta.




Saat ini telah dan sedang dilaksanakan pembangunan 4 koridor utama jalan yang menghubungkan antar kecamatan dalam kabupaten, dan antar kecamatan antar kabupaten dan antar provinsi. Koridor I pembangunan jalan Alai-Mengkikip yang membuka akses utama Kota Selatpanjang sebagi ibukota Kabupaten kepulauan Meranti menuju  Pelabuhan Buton di Siak. Koridor II Ruas jalan Lukun-Sungai Tohor-Tanjung Sari yang nantinya akan membuka akses Pelabuhan Tanjung sari menuju Tanjung Balai Karimun dan akses ke Selat malaka. Koridor III Ruas jalan Lukit-Tanjung Padang membuka akses antar kecamatan dan antar desa di Pulau padang. Koridor IV ruas jalan Melai-Kedabu Rapat yang membuka akses antar desa dan Kecamatan di Pulau Rangsang.

Selanjutnya Program Pembangunan Jembatan, Pada tahun 2012 telah dimulai pembangunan Jembatan Selat Rengit yang menghubungkan Pulau Tebing Tinggi dengan Pulau Merbau. Untuk pembangunan Jembatan Selat Rengit ini, Pemerintah Daerah telah berupaya maksimal guna mewujudkan konsep merangkai pulau dengan membangun akses jembatan yang menghubungkan dua pulau. Namun pada pelaksanaannya mengalami beberapa kendala teknis yang sulit untuk dihindari dan perlu dilakukan redesign ulang pelaksanaan pengerjaannya. Untuk itu mewujudkan hal tersebut, Pada tahun 2016 mendatang pengerjaan redesign Jembatan Selat Rengit tersebut akan dilanjutkan.

Selanjutnya Pembangunan Bidang Perhubungan, telah dilaksanakan pembangunan ro-ro Kampung Balak yang menghubungkan Pulau Tebing Tinggi dengan Pantai Timur Sumatera bagian tengah (Tanjung Buton di Siak) dimana pada tahun 2012 yang lalu sudah dilaksanakan peresmian shoft opening pengoperasionalnya.

Sedangkan untuk Pelabuhan penumpang dan barang, tengah dibangun pelabuhan internasional penumpang dan kargo di Dorak, Selatpanjang terus digesa pengerjaanya hingga pada saatnya dapat dinikmati oleh masyarakat Kepulauan Meranti.

Bidang Air Bersih
Untuk pengadaan air bersih masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti, telah dilaksanakan program pengembangan air bersih di perdesaan, dengan memberikan bantuan Penampungan Air Hujan (PAH) bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang berada pada kawasan-kawasan krisis air bersih. Selain itu, pada tahun ini telah dilakukan MoU antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dengan Investor Singapura untuk mengkaji mutu air baku dan suplai air bersih pipanisasi dengan memanfaatkan asset PDAM yang berada di Kecamatan-kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti.
 
Bidang Kelistrikan dan Elektrifikasi
Rasio Elektrifikasi Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2010 hanya sebesar 24 persen. Dengan program peningkatan dan pembangunan bidang kelistrikan yang baik, maka pada tahun 2014 ini, rasio elektrifikasi di Kabupaten Kepulauan Meranti sudah mencapai 70,89 persen. Terdapat peningkatan 46,89 persen selama kurun waktu empat tahun ini, dimana rasio elektrifikasi Provinsi Riau saat ini 71 persen. Pada tahun 2015 tingkat penerangan yang mampu mengaliri listrik hingga ke pelosok desa di Kabupaten Kepulauan Meranti mencapai 85 persen.

Program pemerataan listrik di Kabupaten Kepulauan Meranti konsisten dilakukan dengan penambahan jaringan listrik baik melalui Jaringan Tegangan Menengah maupun Jaringan Tegangan Rendah yang bersumber dari PLTD Desa maupun PLN. Termasuk juga penambahan kapasitas pembangkit di PLTD milik PLN agar dapat menjangkau pemenuhan kebutuhan listrik di desa-desa.

Bidang Pendidikan
Pembangunan Bidang Pendidikan Dititikberatkan pada Peningkatan Kualitas Pendidikan masyarakat yang beorientasi pada ketersediaan dan keterjangkauan mutu dan relevansi serta tata kelola dan pencitraan pendidikan serta menyediakan fasilitas pendidikan formal dan non formal. Salah satu terobosan yang monumental dalam bidang pendidikan nonformal dengan dibangunnya Pusat Pendidikan dan Pelatihan bagi Komunitas Adat Terpencil sebagai salah satu pilot project pengembangan KAT di Provisnsi Riau.

Beberapa capaian lain dalam bidang pendidikan antara lain

- Meningkatkan kemampuan SDM pendidik dan tenaga Kependidikan dalam rangka meningkatkan mutu Lulusan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

- Dilaksanakannya rehabilitasi pada sekolah yang rusak berat dan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) pada  sekolah yang kemampuan tampungnya rendah dalam rangka meningkatkan rata-rata tamat  sekolah (Mean Year Schooling).

-Pemberian bantuan kepada siswa dalam bentuk bantuan siswa berprestasi terutama pada masyarakat yang kurang mampu. Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini, sebanyak 110 putra putri terbaik di Kabupaten Kepulauan Meranti mendapatkan program bea siswa kerja sama perguruan tinggi terbaik di Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Sebanyak 24 siswa saat ini tengah menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi, Universitas Riau, sebanyak 25 siswa saat ini tengah menempuh pendidikan di Fakultas Pertanian, Jurusan Pertanian Terpadu, Institut Pertanian Bogor, sebanyak 29 siswa menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil di Politeknik Negeri Bandung, dan sebanyak 32 siswa tengah menempuh pendidikan di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
 
Bidang Kesehatan
Program kegiatan pembangunan bidang kesehatan difokuskan pada Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat. Ada tiga faktor determinan yang sangat menentukan kualitas kesehatan masyarakat yaitu  lingkungan, perilaku dan pelayanan kesehatan.  Secara esensial pelayanan kesehatan harus kita tingkatkan  pada aspek aksesibilitas  dan mutu pelayanan. Program/kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai berikut, Pembangunan pusat-pusat kesehatan masyarakat sampai ke tingkat Desa (Pustu/Puskesdes)), Penambahan jumlah tenaga medis dan paramedis untuk meningkatkan pelayanan sampai ke tingkat desa, meningkatkan jangkauan transportasi bagi orang sakit dengan menyediakan ambulan laut.  

Selanjutnya untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar sampai ke front line Kabupaten Kepulauan Meranti telah memiliki 52 unit Puskesmas Pembantu, 19 unit Poskesdes dan 9 unit Puskesmas ditambah 1 unit Rumah Sakit.

Sedangkan untuk meningkatkan layanan kesehatan Pemerintah telah memberikan jaminan Kesehatan Masyrakat Daerah melalui program Jamkesda yang pada tahun 2011 telah dianggarkan sebesar Rp 2 Miliar dan pada tahun 2012 sebesar Rp. 2 Miliar, Tahun 2013 Rp.2,1 miliar, pada tahun 2014 sebesar Rp. 4 Miliar dan pada tahun 2015 telah dianggarkan sebesar 4,7 Miliar. Mendatang akan direncanakan Program Jaminan Kesehatan bagi pekerja mandiri (perorangan) yang belum tertampung dalam program-program jaminan kesehatan yang sudah ada saat ini.
 
Pelepasan Varietas Sagu
Setelah varietas perkebunan sagu asal Kepulauan Meranti dilepas setelah melalui sidang pelepasan yang sudah dilakukan di Jakarta tahun lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) lantas tak langsung diam dan menunggu. Karena pelepasan itu menjadi estafet baru untuk menjadikan tanaman sagu sebagai harapan baru. Upaya untuk terus mendorong perkebunan sagu it uterus dilakukan, bahkan dilaksanakan secara simultan. Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi didampingi Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Kadishutbun) juga sudah melakukan kesepakatan melalui Momerandum of Understanding (Mou) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknolgi (BPPT).
 
Dalam penandatanganan tersebut perlu diketahui bahwa nantinya akan dilakukan kajian untuk meningkatkan hasil produksi tepung sagu dari setiap tual (batang) sagu, setelahnya diadakan teknologi untuk meningkatnya produksi. Kerjasama itu bukan hanya menggunakan anggaran Kabupaten saja, tapi sharing dengan pihakBPPT sendiri. Artinya Pemkab mampu melakukan kerjasama untuk menguntungkan daerah berpulau itu dengan pola sharing budget.

Dalam kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten KepulauanMeranti yang dilakukan oleh Bupati Kepulauan Meranti  Drs Irwan MSi didampingi Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Kadishutbun), Ir Mamun Murod MM MH dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang dilakukan oleh Deputi Kepala BPPT Bidang Agroindustri dan Bioteknologi Dr Ir Listiani Wijayanti dalam Rangka Pengembangan Teknologi Pengolahan Sagu.

Irwan menyebutkan Kabupaten Kepulauan yang secara geografis adalah merupakan daerah yang sangat strategis bila ditinjau dari berbagai aspek, baik perdagangan/perniagaan, wilayah perbatasan/ daerah terluar NKRI, budaya dan aspek lainnya. Sebagai Kabupaten yang baru berkembang tentunya kata Bupati harus ada upaya dilakukan sebagai pemimpin daerah untuk mengejar segala ketertinggalan pembangunan di berbagai bidang, salah satunya adalah pembangunan bidang perkebunan dan lebih khusus lagi adalah pengembangan sagu yang sudah menjadi budidaya yang dikembangkan oleh masyarakat sejak jaman dahulu kala.

Bupati juga menginformasikan persaguan yang berkembang di Kepulauan Meranti adalah tanaman sagu yang pada akhir-akhir ini telah didengungkan sebagai tanaman pangan alternatif, diminati oleh para pemodal untuk berinvestasi dan ikut bersama Pemkab Meranti memberdayakan alam dan masyarakat  membangun daerah melalui pengembangan sagu.

Tanaman sagu di Kepulauan Meranti telah memenuhi areal seluas lebih kurang 60 ribu hektar yang terdiri dari lebih kurang 39 ribu hektare merupakan sagu rakyat, dan selebihnya seluas lebih kurang 21 ribu hektare dikelola atau diusahakan oleh Perusahaan yaitu, PT National Sago Prima (NSP). Berdasarkan pengamatan di lapangan,  produktivitas yang dihasilkan mencapai 110  sampai 120 kilogram pati kering dari setiap pohon dengan asumsi  setiap pohon yang telah berusia10 sampai12 tahun didapatkan 7 sampai 8 tual yang akan menghasilkan pati sagu berat basah 700 sampai 800 kilogram, dengan rendemen pati kering yang didapatkan adalah sebesar lebih kurang 16 % saja.

Perhitungan secara ekonomi, usaha budidaya sagu sangat memberikan harapan sebagai salah satu pilihan usaha yang dapat dikembangkan untuk masyarakat dan diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan  yang cukup baik. "Hal ini kami kemukakan berdasarkan perhitungan makro usaha tani sagu, yaitu pada kebun yang sudah memasuki usia panen akan dapat di panen lebih kurang 170 batang setiap tahun atau 1.352 tual dengan harga di lapangan Rp 45 ribu per tualnya.  Maka akan diperoleh pendapatan Rp 60.840.000 per hektar per tahun atau per bulan rata-rata diperoleh hasil Rp 5.070.000," jelas Irwan.

Sedangkan terhadap perekonomian daerah tentunya akan berkontribusi cukup nyata karena omset usaha kebun sagu rakyat yang sudah memasuki usia panen seluas lebih kurang 23 ribu hektar dengan jumlah batang yang dipanen sebanyak lebihkurang 2.070.000 batang diestimasikan produksinya dapat mencapai 414.000 ton atau dapat mempunyai nilai transaksi sebesar Rp 2,07 Triliyun  setiap tahun. Belum lagi dihitung nilai limbah, kulit pohon, limbah cair dengan olahan.

Dengan memakai sepeda motor trail Bupati Irwan melihat pembangunan Jalan di Dorak Selatpanjang pada tahun 2013 lalu.

Saat ini di Kabupaten Kepulauan Meranti kata Bupati Irwan terdapat 63 Unit Unit pengolahan sagu rakyat yang tersebar di beberapa wilayah Kecamatan. Dengan menggunakan mesin pengolah yang sebagian besar masih bersifat konvensional pada umumnya hanya menghasilkan tepung sagu basah dengan rendemen yang masih rendah (16 %), sedangkan beberapa pengusaha sagu yang mampu telah menggunakan mesin pengolah modern dengan produk sagu kering.
 
Swasembada Beras
Pembangunan Pertanian di Kabupaten Kepulauan Meranti ini merupakan tulang punggung dalam rangka penanggulangan pengentasan kemiskinan, sejalan dengan Misi Kabupaten Kepulauan Meranti. Kunci keberhasilan pembangunan bisa mengembangkan dan memanfaatkan potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan IPTEK dalam rangka menciptakan produk-produk unggulan pertanian yang mempunyai daya saing, dengan membentuk kawasan-kawasan sentra pertanian, sehingga pelaku usaha denngan mmudah mencari hasil-hasil produk pertanian unggulan, sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi diperdesaan.

Oleh karena itu upaya memaksimalkan lahan tidur dengan menjadikan sentra pertanian padi terus dilakukan. Sehingga melalui gerakan ini dapat meningkatkan produksi beras khususnya untuk memenuhi kebutuhan daerah dan ke depannya dapat mewujudkan swasembada pangan sesuai dengan program nasional.

Pada tahun 2012 luasan tanaman padi kita 2.250 hektare, pada tahun 2013 bertambah menjadi 3.250 hektare, dan pada tahun 2014 mencapai 4.200 hektare. Dan pada tahun 2015 bisa terus bertambah sekitar 1000 hektar lagi menjadi total 5000 hektar lebih nantinya.

Dari tanaman padi yang berhasil panen sehingga menjadi beras sebanyak 12000 ton selama setahun. Dengan angka tersebut dirasa masih belum bisa memenuhi untuk seluruh kebutuhan masyarakat di Kepulauan Meranti.
 
"Ke depan memang dari sisi pemasaranberas asal Meranti ini akan dibuat lebih baik. Baik dalam administrasi, maupun distribusi. Kita juga  akan berkoordinasi dengan Bulog dan pemasarannya bisa langsung dilakukan melalui pasar-pasar yang ada di seluruh wilayah kepulauan Meranti," jkata Bupati.

Dia juga berharap seluruh pihak terutama komitmen dari para petani padi itu sendiri bisa dilaksanakan. Sehingga Meranti swasembada pangan bisa terlaksana dan terwujud segera.

"Saya berharap ke depan agar dapat lebih ditingkatkan lagi, sehingga produksi beras meningkat dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Bahkan nantinya kita tidak perlu lagi memasok beras dari daerah lain. Ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan ekonomi dan taraf hidup masyarakat petani di Kepulauan Meranti," ucap Bupati.

Bupati juga memberikan apresiasi positif karena adanya kerjasama antara pemerintah daerah dan pusat, juga anggota DPR Pusat yang telah memperjuangkan pembangunan pertanian di Kabupaten Kepulauan Meranti. "Dengan kita dapat bersinerji sehingga ada beberapa program yang dapat kita rasakan dan kelak nantinya dapat dimanfaatkan dengan baik," ujarnya.

Raih Hattrick WTP
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah mengidamkan sejak tahun 2011 lalu bagaimana bisa meraih penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas laporan keuangan daerah. Atas kerja keras akhirnya pada tahun 2013 tepatnya pada Jumat 2 agustus 2013 Pemkab Meranti berhasil meraih WTOP untuk pertama kalinya.

Setelah selama dua tahun berturut-turut meraih penilaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Keuangan Pemerintah Kepulauan meranti yakni pada tahun 2013 dan 2014, kali ini Penilaian terbaik atas laporan keuangan itu kembali diraih untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Dengan hattrick tersebut diterima langsung oleh Bupati, Drs H Irwan MSi dari Kepala Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPKRI),  wilayah Riau Drs Widyatmantoro di kantor BPK di jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru. Penyerahan itu juga disaksikan langsung oleh Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Fauzi Hasan SE.

Sebenarnya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah mengidamkan sejak tahun 2011 lalu bagaimana bisa meraih penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas laporan keuangan daerah. Atas kerja keras akhirnya pada tahun 2013 tepatnya pada Jumat 2 agustus 2013 Pemkab Meranti berhasil meraih WTP untuk pertama kalinya dari laporan keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2012.

Berbekal raihan perdana tersebut upaya mempertahankannya kembali menjadi incaran. Dengan target yang diseleraskan dengan kerja keras, akhirnya pada Jumat  30 mei 2014 WTP kembali diraih untuk kedua kalinya scara berturut-turut. WTP tersebut merupakan penilaian dari LKPD tahun 2013.

Kemudian upaya bagaimana bisa meraih Hattrick menjadi target selanjutnya. Walaupun pada awalnya tidak disangka akan bisa mewujudkannya, namun pada Kamis (28/5) lalu BPK RI WIlayah Riau mengungunkan bahwa Kepulauan Meranti kembali meraih WTP untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Dengan raihan secara berturut-turut ini, nantihya Bupati Kepulauan Meranti akan mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Pusat yang akan diserahkan oleh Presiden. Hal itu sebagai bentuk apresiasi bagi Pemerintah Kabupaten yang telah mampu melaksanakan keuangan daerah dengan baik.

Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi merasa sangat bersyukur sekali atas raihan tersebut. Bagaimana tidak orang nomor satu itu saja mengakui bahwa saat ini sebagai Kabupaten baru masih mengalami keterbatasan SDM, kemampuan daerah, Prosedur Pemerintahan yang belum maskimal dan lainnya. Namun mampu meraih WTP bukan sekali atau dua kali saja, tapi tiga kali secara berturut-turut atau hattrick.

Sebelumnya selama dua tahun berturut-turut yakni tahun 2011 dan tahun 2012 Kepulauan Meranti hanya mampu meraih Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Wajar saja, karena Kepulauan Meranti masih menjadi daerah Pemekaran baru di Riau.

Namun berkat kerja keras seluruh jajaran dan kontrol yang dulakukan, akhirnya Kepulauan Meranti berhasil meraih WTP. "Ini berkat kerja keras seluruh aparatur Pemerintahan, dukungan DPRD, dan seluruh elemen masyarakat di Kepulauan Meranti," ungkap Irwan.

Dalam penyerahan WTP ketigakalinya di Kantor BPK saat itu laporan Kepulauan Meranti  dikemas dalam 4 buku yakni, buku I Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang memuat Laporan Keuangan Pemerintah dan Opini atas Laporan tersebut, buku II memuat Sistem Pengendalian Intern dan buku III adalah LHP atas Kepatuhan terhadap peraturan perundang-udangan, dan catatan.

Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi mengaku sangat senang atas raihan tersebut. Ditegaskannya bahwa raihan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa Kepulauan Meranti sebagai daerah Pemekaran baru mampu bersaing dengan daerah lainnya di Provinsi Riau.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran BPK RI Provinsi Riau yang telah melakukan pembinaan, sehingga Meranti berhasil meraih predikat WTP untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Irwan juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran SKPD khususnya Inspektorat yang telah mengawal pengelolaan keuangan daerah.

"Kami juga mengapresiasi kepada DPRD yang mampu membantu melakukan pengawasan terhadap kinerja Pemkab Kepulauan Meranti," ungkap Irwan usai menerima LHP WTP tersebut.

Bupati menilai dari tahun-ketahun terjadi peningkatan kinerja seluruh SKPD yang ditandai dengan minimnya hasil temuan pemeriksaan Akuntabilitas Keuangan Pemda Meranti.  "Tahun ini sangat minim temuan, semua tak terlepas dari binaan dan bimbingan jajaran BPK RI, sehingga jajaran pengelola keuangan di tiap SKPD semakin meningkatkan kemampuannya," sebutnya.

Dengan telah diraihnya WTP sebanyak 3 kali secara berturut-turut, Kepulauan Meranti terus menjalankan komitmennya untuk meningkatkan pengelolaan Akuntabilitas Keuangan. Salah satunya dengan menerapkan  Sistem Laporan Akuntabilitas Keuangan yang berbasis Akrual.

"Semoga dengan penerapan Sistem Laporan Akuntabilitas Keuangan Berbasis Akrual semakin mengoptimalkan performa pengelolaan keuangan Pemda, meski begitu kami juga sangat membutuhkan binaan dari BPK RI," jelas Bupati.

Kepala BPK RI, Drs Widiyatmantoro, juga mengucapkan selamat kepada Pemkab Kepulauan Meranti, yang telah berhasil meraih Opini WTP Akuntabilitas Keuangannya. Meski masih ditemukan beberapa catatan namun sudah semakin baik.

"Pengelolaan Keuangan Pemda Meranti semakin baik, namun perlu juga dilakukan perbaikan atas beberapa catatan," kata Kepala BPKRI WIlayah Riau itu singkat

Meranti Juara Umum 2 MTQ Riau di Tembilahan
Prestasi lainnya yang berhasil diraih Kepulauan Meranti ditingkat Provinsi Riau yakni menjadi juara umum kedua pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang ke XXXIII yang dilaksanakan di Tembilahan, Kabupaten Indra Giri Hulu.
 
berdasarkan Surat Keputusan Dewan Hakim Nomor 002/MTQ 33/R/XII/2014. Kepulauan Meranti berhasil menjadi yang kedua setelah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang kembali berhasil meraih juara umum, dengan mengumpulkan sebanyak 48 poin, kemudian disusul Kabupaten Kepulauan Meranti dengan 40 poin dan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dengan 39 poin.

"Ini menjadi bukti, kita tidak boleh dipandang sebelah mata lagi di Provinsi Riau. Walaupun kita baru berumur 6 tahun, namun sudah mampu bersaing dengan daerah lainnya," kata Bupati.

Khafilah Kepulauan Meranti mendapatkan medali emas sebanyak 6 medali, yakni dari cabang tartil putra atas nama M Safwan, cabang  tartil putri atas nama Nurlisan, cabang Tilawah anak-anak putra atas nama Fauzan, Cabang tahfiz 1 juzz putri atas nama Azza Afkarina, Cabang tahfiz 20 juz putri atas nama Ulfa Mayasari dan cabang khat dekorasi putri atas nama Siti Asriah.

Sementara Meranti juga berhasil meraih sebanyak 3 perak dari cabang fahmil quran yakni atas nama Syaiful Waliadin, Safri Andi, Ishma fitriyani, Cabang tahfiz 1 juzz putra atas nama Afik Ikmal dan cabang khat bidang naskah putri atas nama Dewi Masyitah. Untuk Medali Perunggu berhasil didapatkan sebanyak satu medali dari cabang tafsir Quran Bahasa Indonesia atas nama Khairul Amri. Kepulauan Meranti juga berhasil meraih sebanyak 7 cabang sebagai juara harapan yakni dari cabang ,Tilawah alquran,Hifzil alquran,Tafsir alquran,Fahmil al quran, Syahril quran, Khattil quran, dan Musabaqah menulis ilmiah alquran (M2IQ).

Selain capaian yang telah diraih dan program yang tengah berjalan, Kabupaten Kepulauan Meranti sudah banyak mendapatkan penghargaan yang prestius dalam event-event nasional. Antara lain :

1.  Government Award dari Sindo Weekly Magazine

2.  Penghargaan dari PT PLN  atas Kontribusi Pemerintah Daerah Dalam Elektrifikasi di Kabupaten Kepulauan Meranti.

3.  Penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Menteri Keuangan RI dua tahun berturut-turut yakni tahun 2012 dan tahun 2013.

4.  Achievement Award dan Penghargaan Wajar Tanpa Pengeculian.

5.  Pengahragaan Terbaik Satu Bidang Kreasi dan Inovasi dalam Apkasi International Trade an Investment Summit.

6.  Penghargaan Terbaik ke - 3 Riau Invesment Award Tahun 2011 sebagai Kabupaten/Kota Terbaik di Provinsi Riau dalam Upaya Penciptaan Iklim Investasi yang Kondusif.

7.  Special Achievement Riau Invesment Award Tahun 2011 Kategori Komitmen dan Kebijakan Investasi.

8.  Juara II Otonomi Expo dan Forum 2012 JCC Kategori Edukatif

9.  Juara I The 8th International Indonesia Sumatra Indonesia Expo di Mega Mall Batam Kategori Produk Terbaik.

10. Juara I Kategori Promosi Infrastruktur AITIS 2013.

11.  Juara Umum The 9th International Indonesia Sumatra Indonesia Expo di Mega Mall Batam Tahun 2013.

12.  Peringkat Terbaik II pada Riau Investment Award Tahun 2013.

13.  Peringkat Terbaik II pada Riau Investment Award Tahun 2013.

14.  Special Achievement Award Bidang Pengamanan Investasi pada Riau Investment Award Tahun 2013.

15.  Peringkat UMKM terbaik pada Riau Investment Award Tahun 2013.

16.  Penghargaan Program Keluarga Harapan Award Tahun 2014.

17.  Riau Investment Award Tahun 2014 untuk kategori Daerah Dengan Iklim Investasi Terbaik Riau.

18.  Varietas Sagu Selat Panjang Meranti Tahun 2013, sebagai upaya Pemerintah Daerah untuk memberikan Hak Paten atas varietas sagu Meranti.
19.Raih Juara Kedua 3rd AITIS 2015 di JIEXPO.

"Berbagai capaian yang telah diperoleh untuk kemajuan Kabupaten Kepulauan Meranti selama kurun waktu hampir enam tahun ini menjadi refleksi bagi kita semua, bahwa sebuah capaian kemajuan tidak ada artinya tanpa peran serta masyarakat secara keseluruhan," kata Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi.*klik-advertorial

 
Berita Terbaru >>
Baru Saja Sebuah SPBU di Sawahan Padang Terbakar
Malam Ini Dua Capres akan Berpidato di KPU, Usai Ambil Nomor Urut
Tiba-tiba Jalan Depan Ruko di Setia Budi Pekanbaru Amblas, Motor Berjatuhan
5 Remaja Spesialis Curanmor Masjid Ditangkap Tim Polsek Rumbai Pekanbaru
Puluhan Ribu Nelayan di Perairan Riau Rawan Terlibat Konflik
Malam Ini Wilayah Riau Masih Berpotensi Hujan Lebat
Tengku Nizwa Purwanindyah Malam Ini Tampilkan 30 Koleksi Terbaru
Bapenda Temukan Banyak Tunggakan Pajak Restoran
BI Ramal Rupiah Melemah Hingga Tahun Depan
Polemik Impor Terus Bergulir, Data Beras Bikin Ribut
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com