Sabtu, 23 Maret 2019
Follow:
Home
Rusia Bakari Bunga Asal Belanda
Kamis, 13/08/2015 - 08:26:30 WIB
 
 

RUSIA - Minggu lalu, pemerintah Rusia mengundang kecaman karena membakar makanan yang diimpor dari negara-negara Barat. Kini, giliran bunga-bunga dari Belanda yang diumpani ke api.

Pejabat Rusia mengatakan bahwa bunga-bunga dari Belanda, yang menyuplai sebagian besar pasar bunga Rusia yang bernilai US$2,5 miliar, berisiko bagi kesehatan karena kemungkinan terinfeksi.

Banyak pengamat mengatakan bahwa “perang bunga” ini merupakan pembalasan Moskow atas investigasi Belanda terkait jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di wilayah yang dikuasai oleh pemberontak pro-Rusia Juli tahun lalu.

Namun apapun alasannya, warga biasa Rusia, yang sudah menderita akibat tingkat pengangguran tinggi dan inflasi, akan berhadapan dengan harga bunga yang lebih mahal dalam beberapa minggu ke depan. Padahal, menjelang musim sekolah seperti saat ini, para murid di Rusia memiliki tradisi memberikan bunga kepada gurunya di hari pertama masuk sekolah.

“Bunga yang baru dipotong dari Belanda ini terinfeksi hama bunga California," kata inspektur kepala sanitasi pertanian Rusia, Yekaterina Salkova, dikutip dari Reuters, Rabu (!2/8). Ia menjelaskan hal itu di televisi sementara para pekerja membakar kotak-kotak yang penuh bunga mawar.

Pihak berwenang sekarang sedang mempertimbangkan larangan bunga dari Belanda. Pasar Rusia menyumbang 5 persen penjualan bunga Belanda.

"Kami hanya harus memeriksa setiap pengiriman bunga langsung,” kata juru bicara pengawas pertanian Rusia, Alexei Alexeyenko.

“Rusia mencari-cari alasan agar tak membiarkan bunga kami masuk. Ini dikarenakan motif politik. Tak ada bunga yang akan dikirim ke Rusia hingga situasi berubah. Yang kami garus bawahi adalah bunga-bunga itu lebih diinspeksi di Belanda daripada di Rusia,” kata seorang juru bicara dari badan bunga Belanda, yang tak mau diidentifikasi.

Motif politik

Hubungan Rusia dan Belanda memburuk menyusul kecelakaan nahas yang menimpa MH17 saat sedang dalam perjalanan dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur. Para penyelidik Belanda menuduh kelompok separatis yang didukung Moskow menembak jauh pesawat dengan rudal buatan Rusia.

Rusia membantah tiap keterlibatan yang dituduhkan dan justru menyalahkan Ukraina. Kecelakaan itu menewaskan 298 penumpang dan kru di dalam pesawat, mayoritas merupakan warga Belanda.

Pada Juli, Rusia memveto resolusi PBB yang disponsori Belanda, untuk membentuk pengadilan guna menyelidiki penyebab jatuhnya MH17.

Menyusul jatuhnya pesawat, negara-negara Barat menjatuhkan sanksi terhadap Rusia. Moskow membalasnya dengan memberlakukan larangan impor makanan dari Barat.

Minggu ini, para penyelidik Belanda menemukan puing di lokasi jatuhnya MH17 yang bukan berasal dari pesawat, namun dari rudal yang diduga kuat buatan Rusia.

Ekspor bunga dari Belanda ke Rusia pada semester pertama 2015 mencapai 107 juta euro, namun banyak yang mengestimasi jumlah sebenarnya lebih tinggi ditambah dengan perdagangan ilegal.

Rusia terutama mengimpor bunga mawar, krisan, dan tulip.*klik/CNN Indonesia

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com