Jum'at, 21 09 2018
Follow:
Home
Pj. Bupati Meranti Panggil Camat Antisipasi Karhutla
Selasa, 13/10/2015 - 11:11:14 WIB
 
 

SELAT PANJANG - Mengantisipasi semakin meluasnya kebakaran dan upaya pemadaman lahan di Desa Bandul Kecamatan Tasik Putri Puyu, Pj. Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H. Edy Kusdarwanto langsung memanggil Camat dan menggelar Rakor bersama TNI/Polri dan Perusahaan Coorporate, bertempat di ruang rapat Melati Kantor Bupati, Senin malam (12/10).

Hadir dalam rapat tersebut, Wakapolres Meranti, Danramil Selatpanjang, Danposal, Para Camat, Perwakilan PT. RAPP, PT. SRL, PT. NSP, Perwakilan Dinas Kehutanan, Bagian Hukum serta masyarakat setempat.

Dalam rapat yang berlangsung hingga tengah malam itu, Pj. Bupati mengambil langkah cepat dengan membetuk tim terpadu penangggulangan dan pemadaman api di Desa Bandul yang hingga saat ini sudah membakar 300 Ha lahan. Langkah ini diambil setelah upaya pemadaman yang dilakukan selama 3 bulan terakhir sejak Juli lalu oleh masyarakat peduli api yang dibantu perusahaan dengan peralatan yang serba terbatas belum membuahkan hasil, dan lahan masih terus terbakar.

"Langkah pemadaman lahan ini sesuai infruksi Presiden yang meminta Bupati melaporkan terkait kondisi Karlahut didaerah dimana aparatur Sipil, TNI/Polri, diharapkan menjadi menjadi kekuatan inti pemadaman api," ujar Pj. Bupati.

Tim ini terdiri dari Dinas Kehutanan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Meranti, Bagian Hukum, Camat, Serta TNI Polri dengan Leading Sektor  Dinas Kehutanan dan BLH.

Nantinya akan dilakukan upaya pemadaman dengan menurunkan personil dari Satgas Kabupaten sebanyak 20 orang yang terdiri dari Satpol PP dan Petugas Damkar, Polri 12 Personil, TNI 15 Personil, dibantu pihak Perusahaan PT. RAPP selain peralatan juga menurunkan Tim Fire Guard 10 Personil, PT. SRL 5 Personil dengan total 68 personil, tim ini akan menjadi kekuatan inti yang akan dibantu juga oleh masyarakat setempat secara swadaya.

Diharapkan dengan pembentukan tim terpadu upaya pemadaman dapat terkoordinasi sehingga  lebih cepat dan maksimal.

Dari keterangan Camat Tasik Putri Puyu, Fahrurozi, kepada Bupati, upaya pemadaman api sangat sulit dilakukan karena keterbatasan alat dan sumber air, sejauh ini upaya pemadaman dikebun Sagu dan Karet terus dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dibantu pihak perusahaan agar tidak semakin meluas hingga kepemukiman masyarakat, namun hingga 3 bulan berlangsung belum membuahkan hasil maksimal karena jarak kebakaran dengan sumber air sangat jauh.

"Yang terdekat berjarak 1700 M dan yang terjauh mencapai 3.5 KM dari sumber air laut," ujar Camat.

Air laut yang asin menjadi sumber utama pemadaman karena diakui Camat Fahrurozi kondisi daerah sedang kekeringan. "Kami sudah mencoba membuat sumur-sumur air namun hingga kedalaman 3 M belum menemukan air," akunya.

Satu-satunya upaya yang dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan pompa dengan selang sepanjang 3.5 KM atau kapasitas 100 gulung hanya yang hanya dimiliki oleh perusahaan selain itu potensi kerusakan mesin pompa akibat air lautpun sangat tinggi.

Hal senada juga disampaikan pihak Dinas Kehutanan dengan keterbatasan alat dan kondisi air menjadi persoalan pelik pemadaman.

Pihak RAPP sendiri mengaku telah mengerahkan bantuan alat dan personil. "Khusus di Desa Bandul diturunkan 10 personil dengan mesin 2 Makstri plus 40 gulung selang yang mampu melakukan pemadaman hingga jarak 1700 M, selain itu membuat sekat kanal secara manual untuk mengalirkan air " ujar Marzum selaku Manager Area Pulau Padang PT. RAPP.

Untuk memaksimalkan upaya pemadaman Wakapolres Meranti Kompol. Stp. Manulang yang didampingi Kasat Reskrim perlu dilakukan upaya dengan memberi penjelasan kepada masyarakat bahaya membuka lahan dengan melakukan pembakaran.

"Upaya ini sangat efektif seperti yang kami lakukan di Tj. Samak dan Rangsang dimana titik api sudah busa dikendalikan," ujarnya.

Wakapolres meyakini kebakaran tidak mungkin terjadi jika tidak ada sebab. "kesadaran masyarakat perlu dipacu karena kondisi geografis yang memerlukan mobilitas sangat tinggi dan peralatansangat minim, perlu disadari kebakaran tidak mungkin terjadi tanpa sebab,"jelasnya.

Sedangkan untuk tindakan tegas akan dilakukan oleh Polres kepada masyaraka dan pihak yang tetap melakukan praktek pengetaman kayu. "Kami menemuian banyak praktek pengetaman kayu yang diikuti dengan pembakaran, jika tidak mau ditangkap segera hentikan," ujar Kasat Reskrim yang mengaku sudah mengantongi nama para pelaku.

Sementara Danramil Tebing Tinggi Mayor Bisni Tambunan menyarankan pembuatan kolam-kolam air sesuai pengalaman pemadaman dilahan gambut di Desa Tj. Pranap Inhu yang dinilai cukup efektif.*klik-jaafar

 
Berita Terbaru >>
Baru Saja Sebuah SPBU di Sawahan Padang Terbakar
Malam Ini Dua Capres akan Berpidato di KPU, Usai Ambil Nomor Urut
Tiba-tiba Jalan Depan Ruko di Setia Budi Pekanbaru Amblas, Motor Berjatuhan
5 Remaja Spesialis Curanmor Masjid Ditangkap Tim Polsek Rumbai Pekanbaru
Puluhan Ribu Nelayan di Perairan Riau Rawan Terlibat Konflik
Malam Ini Wilayah Riau Masih Berpotensi Hujan Lebat
Tengku Nizwa Purwanindyah Malam Ini Tampilkan 30 Koleksi Terbaru
Bapenda Temukan Banyak Tunggakan Pajak Restoran
BI Ramal Rupiah Melemah Hingga Tahun Depan
Polemik Impor Terus Bergulir, Data Beras Bikin Ribut
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com