Sabtu, 17 November 2018
Follow:
Home
Bupati Syamsuar Heran Belum Ada Korban Asap Dirawat di Puskesmas
Selasa, 27/10/2015 - 12:17:09 WIB
 
 

SIAK - Bupati Siak, Syamsuar merasa heran belum adanya warga korban kabut asap yang dirawat di puskesmas dan rumah sakit. Bupati juga minta Dinas Kesehatan menyiapkan kendaraan evakuasi untuk mengangkut para korban.

"Apa mungkin mereka merasa enggan untuk berobat, melihat kondisi seperti ini seharusnya ada warga yang harus die vakuasi. Ini harus menjadi perhatian kita bersama," ungkap Bupati Siak, Syamsuar saat memimpin rapat persiapan evakuasi korban kabut asap di Ruang Pucuk Rebung di Siak Sri Indrapura,
kemarin.

Bupati juga meminta Diskes menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan para korban kabut asap, seperti tabung oksigen, alat-alat kesehatan dan masker. Pemkab Siak saat ini telah menyiapkan Gedung Mahratu sebagai tempat evakuasi korban kabut asap.

Bupati Syamsuar juga mengimbau seluruh komponen masyarakat, mulai dari camat, lurah, penghulu, RT/RW, guru, para ustad dan orang tua untuk menghimbau kepada masyarakat tentang bahaya asap ini. Terutama anak-anak jangan sering berada di luar ruangan.

Jemput Bola
Selain itu, Kadis Sosial dan Tenaga Kerja (Dissosnaker) untuk segera menjemput bola ke Kementerian sosial atau Dinas Sosial Provinsi Riau untuk meminta bantuan alat pembersih udara serta menyiapkan dapur umum di setiap lokasi evakuasi.

Menurut Bupati Syamsuar hujan diperkirakan turun November ini. Informasi ini, sebutnya berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). "Apakah awal, pertengahan atau akhir, itu belum bisa dipastikan," sebutnya.

Melihat lamanya datang musim hujan, Bupati Syamsuar mulai mengkhawatirkan persediaan air bersih. Pasalnya, kini banyak masyarakat, terutama di daerah perkampungan yang meminta persediaan air bersih
akibat keringnya sumur semenjak kemarau.

Lakukan Evakuasi
Sementara itu, Kadiskes Siak, Toni Chandra memaparkan angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sudah mencapai 400 PSI dan pihaknya segera melakukan evakuasi warga, terutama ibu-ibu hamil dan balita. Selain itu juga akan dilakukan sweping ke rumah-rumah penduduk untuk melihat langsung
kondisi kesehatan warga.

Lokasi tempat penampungan korban asap, sebutnya telah didirikan di beberapa kecamatan, seperti di Kecamatan Siak, lokasi evakuasi di gedung Mahratu, asrama haji, mess pemda, Siak Sport Hall, Aula kantor Camat, Gedung serba guna kantor Lurah Kampung Dalam, Gedung serba guna kantor Lurah Kampung Rempak. "Di tempat penampugan juga disediakan fasilitas AC, karpet, TV, alat kesehatan, tenaga medis. Tempat penampungan memiliki daya tampung sebanyak 1.500 orang," ujarnya.

Selanjutnya, di Kecamatan Mempura di Gedung serba guna kantor Camat Mempura, aula kantor Bupati Siak dan Puskesmas Kecamatan Mempura dengan daya tampung 1.100 orang serta dilengkapi alat kesehatan.

Dalam kesempatan itu, Toni juga mengaku sudah membagikan sebanyak 350 ribu masker dan menyediakan air bersih untuk konsumsi rumah tangga. "Data penyakit dampak kabut asap dari Juli sampai Oktober mencapai ribuan kasus. Di antaranya, batuk dan pilek sebanyak 8.418, Inpeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sebanyak 334, asma sebanyak 525, iritasi kulit sebanyak 1.181 dan iritasi mata sebanyak 412 orang.(halloriau)

 
Berita Terbaru >>
KPK Akan Periksa Direktur Lippo Cikarang
Garuda Jamin KSO tak Ganggu Operasional Sriwijaya Air
FJPI Riau Hadiri Sarasehan dan Kongres Jurnalis Perempuan Indonesia
Chevron Dukung Pelatihan Pengelolaan Sampah untuk Guru TK dan PAUD
Tragedi Semanggi, Keluarga Korban Tagih Janji Jokowi
Garuda Indonesia Ambil Alih Opresional Sriwijaya Group
Kurir Jaringan Sabu Eks Politikus NasDem Diburu BNN
Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Wilayah di Tualang Terendam Banjir
Raih Juara Terbaik Nasional, Syamsuar Kunjungi Puskesmas Sei Apit
KPK Minta Menag Tinjau Ulang Pengadaan Kartu Nikah
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com