Kamis, 17 Januari 2019
Follow:
Home
Makanan Penyebab Obesitas pada Anak
Sabtu, 07/11/2015 - 00:40:19 WIB
 
 

JAKARTA - Di seluruh dunia, tingkat obesitas anak meningkat. Di Amerika Serikat, 31 persen anak-anak mengalami kegemukan atau obesitas. Angka di Eropa bahkan lebih tinggi, mencapai 40 persen. Bahkan di wilayah dimana obesitas bukan menjadi masalah besar, pelan-pelan jadi masalah yang semakin meningkat.

Kecenderungan itu, tak diragukan lagi, disebabkan oleh apa yang dikonsumsi oleh anak maupun remaja.

Penasaran mencari jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut, para peneliti dari Duke National University, Singapura, melihat lebih dekat jenis-jenis makanan yang selama ini dihubungkan sebagai penyebab kegemukan dan obesitas anak.

Memakai Avon Longitudinal Study of Parents and Children, yang mencatat indeks diet dan massa tubuh (BMI) sekitar 4500 anak di Inggris pada 1990, para ilmuwan melacak apa yang dimakan oleh anak-anak, dan apa yang terjadi pada tubuh anak selama tiga tahun. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan BMI anak-anak generasi 2000an.

Yang mereka temukan jadi bukti meyakinkan bahwa makanan tertentu mungkin saja penyebab obesitas pada anak. 

Anak-anak yang teratur makan keripik kentang cenderung mengalami kenaikan berat badan tertinggi. “Kami menemukan bahwa keripik kentang merupakan salah satu makanan yang paling menyebabkan obesitas anak-anak muda,” kata peneliti, seperti dilaporkan oleh Independent.

Mereka melanjutkan, “Keripik kentang mengandung energi sangat tingi, dan memiliki indeks kenyang yang rendah, tapi mereka umumnya dikonsumsi sebagai makanan ringan.”

Kentang goreng, ayam goreng, daging olahan, mentega, juga punya dampak yang buruk. Belum lagi  tambahan dari makanan-makanan itu, misalnya makanan penutup manis serta minuman manis.

Makanan yang dimasak dengan minyak, baik dengan cara digoreng, ditumis, atau dipanggang, juga dikaitkan dengan kenaikan berat badan. Namun, Erick Finkelstein, pengajar di Fakultas Kesehatan, Universitas Duke, mengatakan, bukan berarti makanan yang memiliki lebih banyak kalori bisa menyebabkan kelebihan berat badan.

“Ada makanan, misalnya kentang, yang tidak buruk bagi kesehatan karena mengisi perut Anda,” katanya. Tapi, dia melanjutkan, ketika Anda mengubahnya jadi kentang goreng dan keripik kentang, dia bisa menyebabkan pertambahan berat badan.

Sudah sejak lama para peneliti mempelajari, mengapa beberapa makanan lebih mengeyangkan daripada yang lain. Studi pada 1996 menemukan, makanan berlemak, secara mengejutkan cenderung kurang membuat kenyang.

Sementara, makanan padat berkabohidrat dan protein justru sebaliknya. Dalam buku Fat Detection, dijelaskan bahwa lemak lebih padat energi, tapi tidak lebih membuat kenyang.

Finkelstein menambahkan bahwa kalori yang berasal dari cairan juga merupakan masalah. Sebab minuman berkalori bersifat kurang mengenyangkan dibanding makanan padat. Dengan kata lain, soda dan minuman manis lain dua kali lipat berbahaya.

“Realitasnya adalah, anak-anak yang kelebihan berat badan, hampir pasti menjadi orang dewasa obesitas,” kata Finkelstein. “Apapun yang terjadi ketika anak-anak, hampir selalu tidak dapat diubah.”  *klik

Sumber: CNN Indonesia

 
Berita Terbaru >>
Luhut Binsar Panjaitan Panen Raya dan Bagikan Sertifikat di Siak
Vanessa Angel Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Prostitusi Online
Aris 'Idol' Ditangkap Karena Penyalahgunaan Narkoba
Kunjungi Siak, Menko Kemaritiman Puji Sikap Patriot Sultan Syarif Kasim II
Pemko Pekanbaru Kembali Agendakan Relokasi PKL Teratai
Mandeh Run 2019 di Surga Wisata Tersembunyi
Dinas PUPR Dumai Hentikan Proyek Tanpa Izin
Tim Penasehat Hukum Mentahkan Dakwaan JPU, Agus Salim Harus Bebas Demi Hukum
Piala Adipura ke 4, Hadiah Manis untuk Syamsuar Sebelum Dilantik Sebagai Riau I
Rumah Tenun Kampung Bandar, Penghasil Kain Tenun Riau Sejak 2012
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com