JAKARTA (klikriau.com) - Arga Dimas Saputra salah seorang korban penganiayaan dibawah umur yang terjadi di Kabupaten Kuantang Singingi (Kuansing) harus rela kehilangan kaki kirinya setelah menjalani amputasi di Rumah Sakit"> JAKARTA (klikriau.com) - Arga Dimas Saputra salah seorang korban penganiayaan dibawah umur yang terjadi di Kabupaten Kuantang Singingi" />
Jum'at, 28 Februari 2020
Follow:
Home
Dimas Korban Penganiayaan Dibawah Umur
Membutuhkan Biaya Banyak Pasca Operasi
Sabtu, 13/02/2016 - 03:15:09 WIB
  Arga Dimas Saputra saat terbaring di RSCM Jakarta sebelum menjalani operasi amputasi kaki kirinya
 

JAKARTA (klikriau.com) - Arga Dimas Saputra salah seorang korban penganiayaan dibawah umur yang terjadi di Kabupaten Kuantang Singingi (Kuansing) harus rela kehilangan kaki kirinya setelah menjalani amputasi di Rumah Sakit Cipto Mangkusumo (RSCM) Jakarta, Kamis (11/2).

Dimas yang baru menginjak umur 8 tahun itu mengalami patah tulang pada kaki kirinya setelah mendapat penganiayaan oleh tiga orang kakak kelasnya pada akhir November 2015 lalu.

Karena tidak memiliki biaya untuk berobat ke Rumah Sakit(RS), orangtua Dimas akhirnya terpaksa memberikan perawatan sendiri pada Dimas dan pada akhirnya tulang patahan tulang mengalami pembusukan dan akhirnya harus diamputasi.

Jon Paizal, salah seorang relawan yang mengumpulkan dana operasi Dimas kepada wartawan mengatakan, Dimas pernah menjalani perawatan di RS Kuansing, namun karena kondisi Dimas sudah tidak memungkinkan untuk dirawat di RS Kuansing dan dibawa ke RSCM Jakarta.

"Alhamdulillah operasi yang dijalani Dimas berjalan dengan lancar, saat ini ia sudah berada di Ruang ICU," ungkap Jon melalui telepon selularnya.

Pasca operasi, Jon menjelaskan orang tua Dimas yang berprofesi sebagai petani di Kuansing itu kembali harus mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk melanjutkan pengobatan Dimas hingga benar-benar sembuh.

Sementara orangtua pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap Dimas hingga kini belum ada memberikan bantuan, bahkan laporan yang sudah masuk pada Polsek setempat sama sekali belum diproses.

"Orangtua Dimas tidak menuntut banyak dari orangtua pelaku, tapi hanya menuntut untuk membantu biaya pengobatan, tapi hingga kini sama sekali tidak direspon," tandasnya.

Mengenai biaya yang harus dikeluarkan untuk merawat Dimas hingga sembuh, Jon mengatakan belum mengetahui besaran biaya tersebuit, pasalnya pengobatan yang harus diberikan pada Dimas masih panjang.

"Setelah operasi Dimas juga harus menjalani kemoterapi selama enam bulan ke depan. Selama itu pula, dirinya akan tinggal di RSCM," paparnya.

Untuk sementara, Jon mengaku pihaknya terus berupaya untuk mengumpulkan sumbangan dari berbagai pihak, salah satunya Dinas Kesehatan Riau, selain itu juga ada juga bantuan dari mahasiswa Kuansing yang peduli terhadap generasi penerus Kuansing itu.

Kedepan, guna meringankan beban yang ditanggung orangtua dan keluarga Dimas, Jon mengatakan sangat mengharapkan adanya uluran tangan tangan dermawan untuk membantu.

Bagi masyarakat yang ingin membantu meringankan beban keluarga Dimas, Jon menyebutkan bisa menyalurkannya lewat nomor rekening BNI 0370013278 atas nama Jon Paizal atau langsung menghubungi 081316500247.*Klik-rls

 
Berita Terbaru >>
Komit Tindaklanjuti MoU, Unilak Gelar Pelatihan Relawan Karhutla
HT Yakin Menang Mutlak di Desa Sialang Indah
Pengurus JMSI Riau Galang Dana untuk Bantu Pengobatan Anak Wartawan
Terharu Dibezuk HT, Sarah Calon Hafizoh Doakan HT Jadi Bupati Pelalawan
Warga Dua Desa di Teluk Meranti Satu Suara Menangkan HT
Kenang Jasa-jasa Kadispar Riau, Tiga Ruangan Pertemuan Bertukar Nama
Sebelum Menaiki Pesawat, Presiden Jokowi Berpesan Dashboard Lancang Kuning Bagus Sekali
Kapolda Riau Lepas Peserta Lomba lari Fun Run di Kota Dumai
HT Minta Tidak Ada Pihak yang Intimidasi Warga dan Tim
Diduga Camat Kongkalikong, Honor RT/RW 2 Bulan Tak Dibayar
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com