Senin, 21 Januari 2019
Follow:
Home
Perlukah Gigi Bungsu Dicabut? Ini Penjelasanya!
Rabu, 23/03/2016 - 13:29:48 WIB
  Ilustrasi (net)
 

JAKARTA (klikriau.com)- Gigi bungsu atau gigi geraham ketiga adalah gigi terakhir yang tumbuh di rongga mulut kita. Gigi ini keluar atau bererupsi di mulut kita di usia sekitar 17-25 tahun, atau di usia yang lebih lanjut.

Ketika gigi bungsu tumbuh, biasanya setelah gigi-gigi lain yang berjumlah 28 sudah tumbuh semua sehingga sering sekali tidak ada ruang lagi yang cukup untuk tempat gigi bungsu.

Hal ini sering menyebabkan keluarnya gigi bungsu menimbulkan rasa nyeri pada mulut bagian belakang, yaitu area di belakang gigi geraham kedua. Nyeri ini meningkat secara bertahap seiring keluarnya gigi bungsu tersebut terutama bila posisi tumbuh tidak sempurna atau mengalami kemiringan. Tanda lainnya adalah kemerahan, lunak dan/atau sedikit bengkak di area sekitar gigi bungsu yang akan tumbuh.

Gigi bungsu dapat mengalami impaksi (gigi tidak dapat keluar sama sekali ke rongga mulut atau gigi tidak dapat keluar secara utuh di rongga mulut). Penyebab dari gigi impaksi adalah posisi dan adanya tekanan dari gigi tetangga yang tidak menguntungkan bagi proses keluarnya gigi bungsu, kepadatan tulang yang mengelilinginya, inflamasi yang kronis, tidak adanya jalan atau ruang bagi gigi bungsu untuk keluar, dan posisi gigi yang tidak memungkinkan untuk si gigi bungsu keluar.

Semakin lama terjebak, maka gigi bungsu semakin memiliki potensi untuk menyebabkan masalah dalam rongga mulut kita. Gigi bungsu yang impaksi dapat terinfeksi karena area gigi bungsu tersebut adalah area yang sulit dibersihkan. Makanan dan bakteri dapat menumpuk di daerah antara gigi bungsu dan gigi di depannya yang dapat menyebabkan timbulnya gigi berlubang, penyakit gusi, kista, selulitis dan masalah lainnya, yang jika dibiarkan infeksi tersebut dapat menjadi sumber infeksi bagi tubuh kita karena bakteri dapat menyebar melalui peredaran darah mengakibatkan penyakit di bagian tubuh lainnya.

Apakah Gigi Bungsu Harus Dicabut dan Apa Pertimbangannya?

Gigi bungsu yang keluar secara utuh di rongga mulut (tidak impaksi), tidak nyeri, tidak berlubang, gusi sehat, dan kebersihan mulut baik, kemungkinan besar tidak perlu dicabut. Namun Disarankan untuk tetap berkonsultasi ke dokter gigi untuk memastikan kondisinya. Gigi bungsu yang impaksi disarankan untuk dicabut bila:

1. Terjadi infeksi dan penyakit yang menyerang gusi, tulang atau area di sekitar gigi bungsu

2. Mempunyai lubang yang tidak dapat dirawat lagi - Kondisi seperti munculnya kista atau pun tumor

3. Gigi bungsu merusak gigi sebelahnya

4. Perlu dicabut untuk keperluan perawatan ortho (kawat gigi)

5. Untuk menghilangkan sumber infeksi terutama pada pasien yang akan radio/kemoterapi, trasplantasi organ, dsb.

Setelah pencabutan gigi bungsu biasanya akan terjadi pembengkakan dan sedikit ketidaknyamanan yang merupakan proses dari penyembuhan yang normal. Hal ini dapat diminimalisasi dengan kompres es. Setelah kita datang ke dokter gigi untuk pencabutan gigi bungsu, biasanya kita akan diberi resep seperti antibiotik untuk mencegah infeksi dan juga obat penghilang rasa sakit dan obat-obatan tersebut harus diminum. Dan jangan lupa kontrol ke dokter gigi paska pencabutan gigi bungsu sesuai instruksi yang diberikan oleh dokter gigi yang merawat, biasanya seminggu setelahnya.*klik-net

Sumber: Liputan6

 
Berita Terbaru >>
Tetap Awet Muda, Ini Rahasia Ira Koesno si Pemandu Debat Capres
Berbeda Pendapat Sebuah Kewajaran, Tapi Tetap Ada Adabnya
Kejati Pimpin Serah Terima Tiga Kejari di Riau
Luhut Binsar Panjaitan Panen Raya dan Bagikan Sertifikat di Siak
Vanessa Angel Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Prostitusi Online
Aris 'Idol' Ditangkap Karena Penyalahgunaan Narkoba
Kunjungi Siak, Menko Kemaritiman Puji Sikap Patriot Sultan Syarif Kasim II
Pemko Pekanbaru Kembali Agendakan Relokasi PKL Teratai
Mandeh Run 2019 di Surga Wisata Tersembunyi
Dinas PUPR Dumai Hentikan Proyek Tanpa Izin
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com