Jum'at, 22 Maret 2019
Follow:
Home
ISIS Akhirnya Mengaku Kalah di Irak dan Suriah
Sabtu, 22/10/2016 - 10:16:12 WIB
 
 

BAGHDAD-Para pemimpin senior kelompok militan negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) akhirnya dipaksa akan mengakui kekalahan mereka di Irak dan Suriah.

Menurut jihadis asing yang sudah meninggalkan ISIS, kelompok militan itu kemudian akan melanjutkan perlawanan dengan melancarkan serangan ke negara Barat.

Dua muslim asal Belgia yang belum lama ini membelot dan kabur ke Turki mengungkapkan, ISIS mengalami serangkaian kemunduran setelah para pemimpin mereka tewas dan wilayah kekuasaan mereka menyusut. Di saat yang sama, hancurnya gudang amunisi mereka membuat kelompok militan itu hanya mempunyai senjata ringan dan mengandalkan taktik serangan bom bunuh diri.

"Sewaktu ISIS ke Irak dan merampas kendaraan tempur dari pasukan pemerintah, itu adalah kesuksesan besar karena kelompok ini kemudian tumbuh makin pesat. Tapi ketika Amerika mulai melancarkan serangan udara, banyak kendaraan tempur itu juga hancur," kata Rachid, 27 tahun, mantan montir di Belgia sebelum bergabung ke Suriah, seperti dilansir koran the Independent, Jumat (21/10), dirilis merdeka.com.

Menurut dia, ISIS kini hanya berusaha mempertahankan wilayah kekuasaan dan bukan lagi memperluas. Mereka masih mempunyai para ahli pembuat bom dan mobil untuk serangan bom tapi ketika AS dan Rusia mulai menghajar mereka dengan serangan udara, mobil-mobil itu hancur. Selain itu jumlah para relawan bunuh diri juga semakin berkurang.

"Tapi ISIS masih menyiapkan orang untuk melancarkan serangan bom bunuh diri di Eropa dan itu bisa menimbulkan korban lebih besar. Karena itulah para pentolan ISIS mengatakan perjuangan mereka harus dilanjutkan di Eropa," kata dia.

Menurut Yasin, rekan Rachid yang membelot, kematian pentolan ISIS, Umar al-Shishani, menjadi pukulan telak bagi kelompok pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi itu. Musim panas lalu Shisani, seorang warga Gerogia-Chechnya yang punya nama asli Tarkhan Tayumurazovich Batirashvilli, dilaporkan terbunuh di luar Kota Mosul akibat serangan udara.

"Sebagian orang bilang dia tidak tewas tapi kabar ini membuat ISIS terpukul karena dia sosok yang berpengalaman dan pemimpin berani," kata Yasin.

Selain itu ISIS juga banyak kehilangan pendapatan dari menyusutnya wilayah kekuasaan, terutama dari lokasi-lokasi ladang minyak yang mereka kuasai. (ee)

(f: merdeka.com)

 
Berita Terbaru >>
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
Pancing Hujan, 19 Ton Garam Disemai di Langit Riau
Ustadz yang Fitnah Pemerintah Legalkan Zina Dipulangkan
Bujuk Seorang Ayah Gendong Anak Hendak Bunuh Diri, Wabup Purwakarta Panjat Tower
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com