Rabu, 23 Januari 2019
Follow:
Home
Kasus Pembunuhan Massal
Mantan Presiden Mesir Dibui 20 Tahun
Senin, 24/10/2016 - 11:36:21 WIB
 
 

KAIRO-Mantan Presiden Mesir Mohamed Mursi divonis 20 tahun penjara oleh pengadilan. Hukuman tersebut diberikan lantaran kasus pembunuhan massal yang dilakukan saat demonstrasi besar pada 2012.

Vonis ini adalah yang pertama dari empat tuntutan yang diajukan pada Mursi. Selain itu, Mursi tidak diperkenankan untuk mengajukan banding.

Selain Mursi, beberapa tokoh politik Mesir juga dijatuhi hukuman serupa, seperti Mohamed el-Beltagy dan Essam el-Erian. Ketiganya dituntut 2015 lalu dengan tuduhan penculikan, penyiksaan dan pembunuhan para demonstran saat unjuk rasa 2012.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (22/10), sebagaimana dilansir merdeka.com, rezim Persaudaraan Muslim ini menyangkal tuduhan tersebut.

"Mereka (demonstran) dibunuh oleh orang-orang mereka sendiri," ujar tim kuasa hukum Mursi kala itu.

Selain kasus pembunuhan massal ini, Mursi juga dituntut lantaran membobol penjara para tahanan Persaudaraan Muslim pada 2011. Sementara itu, hukuman lainnya adalah hukuman mati karena menjadi mata-mata bagi kelompok Hamas.

Mursi merupakan presiden pertama yang dipilih pada pemilu 2012. Namun, kudeta militer menggulingkannya dari kursi orang nomor satu di Negeri Piramida pada 2013. (ee)

(f: merdeka.com)


 
Berita Terbaru >>
Pengamat: 100 Hari Kepemimpinan, Syamsuar-Edy Tidak Bisa Berbuat Banyak
Demi Rakyat, Gubri Terpilih akan Pangkas Biaya Perjalanan Dinas
Jatmiko Krisna Santosa Jabat Direktur Utama PTPN V
PASS LANTANG Riau Resmi Dikukuhkan
Saiman Pakpahan: Wakil Rakyat Riau Hanya Grup 'Paduan' Suara
Sepuluh Pejabat Pemko Pekanbaru Dikukuhkan Walikota
Wajib Pajak Curang, Perbulan Pemko Pekanbaru Rugi Ratusan Juta
Tahun ini, DPKP Pekanbaru Rancang Panggilan Cepat Smart Rescue Madani
Mulai Sore Ini Supermoon Bisa Dilihat Diseluruh Indonesia
Semua Wilayah di Pedamaran Sudah Miliki Aliran Listrik
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com