Kamis, 17 Januari 2019
Follow:
Home
5 Mitos Salah Kaprah tentang Pelecehan Seksual terhadap Anak
Jumat, 28/10/2016 - 12:00:12 WIB
 
 

ZAMAN internet yang serba canggih dan terbuka membuat pengawasan terhadap anak semakin sulit. Orangtua ingin anak tumbuh dan berkembang dengan normal, berinteraksi dengan orang lain, dan melakukan banyak hal di luar rumah. Namun di saat yang sama, kasus kejahatan seksual terhadap anak yang semakin mengkhawatirkan membuat orangtua seolah ingin merangkul anak dalam dekapan aman lingkungan rumah setiap waktu.

Dengan edukasi, orangtua bisa melindungi anak dari kejahatan seksual. Jika anak paham mengenai pentingnya batasan dalam berinteraksi, mereka tidak akan menjadi target mudah bagi predator seksual. Mereka bisa mengambil keputusan tepat untuk melindungi diri dari pendekatan yang tak diinginkan. Lebih penting lagi, orangtua bisa mencegah anak melakukan pelecehan seksual terhadap anak lain.

Namun sebelum mengedukasi anak, sebagaimana dilansir merdeka.com, orangtua pun perlu memahami definisi pelecehan seksual terhadap anak serta segala hal yang berkaitan dengannya. Masih banyak mitos salah kaprah mengenai kejahatan seksual terhadap anak yang masih dipercaya oleh para orangtua.

Mitos 1: Anak perlu memahami bahayanya berinteraksi dengan orang asing (saja)

Sebagai orangtua, kita kerap memperingatkan anak untuk tidak mudah menerima ajakan dari orang yang tidak dikenal. Namun kita sering lupa, sebagian besar kejahatan seksual terhadap anak justru dilakukan oleh orang-orang yang sudah mereka kenal. Pelaku kejahatan seksual bisa saja guru di sekolah, tetangga yang sering bermain dengan anak, atau bahkan orangtua kandung.

Untuk menghindarkan anak dari bahaya seperti ini, ajarkan mengenai pentingnya batasan dalam berinteraksi, perilaku yang pantas dan tidak, serta bagaimana cara mengomunikasikan pelecehan kepada orangtua.

Mitos 2: Hanya orang dewasa yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak

Anak juga bisa menjadi pelaku kejahatan seksual terhadap teman sebaya mereka. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan mengenai tindakan yang pantas dan tidak dalam interaksi sosial. Dalam banyak kasus, aksi bullying yang dilakukan anak-anak berkembang menjadi kasus pelecehan seksual serius. Untuk menghindari hal ini, sekali lagi merupakan tugas orangtua untuk mengedukasi anak.

Mitos 3: Meminta anak untuk 'bersikap ramah' setiap waktu adalah hal yang wajar

Kadang orangtua cenderung memaksa anak untuk memberikan pelukan atau menerima ciuman dari orang dewasa yang mendekati mereka agar terlihat sopan.

Sebaiknya orangtua menghargai ketika anak menolak untuk berdekatan dengan orang dewasa atau teman sebaya yang membuat mereka merasa tidak nyaman. Dengan begini, mereka jadi belajar cara untuk berkata 'tidak' saat predator seksual melakukan pendekatan.

Mitos 4: Pendidikan seksual baru diperlukan saat anak menginjak pubertas

Mungkin anak belum perlu mengetahui detail sistem reproduksi, tetapi sebaiknya mereka diajarkan untuk mengenal tubuh mereka sejak dini. Mereka harus tahu nama-nama anggota tubuh dan bagian mana saja yang termasuk pribadi. Dengan cara ini, mereka akan lebih mudah untuk menyampaikan pertanyaan atau kekhawatiran yang berkaitan dengan anggota tubuh tersebut. Misalnya saja jika teman atau tetangga menyentuh perut atau punggung mereka dengan cara yang tak pantas dan membuat mereka merasa tak nyaman.

Mitos 5: Kadang anak berbohong mengenai pelecehan yang mereka alami untuk mencari perhatian

Jangan salah, mengomunikasikan tindak pelecehan yang dialami merupakan hal yang sangat sulit bagi tiap korban. Sedikit banyak mereka dihantui perasaan takut dihakimi atau tak dipercaya. Ketika anak menyampaikan tindak pelecehan yang mereka alami atau tak sengaja mereka saksikan, segeralah bertindak.

Itulah beberapa mitos mengenai pelecehan seksual terhadap anak yang perlu diluruskan. (ee)

(f: merdeka.com)


 
Berita Terbaru >>
Luhut Binsar Panjaitan Panen Raya dan Bagikan Sertifikat di Siak
Vanessa Angel Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Prostitusi Online
Aris 'Idol' Ditangkap Karena Penyalahgunaan Narkoba
Kunjungi Siak, Menko Kemaritiman Puji Sikap Patriot Sultan Syarif Kasim II
Pemko Pekanbaru Kembali Agendakan Relokasi PKL Teratai
Mandeh Run 2019 di Surga Wisata Tersembunyi
Dinas PUPR Dumai Hentikan Proyek Tanpa Izin
Tim Penasehat Hukum Mentahkan Dakwaan JPU, Agus Salim Harus Bebas Demi Hukum
Piala Adipura ke 4, Hadiah Manis untuk Syamsuar Sebelum Dilantik Sebagai Riau I
Rumah Tenun Kampung Bandar, Penghasil Kain Tenun Riau Sejak 2012
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com