Minggu, 31 Mei 2020
Follow:
Home
Tolak Toko Modern, Mahasiswa UPP Kembali Demo Kantor Bupati Rohul
Selasa, 01/11/2016 - 19:34:43 WIB
 
 

PASIRPANGARAIAN-Puluhan mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP) kembali berdemo di kantor Bupati Rokan Hulu (Rohul), Selasa (1/10/16). Aksi yang bertepatan dengan waktu Salat Zuhur ini masih menolak pendirian gerai toko modern seperti Alfamart dan Indomaret.

Aksi damai penolakan toko modern diawali orasi di gerbang kantor Bupati Rohul. Tak lama kemudian, massa dibolehkan berorasi di teras kantor orang nomor satu di daerah berjuluk Negeri Seribu Suluk tersebut.

Di teras kantor Bupati Rohul, massa sudah ditunggu Asisten I Bidang Pemerintahan Juni Syafrin, Kabid Perdagangan dari Diskoperindag Rohul Syafruddin, dan Kasi di Tata Pemerintahan Junaedi.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan, Wikki Yuliandra, dalam orasinya mengatakan untuk kedua kalinya, aksi mereka menolak keberadaan toko modern tidak disambut oleh Plt Bupati Rohul H. Sukiman.

"Sukiman maunya apa?," ujar Wikki saat orasi singkat di teras kantor Bupati Rohul, Selasa siang, sebagaimana dilansir riauterkini.com.

Mahasiswa menilai, izin prisip persetujuan toko modern dikeluarkan Plt Bupati Rohul tidak sesuai visi misi Suparman-Sukiman yang lebih menonjolkan ekonomi kerakyatan.

Menurut mereka, seharusnya pemerintahan sekarang lebih meningkatkan taraf pendapatan pedagang kecil, seperti pedagang di Pasar Modern Pasirpangaraian.

Orator lain, Balian Nasution menambahkan Sukiman memberikan izin prinsip pendirian toko modern tanpa kajian lebih awal, seperti izin dari Diskoperindag dan instansi terkait. Bahkan, meski izin belum lengkap, sudah ada Alfamart yang sudah dioperasi, namun tidak ditertibkan.

Mahasiswa mengaku kecewa, karena aksi pertama dan aksi kedua tidak ditanggapi Plt Bupati Rohul, dimana di aksi kedua Sukiman sendiri tengah mengikuti acara Tiga Pilar di kantor Gubernur Riau di Kota Pekanbaru.

Menanggapi aksi demo mahasiswa UPP, Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Rohul Juni Syafrin mengakui Pemda baru keluarkan izin prinsip terhadap sekira 15 gerai toko modern.

"Istilahnya baru assalamuailkum, dan belum izin operasional," ujar Juni.

Pemda dalam hal ini, sambung Juni, cukup arif dan bijaksana. Karena sejumlah swalayan atau minimarket lokal sendiri baru sebatas mengantongi izin gangguan atau HO. Seharusnya juga harus mengantongi izin prinsip.

Juni menerangkan, bahwa setelah izin prinsip keluar, toko modern, swalayan, minimarket harus punya analisis akademi.

"Jadi ada beberapa izin lagi yang harus diurus mereka. Bukan hanya izin prinsip saja," jelas Juni.

Soal penolakan mahasiswa terhadap pendirian gerai pasar modern, dan meminta Pemkab Rohul membuat kebijakan, Juni mengakui Pemda tidak bisa melarang pengusaha yang akan membuka usahanya di suatu daerah.

"Kami sudah mencari celah, namun tidak ada aturan yang melarangnya. Bukan tidak bisa, tidak hak Pemda melarang suatu usaha, kami hanya bisa mengatur. Makanya kami ke Yogyakarta (studi banding). Kami belajar ke Sleman dan mereka juga tidak bisa menolak," ungkapnya.

"Kalau kita menolak kita bisa di-PTUN-kan, kerana tidak ada wewenang Pemda menolaknya. Cuma kita bisa mengatur," tambah Juni.

Terkait adanya toko modern seperti Alfamart yang sudah beroperasi meski izin belum lengkap, Juni mengakui Pemkab melalui BPTP2M Rohul sudah melayangkan surat peringatan ke pengusaha. Bahkan, pihak Pemda bersedia menunjukan surat peringatan tersebut ke mahasiswa.

Setelah sempat berdebat cukup lama, dan mahasiswa diberi penjelasan alasan soal pendirian gerai toko modern, akhirnya mahasiswa membubarkan diri. (ee)

(f: rtc)

 
Berita Terbaru >>
Mamun Murod Tuai Banyak Dukungan
Maiyuni: Kecil Tapak Tangan, Nyiru Kami Tadahkan
Kuasa Hukum Harap Hakim Tidak Membatasi Jumlah Saksi
Zufra: Lengkapi Dokumen, Lapor ke Mendagri
Bappeda Riau Sebut Akan Mengkaji Ulang
Gubri: Hindari Terpapar Covid-19 Masyarakat Sebaiknya Salat Idul Fitri di Rumah
Surat Perjalanan Khusus Warga Masuk Riau akan Diverifikasi Ulang
Harimau Sumatera Mati di Lahan Konsesi Arara Abadi dengan Kaki Terjerat
5 Fraksi Minta PKS Ganti Hamdani Jadi Ketua DPRD Pekanbaru
Antar 150 Paket Tajil dan Buka Puasa untuk Anak
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com