Selasa, 26 Mei 2020
Follow:
Home
Kisah Model Majalah Dewasa Dihamili Pengusaha Lalu Ditinggal Kabur
Kamis, 24/11/2016 - 11:03:58 WIB
 
 

JAKARTA-Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Peribahasa itu bisa mewakili apa yang kini tengah dirasakan AC, perempuan berprofesi sebagai model majalah pria dewasa. Bagaimana tidak, dirinya termakan rayuan gombal seorang pengusaha ketika mendekatinya.

Kini, ia harus menanggung malu serta akibat ditinggal kabur si pengusaha usai menghamilinya.

Kisah berawal ketika AC berkenalan dengan NS, pria mengaku pengusaha muda pada Juli 2016 silam. Kemudian, di tanggal 1 Agustus, AC diundang NS ke suatu tempat.

"Klien kami kenal NS sejak Juli 2016. Dan bulan Agustus tanggal satu itu, klien kami diundang ke satu tempat, tempat nyanyi," ujar pengacara AC, Sunan Kalijaga di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/11), sebagaimana dilansir merdeka.com.

Di tempat itu-lah, NS mengeluarkan jurus rayuan gombalnya. Namun, tak hanya sekali, NS pun berulang kali merayu AC dengan sesumbar ingin bertanggung jawab terhadapnya.
selanjutnya

Gayung bersambut. AC termakan rayuan gombal NS sehingga terjadilah hubungan seksual diantara keduanya. Namun, sebelum berhubungan, AC dicecoki minuman beralkohol yang membuatnya mabuk.

"Kata AC disiapkan jenis minuman yang berakibat buat klien kami ini ada dibawa pengaruh alkohol, tak sadar saat itu," ungkap Sunan.

Rupanya hubungan badan tersebut membuat AC berbadan dua. Praktis, ia langsung menghubungi NS untuk meminta pertanggungjawaban. Bukannya bertanggungjawab, NS malah menyuruh AC menggugurkan kandungannya.

AC dan pengacara di Polda Metro 2016 Merdeka.com

"Saya temui dia bulan Oktober 2016 kemarin dan setelah tahu saya hamil, awalnya suruh gugurin, tapi setelah tiga harian, dia malah menghilang begitu saja dari tanggungjawabnya," ujar AC.

Kesal sudah ditipu, AC menempuh jalur hukum. Berbekal sejumlah barang bukti, AC resmi melaporkan NS ke Polda Metro Jaya, 15 November lalu. Laporan tersebut tertuang dalam LP/5620/IX/2016/PMJ/Dit.Reskrimum atas dugaan tindakan asusila.

Sunan Kalijaga menegaskan agar kliennya tidak perlu lagi berkomunikasi dan bertemu dengan pelaku. Karena, pelaku baru diketahui sudah berkeluarga.

Menurut Sunan Kalijaga, apa yang telah diambil kliennya untuk melaporkan pelaku adalah tepat. Karena untuk memberikan efek jera.

"Kenapa? Karena kita sudah lakukan tahapan, seperti mengundang mediasi, tapi tak ada itikad baik. Selain ini, kami tempuh upaya hukum perdata juga," katanya.

"Dan sesuai pemeriksaan dokter klien kami sekarang hamil kurang lebih 12 minggu. NS sempat bilang mau bertanggung jawab, tapi belakangan menghilang dan tidak bisa dihubungi," pungkasnya. (ee)

(f: merdeka.com)

 
Berita Terbaru >>
Maiyuni: Kecil Tapak Tangan, Nyiru Kami Tadahkan
Kuasa Hukum Harap Hakim Tidak Membatasi Jumlah Saksi
Zufra: Lengkapi Dokumen, Lapor ke Mendagri
Bappeda Riau Sebut Akan Mengkaji Ulang
Gubri: Hindari Terpapar Covid-19 Masyarakat Sebaiknya Salat Idul Fitri di Rumah
Surat Perjalanan Khusus Warga Masuk Riau akan Diverifikasi Ulang
Harimau Sumatera Mati di Lahan Konsesi Arara Abadi dengan Kaki Terjerat
5 Fraksi Minta PKS Ganti Hamdani Jadi Ketua DPRD Pekanbaru
Antar 150 Paket Tajil dan Buka Puasa untuk Anak
Hendry: Hakim Langgar Kode Etik dan Tertib Hukum Acara Perdata
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com