Rabu, 27 Mei 2020
Follow:
Home
Berharap Pemerintah Pusat Segera Keluarkan RTRW (Tamat)
Kamis, 27/04/2017 - 08:59:11 WIB
  Kawasan Industri Dumai. (Foto: tribun news.com)
 

GEMERLAP cahaya lampu dari hydrocrackcer, kilang pengolahan bahan
bakar minyak (BBM) milik PT Pertamina sudah lama menerangi sebagian
wilayah Dumai di waktu malam. Deru mesinnya yang nyaris bekerja
sepanjang waktu, membuat denyut nadi pembangunan di kota pelabuhan ini
menjadi kian terasa.
  
Kini Dumai semakin bertambah semarak dengan bermunculannya berbagai
industri di seantero kota seluas 1.760 meter persegi yang dikelilingi
kawasan hutan dan pantai ini. Tangki-tangki tempat penampungan minyak
sawit mentah (CPO), tampak menjulang tinggi di hampir sepanjang garis
pantai Dumai sepanjang 200 kilometer, seperti ingin menyaingi
tangki-tangki minyak bumi milik PT Chevron Pacific Indonesia, dan PT
Pertamina yang sudah lebih dulu hadir di sana.
  
Selain itu, kawasan industri juga telah 'menjamur' memenuhi garis
pantai. Mulai dari yang berada di tengah kota, seperti milik PT
Pelindo dan Pertamina, hingga yang jauh ke pelosok. Seperti Kawasan
Industri Dumai (KID) seluas 5.000 hektare di Pelintung, dan Kawasan
industri Lubuk Gaung seluas 1.700 hektare.
  
Kendati masih sekitar 30 persen yang sudah terisi, namun kemajuan
KID tampak sudah begitu pesat. Di sini telah berdiri pabrik pupuk
jenis NPK yang terbesar di kawasan Asean. Juga ada pabrik karung goni
berskala besar. PT Wilmar yang menangani kawasan industri tersebut
juga mendirikan pabrik pengolahan CPO dan turunannya, untuk diekspor
ke mancanegara.

Selain memiliki dua pembangkit listrik berkekuatan
masing-masing 15 MW, di situ ada lagi satu unit pembangkit listrik 10
MW yang digerakkan dari hasil pembakaran cangkang (tempurung) kelapa
sawit. PT Wilmar juga memproduksi biodiesel sebanyak 4 ribu ton per
hari. "Di seluruh kawasan ini ada 4.000-an tenaga kerja, dan 90 persen
adalah warga setempat," kata Manajer HRD PT Wilmar dalam pertemuan
dengan wartawan anggota PWI Riau yang berkunjung ke sana Sabtu, 15
April 2017 lalu.
  
Derap pembangunan di Dumai diperkirakan akan semakin kencang
sehubungan dengan rencana pemerintah pusat untuk menerbitkan Rencana
Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota Dumai dalam waktu dekat. Dengan
terbitnya RTRW tersebut, industri-industri besar yang akan menanamkan
modal menjadi memiliki kepastian berusaha. selain itu, RTRW juga
menimbulkan kepastian untuk membangun jalan tol dan rel keretaapi ke
Dumai. Rencana pembukaan akses jalan tol dan rel keretaapi ini,
menurut Walikota Dumai, Zul AS, membuat investor dari Jepang tergiur
dan sudah menjanjikan akan menanam investasi sebesar US $ 25 sampai 35
triliun. "Kita tunggu saja agar pemerintah segera mewujudkannya," kata
Zul AS.
  
Dengan bekembangnya investasi di Dumai, tekad untuk menjadikan
Dumai sebagai pintu gerbang perekonomian Provinsi Riau diharapkan akan
segera terwujudkan. (irwan e. siregar)

 
Berita Terbaru >>
Maiyuni: Kecil Tapak Tangan, Nyiru Kami Tadahkan
Kuasa Hukum Harap Hakim Tidak Membatasi Jumlah Saksi
Zufra: Lengkapi Dokumen, Lapor ke Mendagri
Bappeda Riau Sebut Akan Mengkaji Ulang
Gubri: Hindari Terpapar Covid-19 Masyarakat Sebaiknya Salat Idul Fitri di Rumah
Surat Perjalanan Khusus Warga Masuk Riau akan Diverifikasi Ulang
Harimau Sumatera Mati di Lahan Konsesi Arara Abadi dengan Kaki Terjerat
5 Fraksi Minta PKS Ganti Hamdani Jadi Ketua DPRD Pekanbaru
Antar 150 Paket Tajil dan Buka Puasa untuk Anak
Hendry: Hakim Langgar Kode Etik dan Tertib Hukum Acara Perdata
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com