Jum'at, 21 Juni 2019
Follow:
Home
RAPP Kembali Luncurkan Desa Bebas Api
Selasa, 16/05/2017 - 19:27:24 WIB
 
 

PANGKALANKERINCI - PT RAPP kembali meluncurkan Program Desa Bebas Api atau Free Fire Village Program tahun 2017 Selasa (16/5/17) dilapangan hanggar Bandar Udara Sultan Syarif Haroen Setia Negara. Peluncuran desa bebas api dihadiri kepala Badan Nasional Penanggulan Nasional (BNPB) Willem Rapangilei.

Selain dihadiri Kepala BNPB, peluncuran desa bebas api ini, dihadiri Kapolda Riau Irjen Zulkarnain Adinegara, Kepala BPBD Pekanbaru Edwar Sanger, Bupati Pelalawan HM Harris ,Wakil Bupati Siak H Alfedri, Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir dan SKPD yang terkait.

Upaya ini, kata Willem Rapangilei, membuat masing-masing desa berlomba-lomba agar tidak terjadi kebakaran di desanya masing-masing. "Reward yang diberikan terhadap desa adalah langkah yang baik, sebagai bentuk pencegahan terjadinya kebakaran lahan," paparnya.

Kilas balik pada tahun 2015 lalu, kata Willem Karlahut di Riau adalah bencana yang paling mengerikan terjadi sepanjang sejarah. Dampak dari peristiwa tersebut sangat luar biasa. Tercatat kerugian yang ditimbulkan kala itu mencapai Rp 221 trilyun.

"Kita tidak ingin, lagi peritiwa ini terjadi lagi. Tindakan pencegahan Karlahut yang telah dibuat pihak pemerintah, swasta maupun PT RAPP harus tetap dipertahankan," tandasnya.

Sementara itu Dirut PT RAPP Rudi Fajar menjelaskan, Program Desa Bebas api ini pada tahun-tahun sebelumnya terbukti efektif mencegah kebakaran hutan dan lahan, karena melalui program ini, setiap orang diingatkan untuk tidak membakar hutan dan lahan lagi.

"Intinya, kita berkomitmen mendukung program pemerintah untuk mencegah sejak dini Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan unit bisnis dari APRIL Grup kembali meluncurkan Program Desa Bebas Api atau Free Fire Village Program tahun 2017," terang Rudi Fajar.

Untuk tahun 2017 ini kata dia, jumlah desa di Provinsi Riau yang termasuk dalam program Desa Bebas Api berjumlah 18 desa yang berasal dari Kabupaten Pelalawan (Langgam, Penarikan dan Pangkalan Gondai), Siak (Dayun, Olak, Lubuk Jering), dan Kepulauan Meranti (Tanjung Padang, Tasik Putri Puyu, Mekar Delima, Dedap, Kudap, Lukit, Bumi Asri, Pelantai, Teluk Belitung, Mayang Sari, Bagan Melibur dan Mekar Sari).

Dikatakannya, program ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat agar tidak membakar lahan, menyediakan alternatif pertanian dengan membantu membukakan lahan menggunakan alat pertanian, mensosialisasikan kepada masyarakat terkait bahaya membuka lahan dengan cara bakar dan pemantauan kualitas udara.

"Setiap desa terdapat satu koordinator penggerak dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)di Desa Program Bebas Api, setiap hari melakukan patroli mengelilingi desa untuk memantau api. Mereka juga mensosialisasikan bahaya karhutla kepada masyarakat setempat," imbuhnya.

Dikatakan Rudi Fajar naiknya jumlah desa yang bergabung dalam program ini bukanlah tanpa alasan. Hal ini karena pihak RAPP memberikan reward yang menarik kepada desa yang telah sukses mencegah pembakaran lahan di wilayahnya. Reward tersebut berupa pemberian Rp 100 juta non-cash atau dalam bentuk program jika sebuah desa telah sukses menerapkan zero api. Sementara, jika masih ada pembakaran lahan, desa yang bersangkutan hanya akan diberikan setengahnya yaitu Rp 50 juta. Hadiah ini tidak diberikan dalam bentuk uang melainkan barang atau dalam bentuk pembangunan infrastruktur di desa.

"Hal ini merupakan komitmen perusahaan yang siap untuk melakukan pencegahan sejak dini ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tahun 2017 untuk mewujudkan Riau bebas asap seperti di tahun 2016 lalu. Kami selalu melakukan langkah-langkah strategis dan sedini mungkin menghadapi ancaman karhutla," ujarnya.

Dalam Kesempatan ini, penghargaan juga diberikan kepada desa yang memenangkanreward Rp 100 Juta, yakni Desa Sering, Kuala Panduk, Petodaan, Teluk Binjai, Teluk Meranti, Penarikan yang berasal dari Kabupaten Pelalawan. Kemudian Desa Olak dari Kabupaten Siak dan Desa Tasik Putri Puyu dan Tanjung Padang dari Kepulauan Meranti. Sedangkan desa yang mendapatkan reward Rp 50 juta, yakni Kelurahan Pelalawan, Kuala Tolam, Langgam dan Pangkala Gondai yang berasal dari Kabupaten Pelalawan. Lalu, Desa Lubuk Jering dari Kabupaten Siak.***/ril

 
Berita Terbaru >>
PPDB SMA Sederajat di Riau akan Dimulai Awal Bulan Juli
Pemerintah Putuskan Harga Tiket Pesawat Rute Domestik Turun
Hilang di Sungai Lakar Siak, Mayat Wartoyo Ditemukan Dalam Perut Buaya
Sejoli Pemilik Satu Kilo Sabu dan Ribuan Ekstasi Ditangkap BNN di Rumbai Pekanbaru
Diusir Dari Kebun Warga di Inhu, Empat Gajah Liar Mulai Dekati Tesso Nilo
Pria Paro Baya Hilang di Sungai Lakar Siak yang Dihuni Buaya
Kerjasama Indonesia-Korea Sektor LHK akan Libatkan Universitas Lancang Kuning
Ini Dia Para Jawara LKJ PWI Riau-KLHK dengan Total Hadiah Rp115 Juta
Sedang Transaksi, Polisi Ciduk Dua Pria Pengedar 1 Kg Sabu di Dumai
Manfaat Dibalik Pahitnya Daun Pepaya
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com