Kamis, 17 Januari 2019
Follow:
Home
Kondisi Pendaki Merapi Yang Hilang 3 Hari Memburuk
Rabu, 07/06/2017 - 13:21:58 WIB
 
 

PEKANBARU - ‎Evakuasi Yandri, pelajar 15 tahun yang bertahan hidup selama 3 hari setelah terjatuh di jurang Gunung Marapi, Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, berlangsung sulit. Butuh belasan jam oleh petugas, mulai mengangkatnya dari jurang hingga membawanya ke rumah sakit setempat.

Kapolres Kabupaten Kuantan Singingi Ajun Komisaris Besar Polisi Dasuki Herlambang SIK, yang menerjunkan anggotanya untuk mencari Yandri menyebut, pelajar asal Pulau Inggu, Kecamatan Benai itu sempat dirawat di rumah sakit Tanah Datar.

"Selanjutnya dibawa ke RSUD Batu Sangkar dan diopname di sana," kata alumni Akpol 1996 ini, Rabu (7/6/2017) siang.

Dasuki menyebutkan, kondisi Yandri sejak dievakuasi dari Gunung Marapi pada Selasa 6 Juni 2017 terus memburuk. Hal ini disebabkan kekurangan asupan makanan dan minuman selama Yandri berada di jurang setelah terjatuh.

"Ditambah lagi faktor keletihan fisik dan mental karena jatuh ke jurang dan berada 3 hari di sana. Tidak ada perbekalan logistik juga selama di jurang," ucap Dasuki.

‎Meski kondisinya menurun dan sangat lemah, Yandri masih bisa diajak bicara. Dia ditemani keluarganya dari Kabupaten Kuantan Singingi yang datang dibawa personil kepolisian setempat. Di rumah sakit juga ada personil Polres tersebut memantau perkembangan Yandri.

Dasuki menjelaskan, proses evakuasi Yandri sangat sulit. Sejak ditemukan kemarin berada di dalam jurang, dia baru bisa dievakuasi hingga sampai ke rumah sakit pada Rabu 7 Juni 2017 sekitar pukul 00.45 WIB.

Lamanya evakuasi ini karena terbentur‎ kendala teknis, dimana Tim SAR kesulitan saat membawa korban dari atas gunung dengan menggunakan tandu. Tim penyelamat juga sangat kelelahan mengingat cuaca dan medan Gunung Marapi yang sempat mengeluarkan abu vulkanik.

"Cuaca di gunung cepat sekali berubah ubah. Ditambah lagi dengan udara dingin yang membuat tim penyelamat kesulitan mengevakuasi Yandri," kata Dasuki.

Dasuki menyebutkan, Yandri merupakan salah satu dari 16 pendaki dari Riau yang naik ke Gunung Marapi pada akhir pekan lalu. Semburan abu vulkanik gunung pada Minggu 4 Juni 2017‎ membuat mereka tersesat.

"Dari 16 pendaki asali Riau, 6 di antaranya berasal dari Kabupaten Kuansing. Para keluarga di daerah ini sangat ingin bertemu, makanya kami fasilitasi dan membawanya ke posko pencarian. Dan Kuansing berbatasan dengan Sumatera Barat sehingga perjalanannya dekat," kata Dasuki.

Dasuki menyebutkan, ada 5 personil Polres berangkat‎ yang terdiri dari Kapolsek, Kasat Sabhara dan 3 bintara. Mereka berangkat bersama keluarga pendaki tersesat pada petang Senin dan sudah tiba di lokasi pada malam harinya.***/suk

 
Berita Terbaru >>
Luhut Binsar Panjaitan Panen Raya dan Bagikan Sertifikat di Siak
Vanessa Angel Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Prostitusi Online
Aris 'Idol' Ditangkap Karena Penyalahgunaan Narkoba
Kunjungi Siak, Menko Kemaritiman Puji Sikap Patriot Sultan Syarif Kasim II
Pemko Pekanbaru Kembali Agendakan Relokasi PKL Teratai
Mandeh Run 2019 di Surga Wisata Tersembunyi
Dinas PUPR Dumai Hentikan Proyek Tanpa Izin
Tim Penasehat Hukum Mentahkan Dakwaan JPU, Agus Salim Harus Bebas Demi Hukum
Piala Adipura ke 4, Hadiah Manis untuk Syamsuar Sebelum Dilantik Sebagai Riau I
Rumah Tenun Kampung Bandar, Penghasil Kain Tenun Riau Sejak 2012
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com