Rabu, 26 Juni 2019
Follow:
Home
BMKG: Hujan Berperan Penting Dalam Pemadaman Titik Panas
Jumat, 30/06/2017 - 21:53:28 WIB
 
 

PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, hujan turun merata di lima provinsi akhirnya mampu memadamkan belasan titik panas di Sumatera.

"Akibat hujan, titik panas sempat terdeteksi satelit dua hari berturut-turut hilang. Untuk sementara Sumatera, aman," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru, Jumat.

Sebab, lanjutnya, dalam dua hari terakhir yakni Rabu (28/6), dan Kamis (29/6), oleh satelit mendeteksi 19 titik panas sempat muncul, dan bertahan pada lima provinsi di Sumatera.

Ke-19 titik panas itu, diantaranya mayoritas terkonsentrasi di Riau 10 titik, Sumatera Utara empat titik, Sumatera Barat dan Bengkulu sama-sama menyumbang dua titik, dan Sumatera Selatan satu titik.

Berdasarkan analisa BMKG, potensi hujan disertai petir dan angin kencang masih terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera karena memasuki musim pancaroba menuju kemarau kering.

"Kami perkirakan, Agustus tahun ini merupakan puncak kemarau di Sumatera. Saat ini aja,  ancaman karhutla (kebakaran hutan dan lahan) mulai meningkat khususnya di Riau," terang dia.

Sebab, ia berkata, hampir 50 persen dari total luas daratan di Provinsi Riau sekitar 8,9 juta hektare merupakan hutan dan lahan bergambut yang rentan terbakar ketika disulut api.

"Kita sama-sama tahu, bahwa provinsi ini penghasil CPO (minyak mentah sawit). Untuk buka lahan sawit, biasanya dengan cara membakar," terang Slamet.

Pada Kamis (29/6), tim satuan tugas (satgas) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Riau melaporkan, sekitar delapan hektare lahan di Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir terbakar.

Satgas karhutla Riau memutuskan mengerahkan tiga helikopter untuk melakukan operasi water bombing atau bom air dari udara demi membantu tugas tim padamkan api di darat.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  mengutarakan, kebakaran mulai terjadi dalam suasana Lebaran tahun 2017.

"Kebakaran hutan di Rantau Bais, Tanah Putih, Kabupaten Rohil (Rokan Hilir). Alhamdulillah, hujan telah padamkan api," katanya.

"Lahan yang terbakar di sekitar kebun kelapa sawit di Rantau Bais, sudah dilarang. Tetapi secara illegal, tetap dilakukan untuk membuka kebun baru," jelas Sutopo.

Pemerintah Provinsi Riau telah memperpanjang status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan hingga November 2017, setelah berakhir pada 30 April tahun ini.**/Antara

 
Berita Terbaru >>
Seorang Kakek di Kuansing Nyaris Tewas Diterkaman Buaya
Satgas Karhutla Mulai Antisipasi Kemunculan Hotspot di Riau
Putusan Sengketa Perselisihan Hasil Pemilu Pilpres akan Dibacakan 27 Juni
Aturan Penetapan Jalur Zonasi PPDB 2019 Direvisi Menteri Pendidikan
Ternyata Rokok Elektrik Bisa Rusak Sel Pelapis Pembuluh Darah
Indonesia Ikut Suarakan Penanggulangan Sampah Plastik
Jengkol Paling Enak Ada di Sumatera Barat
PPDB SMA Sederajat di Riau akan Dimulai Awal Bulan Juli
Pemerintah Putuskan Harga Tiket Pesawat Rute Domestik Turun
Hilang di Sungai Lakar Siak, Mayat Wartoyo Ditemukan Dalam Perut Buaya
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com