Sabtu, 30 Mei 2020
Follow:
Home
28 Tewas Dalam Perkelahian Brutal di Penjara Meksiko
Jumat, 07/07/2017 - 07:11:32 WIB
 
 

JAKARTA - Sebuah perkelahian brutal terjadi di penjara Meksiko di Acapulco, Kamis (6/7). Dilaporkan Reuters, setidaknya 28 orang tewas dalam peristiwa tersebut.

Angka itu sekaligus menunjukkan bahwa perkelahian antar narapidana iniadalah peristiwa terburuk dalam kekacauan sistem hukuman di Meksiko beberapa tahun terakhir.

Pecahnya perkelahian berbarengan dengan berkunjungnya Kepala Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, John Kelly, ke Guerrero di Meksiko.

Acapulco adalah kota terbesar di Guerrero, salah satu daerah bagian Meksiko yang nyaris tak tersentuh hukum. Kalau pun ada, aturan mudah sekali dibelokkan atau dimanipulasi. Itu juga merupakan pusat produksi opium yang menjadi perhatian Amerika Serikat.

Dahulu Acapulco pernah menjadi ’taman bermain’ bagi artis-artis Hollywood. Daerah itu punya pantai yang cantik. Namun belakangan, kriminalitas merajalela.

Petugas keamanan Guerrero, Roberto Alvarez mengatakan bahwa perkelahian itu terjadi antara dua geng. Ironisnya, perkelahian terjadi di penjara dengan penjagaan maksimum.

Petugas menemukan mayat-mayat berhamburan di sekitar sayap penjara tempat para narapidana tinggal. Tubuh terkapar juga ditemukan di luar dan di dalam dapur.

Salah satu sumber petugas keamanan yang enggan disebut namanya mengatakan pada Reuters bahwa setidaknya ada empat korban jiwa yang dipenggal kepalanya.

Perkelahian itu membuat pendapat bahwa 2017 adalah tahun berdarah bagi Meksiko, benar adanya. Perkelahian di dalam penjara bukan hanya sekali terjadi.

Tahun lalu, 49 orang meninggal dalam perkelahian antargeng obat terlarang, juga di dalam penjara di Monterrey.

Acapulco yang dahulu indah pun kini dijuluki sebagai salah satu kota dengan angka pembunuhan tertinggi di dunia.

Kunjungan Kelly ke Meksiko dilaporkan untuk melakukan pertemuan dengan pejabat termasuk Presiden Enrique Pena Nieto. Disebut-sebut, Kamis adalah jadwal Kelly berkunjung ke Guerrero.***

Sumber: CNNIndonesia

 
Berita Terbaru >>
Maiyuni: Kecil Tapak Tangan, Nyiru Kami Tadahkan
Kuasa Hukum Harap Hakim Tidak Membatasi Jumlah Saksi
Zufra: Lengkapi Dokumen, Lapor ke Mendagri
Bappeda Riau Sebut Akan Mengkaji Ulang
Gubri: Hindari Terpapar Covid-19 Masyarakat Sebaiknya Salat Idul Fitri di Rumah
Surat Perjalanan Khusus Warga Masuk Riau akan Diverifikasi Ulang
Harimau Sumatera Mati di Lahan Konsesi Arara Abadi dengan Kaki Terjerat
5 Fraksi Minta PKS Ganti Hamdani Jadi Ketua DPRD Pekanbaru
Antar 150 Paket Tajil dan Buka Puasa untuk Anak
Hendry: Hakim Langgar Kode Etik dan Tertib Hukum Acara Perdata
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com