Senin, 21 Januari 2019
Follow:
Home
Dua Jurnalis Irak Tewas Dibunuh ISIS di Mosul
Sabtu, 08/07/2017 - 12:14:35 WIB
  Pasukan Irak semakin menyudutkan ISIS di Kota Tua, Mosul pada 3 Juli 2017 (REUTERS/Ahmed Jadallah)
 

BAGHDAD - Dua jurnalis televisi Irak tewas dibunuh kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Mosul bagian selatan, yang masih dikuasai ISIS. Dua jurnalis lainnya terjebak di wilayah yang sama, namun berhasil diselamatkan.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (8/7/2017), dengan posisi yang tersudutkan di Mosul, kota terbesar kedua di Irak, ISIS masih mampu menyusup ke dalam desa Imam Gharbi, Mosul bagian selatan. ISIS dilaporkan menguasai desa itu dan menculik warga sipil yang ada di sana.

Pasukan Irak lantas melakukan serangan balasan untuk memukul mundur ISIS di wilayah itu. Namun sejumlah pejabat dan jurnalis yang mendampingi serbuan itu malah terkepung oleh ISIS.

"Kolega kami, Harb Hazaa al-Dulaimi, koresponden untuk saluran televisi Hona Salaheddin dan Sudad al-Duri, kamerawan untuk stasiun televisi yang sama, telah mati martir (di desa Imam Gharbi)," demikian pernyataan televisi Hona Salaheddin.

Mustafa Wahadi, jurnalis ketiga dari Hona Salaheddin, yang kini berada di desa Imam Gharbi, terkepung oleh ISIS. Saat masih terjebak, dia sempat memposting pesan via Facebook yang isinya meminta pasukan keamanan Irak menyelamatkan mereka.

"Situasi di sekitar saya sangat berbahaya," ucap Wahadi via akun Facebooknya.

"Daesh (nama Arab ISIS) sangat dekat. Ini mungkin saja postingan terakhir saya, mungkin saya akan dibunuh," imbuhnya.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Irak, Brigadir Jenderal Saad Maan, belakangan mengumumkan bahwa para jurnalis yang terjebak telah diselamatkan.

"Pasukan keamanan berhasil membebaskan jurnalis yang terkepung di desa itu bersama pejabat yang menemani mereka," ucapnya.

Namun sejauh ini, pasukan Irak belum mampu mengusir ISIS sepenuhnya keluar dari Imam Gharbi.

"Kami sukses sore ini dalam membebaskan orang-orang yang terjebak. Sekarang kami telah mengepung desa itu sepenuhnya dan kami akan menyerbunya dalam hitungan jam," ucap Mayor Jenderal Najmeddin al-Juburi selaku Kepala Komando Operasi Nineveh, yang bertanggung jawab atas keamanan di wilayah itu.

Desa Imam Gharbis diketahui berjarak 60 kilometer lebih dari kota Mosul bagian selatan. Desa ini terletak dekat dengan Sungai Tigris, yang pernah dikuasai ISIS sebelumnya.

Militan ISIS diduga menyeberangi sungai dan menyusup diam-diam ke desa Imam Gharbi. Di sana, ISIS dilaporkan menculik lebih dari 10 keluarga, termasuk wanita dan anak-anak.***

Sumber: Detik.com

 
Berita Terbaru >>
Wajib Pajak Curang, Perbulan Pemko Pekanbaru Rugi Ratusan Juta
Tahun ini, DPKP Pekanbaru Rancang Panggilan Cepat Smart Rescue Madani
Mulai Sore Ini Supermoon Bisa Dilihat Diseluruh Indonesia
Semua Wilayah di Pedamaran Sudah Miliki Aliran Listrik
Perusahaan di Riau Diminta Bayarkan Gaji Sesuai UMP
Meranti Berpotensi Jadi Kota Jaringan Gas
Ghibah, Sikap Buruk yang Harus Dijauhi
Kisah Masyithah, Kisah Tentang Keteguhan Hati Perempuan
Tetap Awet Muda, Ini Rahasia Ira Koesno si Pemandu Debat Capres
Berbeda Pendapat Sebuah Kewajaran, Tapi Tetap Ada Adabnya
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com