Kamis, 20 Juni 2019
Follow:
Home
Usai KTT G20 Kerusuhan Pecah, 500 Polisi Jerman Terluka
Senin, 10/07/2017 - 05:30:01 WIB
  Ratusan polisi terluka dalam bentrokan dengan demonstran sepanjang KTT G20 di Hamburg, Jerman. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)
 

HAMBURG - Sebanyak 500 polisi terluka dalam bentrokan dengan demonstran yang terjadi setelah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 selesai pada Sabtu (8/7) waktu setempat.

Aksi demonstrasi yang mewarnai KTT G20 terus memanas dan berakhir dengan bentrokan kendati para pemimpin dunia telah kembali ke negara masing-masing.

Mengutip AFP, demonstran dari sayap ekstrem kiri mulai membakar kendaraan pada Minggu (9/7) dini hari.

Polisi menyebut ratusan pelaku protes berkumpul usai penutupan KTT G20 di Distrik Schanzen, yang merupakan basis kelompok radikal dan pusat konfrontasi dengan petugas keamanan sejak Kamis.

Bersenjatakan bom molotov, para demonstran memulai kerusuhan dengan melempari kendaraan, yang menyebabkan beberapa kendaraan itu terbakar.

Polisi berusaha memukul mundur para demonstran menggunakan meriam air dan gas air mata.

Dalam konferensi pers, Kepala Polisi Hamburg Hartmut Dudde mengatakan sebanyak 476 petugas kepolisian terluka dalam insiden tersebut. Sementara 186 demonstran diamankan. Tidak ada jumlah akurat mengenai korban terluka dari pihak demonstran.

Adapun Jerman menurunkan lebih dari 20 ribu polisi guna mengamankan jalannya KTT G20.

Sebelumnya Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mengunjungi lokasi kerusuhan dan menengok para polisi yang terluka di rumah sakit bersama Wali Kota Hamburg Olaf Scholz. Steinmeier menyebut dia "terkejut dan tidak percaya dengan kekerasan yang ditunjukkan demonstran terhadap polisi dan properti publik."

"Kita harus bertanya pada diri sendiri apakah kekerasan dari para demonstran ini membuat Jerman pantas kembali menjadi tuan rumah pertemuan internasional," kata Steinmeier.

Sementara Scholz berterimakasih pada para polisi yang telah mengamankan KTT G20 juga mengapresiasi warga yang datang membawa bunga bagi petugas yang terluka.

Di sisi lain, rentetan kerusuhan dan bentrokan yang terjadi sebelum dan sepanjang KTT G20 membuat banyak yang meragukan keamanan di Hamburg. Selain itu, kritikus juga mempertanyakan mengapa Kanselir Jerman Angela Merkel memilih basis militan sayap kiri sebagai lokasi acara internasional.

Sejak lama, Hamburg yang merupakan kota pelabuhan, dikenal sebagai markas kelompok radikal anti-kapitalis dan pemerintah setempat terus berusaha meredam potensi kekerasan yang bisa terjadi saat KTT berlangsung.***/CNNIndonesia

 
Berita Terbaru >>
Sejoli Pemilik Satu Kilo Sabu dan Ribuan Ekstasi Ditangkap BNN di Rumbai Pekanbaru
Diusir Dari Kebun Warga di Inhu, Empat Gajah Liar Mulai Dekati Tesso Nilo
Pria Paro Baya Hilang di Sungai Lakar Siak yang Dihuni Buaya
Kerjasama Indonesia-Korea Sektor LHK akan Libatkan Universitas Lancang Kuning
Ini Dia Para Jawara LKJ PWI Riau-KLHK dengan Total Hadiah Rp115 Juta
Sedang Transaksi, Polisi Ciduk Dua Pria Pengedar 1 Kg Sabu di Dumai
Manfaat Dibalik Pahitnya Daun Pepaya
Shakira, Kecantikan dan Keindahan Tubuh yang Tak Lekang
Pedoman Sederhana Mengetahui Hadits Shahih
Presiden Serahkan Penjaringan Calon Pimpinan KPK Kepada Pansel
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com