Sabtu, 23 Maret 2019
Follow:
Home
Usai KTT G20 Kerusuhan Pecah, 500 Polisi Jerman Terluka
Senin, 10/07/2017 - 05:30:01 WIB
  Ratusan polisi terluka dalam bentrokan dengan demonstran sepanjang KTT G20 di Hamburg, Jerman. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)
 

HAMBURG - Sebanyak 500 polisi terluka dalam bentrokan dengan demonstran yang terjadi setelah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 selesai pada Sabtu (8/7) waktu setempat.

Aksi demonstrasi yang mewarnai KTT G20 terus memanas dan berakhir dengan bentrokan kendati para pemimpin dunia telah kembali ke negara masing-masing.

Mengutip AFP, demonstran dari sayap ekstrem kiri mulai membakar kendaraan pada Minggu (9/7) dini hari.

Polisi menyebut ratusan pelaku protes berkumpul usai penutupan KTT G20 di Distrik Schanzen, yang merupakan basis kelompok radikal dan pusat konfrontasi dengan petugas keamanan sejak Kamis.

Bersenjatakan bom molotov, para demonstran memulai kerusuhan dengan melempari kendaraan, yang menyebabkan beberapa kendaraan itu terbakar.

Polisi berusaha memukul mundur para demonstran menggunakan meriam air dan gas air mata.

Dalam konferensi pers, Kepala Polisi Hamburg Hartmut Dudde mengatakan sebanyak 476 petugas kepolisian terluka dalam insiden tersebut. Sementara 186 demonstran diamankan. Tidak ada jumlah akurat mengenai korban terluka dari pihak demonstran.

Adapun Jerman menurunkan lebih dari 20 ribu polisi guna mengamankan jalannya KTT G20.

Sebelumnya Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mengunjungi lokasi kerusuhan dan menengok para polisi yang terluka di rumah sakit bersama Wali Kota Hamburg Olaf Scholz. Steinmeier menyebut dia "terkejut dan tidak percaya dengan kekerasan yang ditunjukkan demonstran terhadap polisi dan properti publik."

"Kita harus bertanya pada diri sendiri apakah kekerasan dari para demonstran ini membuat Jerman pantas kembali menjadi tuan rumah pertemuan internasional," kata Steinmeier.

Sementara Scholz berterimakasih pada para polisi yang telah mengamankan KTT G20 juga mengapresiasi warga yang datang membawa bunga bagi petugas yang terluka.

Di sisi lain, rentetan kerusuhan dan bentrokan yang terjadi sebelum dan sepanjang KTT G20 membuat banyak yang meragukan keamanan di Hamburg. Selain itu, kritikus juga mempertanyakan mengapa Kanselir Jerman Angela Merkel memilih basis militan sayap kiri sebagai lokasi acara internasional.

Sejak lama, Hamburg yang merupakan kota pelabuhan, dikenal sebagai markas kelompok radikal anti-kapitalis dan pemerintah setempat terus berusaha meredam potensi kekerasan yang bisa terjadi saat KTT berlangsung.***/CNNIndonesia

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com