Sabtu, 23 Maret 2019
Follow:
Home
Muslim Rohingya Laporkan 'Kekejian' yang Mereka Alami Kepada Media
Minggu, 16/07/2017 - 05:38:39 WIB
  Perempuan muslim Rohingya  

MYANMAR - Perempuan muslim Rohingya berbaris untuk melaporkan suami, ibu, dan anak mereka yang hilang kepada para wartawan dari media internasional yang datang pertama kalinya ke Rakhine, Myanmar. Kawasan ini merupakan bagian yang terkena dampak kekerasan sejak Oktober.

"Anak saya bukanlah teroris. Dia ditangkap saat sedang bekerja di ladang," kata seorang ibu muda, Sarbeda, dikutip dari Reuters. Beberapa lainnya melaporkan suaminya yang ditangkap.

Pada November, tentara Myanmar menyapu seluruh desa tempat tinggal warga Rohingya di Maungdaw.

Penyelidik PBB sempat melakukan wawancara dengan pengungsi Rohingya beberapa waktu lalu. Dalam wawancara tersebut, pengungsi mengungkapkan adanya perkosaan, penyiksaan, pembakaran, dan pembunuhan yang dilakukan pasukan keamanan dalam operasi tersebut. Hal ini dianggap masuk dalam kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pemerintah Myanmar yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi menyangkal terjadinya hal tersebut. Pemerintah juga dianggap menghalangi masuknya tim pencari fakta PBB, menahan jurnalis independen serta pemantau hak asasi manusia di luar wilayah tersebut selama 9 bulan terakhirr.

Minggu ini, Kementerian Informasi mengantar lebih dari 12 wartawan asing dan lokal yang mewakili media internasional, termasuk Reuters, ke daerah di bawah pengawasan polisi penjaga perbatasan.

Para wartawan menghabiskan waktu dua hari di Buthidaung, Maungdaw, Rakhine, tempat yang diduga banyak terdapat aktivitas militan. Mereka juga dibawa ke Kyar Gaung Taung, satu dari tiga pemukiman yang diinginkan wartawan. Hanya saja, pejabat setempat menyebutkan bahwa ada keterbatasan waktu dan akses di tempat tersebut.

Namun ketika sekelompok wartawan meminta waktu untuk bicara dengan penduduk desa, pasukan keamanan langsung memberikan tuduhan pelanggaran keamanan.

Seorang guru sekolah yang tak mau disebut namanya karena takut dibunuh mengungkapkan bahwa setidaknya ada 32 orang dari desa itu yang ditangkap. Sedangkan 10 orang lainnya dibunuh. Dia juga memperkirakan bahwa setengah dari 6000 warga desa sudah melarikan diri selama operasi pembersihan.

Dibakar sampai mati

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com