Kamis, 20 Juni 2019
Follow:
Home
Pembangunan Tower Listrik Desa Sungai Galuh Terhambat Asset PTPNV
Kamis, 20/07/2017 - 05:35:56 WIB
  Foto ilustrasi
 

PEKANBARU - Manajer Unit Pelaksana Konstruksi Jaringan Sumatera (UPKJS) II, PT PLN Persero, Rachmat Basuki, menyatakan, PT PLN kembali menemui kendala ketika hendak membangun tapak tower di Desa Sungai Galuh, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau.

Pembangunan yang seharusnya sudah dimulai pada Selasa (18/7/2017) kemarin itu terkendala prosedur pelepasan aset oleh PTPN V yang belum tuntas.

"Pihak PTPN V meminta kita menghentikan proses pengerjaannya. Padahal ada sebanyak 12 titik tapak tower yang akan dipasang di sana," katanya.

Menurut Rachmat, saat ini tim masih di lokasi untuk menjaga material dan alat-alat yang sudah sempat diangkut.

"Tidak mungkin ditinggalkan di Sana. Kemarin pas tim mau mulai bekerja distop oleh mandor perkebunan,” kata Rachmat.

Saat mediasi terkait pengadaan tapak tower T/L 150 KV PLTU Tenayan-Perawang antara jaksa pengacara negara kejaksaan tinggi Riau bersama pihak PLN  dan PTPN V pada 6 Juni 2017 lalu, sudah disepakati bahwa PLN tetap melanjutkan pelaksanaan tapak tower.

Dalam berita acara tersebut juga disebutkan, bahwa pihak PTPN V pada prinsipnya tidak keberatan terhadap pekerjaan pembangunan tapak tower tersebut, namun harus sesuai dengan anggaran dasar dan SOP PTPN V.

Sementara itu, Humas PTPN V, Risky Atriyansyah mengatakan, terkait permohonan PLN untuk membangun tapak tower di kawasan PTPN V, pada prinsipnya pihak PTPN V menyambut baik rencana pembangunan tapak tower listrik yang bertujuan menambah elektrifikasi di wilayah Riau.

Namun ia juga menjelaskan, bahwa sejalan dengan anggaran dasar perseroan, yang meletakkan kewenangan pelepasan aset ada pada rapat umum pemegang saham. Sedangkan direksi tidak punya kewenangan untuk itu, karena direksi sebatas mengusulkan.

"Maka ada prosedur yang harus dijalankan untuk dapat mewujudkan hal tersebut. Sebab, pembangunan tower sendiri memang memberi dampak adanya lahan dan tanaman perusahaan, yang merupakan aset perusahaan, yang harus ditumbang atau dilepas statusnya," kata Risky.***/zie

 
Berita Terbaru >>
Sejoli Pemilik Satu Kilo Sabu dan Ribuan Ekstasi Ditangkap BNN di Rumbai Pekanbaru
Diusir Dari Kebun Warga di Inhu, Empat Gajah Liar Mulai Dekati Tesso Nilo
Pria Paro Baya Hilang di Sungai Lakar Siak yang Dihuni Buaya
Kerjasama Indonesia-Korea Sektor LHK akan Libatkan Universitas Lancang Kuning
Ini Dia Para Jawara LKJ PWI Riau-KLHK dengan Total Hadiah Rp115 Juta
Sedang Transaksi, Polisi Ciduk Dua Pria Pengedar 1 Kg Sabu di Dumai
Manfaat Dibalik Pahitnya Daun Pepaya
Shakira, Kecantikan dan Keindahan Tubuh yang Tak Lekang
Pedoman Sederhana Mengetahui Hadits Shahih
Presiden Serahkan Penjaringan Calon Pimpinan KPK Kepada Pansel
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com