Minggu, 24 Maret 2019
Follow:
Home
Situasi Makin Buruk di Yerusalem, PBB Didesak Segera Bersidang
Minggu, 23/07/2017 - 06:13:46 WIB
  Situasi makin buruk di Yerusalem setelah pemasangan detektor logam di area masjid Al Aqsa. (Foto: REUTERS/Ammar Awad)  

YERUSALEM - Perseteruan Israel dan Palestina di Yerusalem semakin memburuk. Dewan Keamanan PBB diminta segera bersidang untuk mengatasi masalah tersebut.

Selain Indonesia, tiga negara lain juga mendesak Dewan Keamanan PBB segera bersidang.

"Indonesia meminta kepada PBB, kepada Sekjen PBB, agar Dewan Keamanan PBB segera melakukan sidang untuk membahas krisis yang ada di komplek Masjid Al Aqsa," kata Presiden Jokowi di Yogyakarta, Sabtu (22/7) kemarin.

Selanjutnya, Swedia, Prancis, dan Mesir, juga melontarkan permintaan serupa.

"Pertemuan itu sangat penting untuk mencari cara bagaimana menurunkan ekskalasi di Yerusalem," kata koordinator urusan politik Swedia, Carl Skau, seperti dikutip kantor berita AFP.

Situasi di Yerusalem memanas setelah pasukan keamanan Israel memasang detektor logam di area Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem. Pemasangan detektor ini sebagai respons atas penikaman terhadap dua polisi Israel yang bertugas di area tersebut.
 
Pembatasan juga dilakukan bagi yang hendak memasuki area Bait Suci, di mana masjid Al Aqsa ada di dalamnya. Akses hanya dibuka bagi pria berusia di atas 50 tahun dan perempuan semua umur. Presiden Palestina Mahmoud Abbas memerintahkan penarikan semua kontak resmi dengan Israel sampai negara itu memindahkan detektor logam dari area masjid Al Aqsa.

Pemasangan detektor logam itu membuat kekerasan meningkat. Tiga warga Palestina tewas ditembak dan akibat kekerasan lain. Kemudian disusul tewasnya tiga tentara Israel akibat ditikam saat makan malam, pada Jumat (21/7). Militer Israel pun mengirimkan pasukan tambahan ke Tepi Barat dan merangsek ke rumah tersangka penikaman di Desa Khobar.

"Saudara si pelaku ditangkap," kata seorang juru bicara militer Israel, seperti dikutip Reuters. Tentara Israel kemudian membatasi gerak-gerik masyarakat di desa itu. 

Di Yerusalem, polisi Israel berhadapan dengan pengunjuk rasa Palestina yang melempari mereka dengan batu dan botol. Polisi menggunakan granat kejut, gas air mata, dan meriam air untuk membubarkan mereka.

Kekerasan berlanjut di Tepi Barat. Seperti dilansir Kementerian Kesehatan Palestina, seorang Palestina tewas terkena api di Al-Azariya di utara Yerusalem.***

Sumber: CNNIndonesia

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com