Sabtu, 23 Maret 2019
Follow:
Home
Konflik di Al-Aqsa Berlanjut, Dua Warga Palestina Tewas
Minggu, 23/07/2017 - 11:28:45 WIB
  Bentrokan terus berlansjut di Yerusalem yang menewaskan dua warga Palestina. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)  

YERUSALEM - Dua warga Palestina tewas dalam bentrokan dengan pasukan Israel, Sabtu (22/7). Sebelumnya pada Jumat, seorang pemuda Palestina berusia 19 tahun membunuh tiga pemukim Israel di Tepi Barat, sementara bentrokan dengan tentara Israel di hari yang sama, menewaskan tiga warga Palestina lainnya.

Insiden tewasnya dua warga Palestina itu terjadi ketika pasukan Israel berusaha menyegel rumah pelaku pembunuhan tiga pemukim Israel dan menyiapkan buldozer untuk meratakan rumah tersebut dengan tanah. Di sisi lain, warga Palestina melawan dengan melempari tentara menggunakan batu dan bom molotov.

Penyegelan dan penghancuran rumah merupakan bentuk hukuman yang kerap dilakukan pihak Israel bagi pelaku kekerasan dan keluarga mereka. Israel menganggap hal tersebut sebagai pencegahan yang paling efektif, kendati kerap mendapat kecaman dari aktivis sayap kanan.

Selain itu, polisi mengirimkan pasukan anti huru-hara guna mengatasi kericuhan juga terjadi di Yerusalem timur dan di permukiman warga Palestina di Tepi Barat, pada Sabtu, dilansir AFP.

Di Qalandiya, yang merupakan perbatasan Tepi Barat dan Yerusalem, setidaknya delapan warga Palestina terluka dan satu warga Palestina tewas akibat luka parah yang dia derita akibat kerusuhan di Yerusalem timur.

Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan korban tewas merupakan pemuda berusia 17 tahun bernama Oday Nawajaa. Dia tewas karena tertembak tentara Israel di Al-Azariya.

Sementara pemuda Palestina lainnya tewas akibat bom molotov yang meledak sebelum waktunya.

Kericuhan baru antara Israel dan Palestina tersebut dipicu pemasangan detektor logam di pintu masuk wilayah Bukit Bait Suci atau Haram al-Sharif, lokasi Masjid Al-Aqsa.

Israel memasang detektor logam tersebut sebagai bentuk peningkatan keamanan usai insiden penembakan yang menewaskan dua polisi Israel pada Jumat (14/7).

Warga Palestina menolak pemasangan detektor logam tersebut dan melakukan boikot. Mereka memandang hal tersebut sebagai upaya Israel guna menguasai Yerusalem yang merupakan tempat suci bagi kaum Yahudi, Muslim dan Kristen.

Putus Kontak

Pada Jumat, bentrokan antara tentara Israel dan warga Palestina menewaskan tiga pemuda. Sementara Palang Merah melaporkan, bentrokann tersebut menyebabkan 450 orang terluka di Yerusalem dan Tepi Barat, dengan 170 diantaranya terluka akibat tembakan dan peluru karet.

Bentrokan itu kemudian memicu aksi nekat dari pemuda berusia 19 tahun yang mendobrak masuk ke sebuah rumah di permukiman Yahudi di Tepi Barat, dan menikam empat orang. Tiga warga Israel tewas akibat insiden tersebut.

Tentara Israel kemudian merazia desa tempat tinggal pelaku dan menangkap saudaranya. Mereka lalu menyegel rumah pelaku dan mempersiapkan buldozer untuk merubuhkan rumah tersebut, namun warga memberi perlawanan yang memicu bentrokan baru pada Sabtu, dimana tiga warga Palestina berakhir tewas.

Akibat bentrokan yang terus terjadi, Presiden Palestina Mahmud Abbas mengumumkan bahwa negaranya telah membekukan kontak dengan Israel.

Belum ada komentar dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai pemutusan kontak tersebut.

Amerika Serikat, Rusia, Uni Eropa, juga Indonesia mendesak agar semua pihak saling menahan diri dan bisa menurunkan ketegangan.

Krisis yang terus meningkat di Yerusalam membuat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memutuskan menggelar rapat darurat pada Senin (24/7) esok. Rapat tersebut diprakarsai Mesir, Perancis dan Swedia yang menyebut "dibutuhkan diskusi guna menurunkan ketegangan di Yerusalem".***

sumber:CNNIndonesia

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com