Senin, 21 Januari 2019
Follow:
Home
Kebudayaan Suku Laut Pesisir Indragiri Diteliti Mahasiswa Jepang
Rabu, 23/08/2017 - 14:43:21 WIB
 
 

TEMBILAHAN - Mahasiswa Kobe University dari Jepang bersama Universitas Riau (UNRI) menggelar Joint Summer School di Kabupaten Inhil, dalam rangka penelitian Mangrove serta Kebudayaan Suku Laut di pesisir Kuala Indragiri. Mahasiswa dari negeri sekura ini berjumlah 8 orang.
 
Penelitian ini direncanakan dimulai pada tanggal 23 Agustus 2017 di Pantai Solop, dilanjutkan tanggal 24-29 rombongan bertolak ke Desa Panglima Raja dan Concong Luar, untuk meneliti budaya orang laut pesisir Indragiri.
 
"Kami datang bersama mahasiswa dari Jepang, akan meneliti pohon mangrove dipesisir Indragiri ini yang terluas di Riau, bahkan se-Indonesia yang tumbuh secara alami, tumbuh bagai raksasa dengan lingkaran pohon mencapai rata-rata 40 cm. Padahal umumnya, pohon bakau hanya memiliki lingkaran 20 cm," ujar Dosen UNRI PRJ Haryono, Rabu (23/8/2017).
 
Mengenai kedatangan mahasiswa ini, selain meneliti mangrove, mereka juga tertarik dengan kebudayaan orang laut di pesisir Indragiri sebuah suku bangsa namun kebudayaan baharinya mulai lenyap.
 
"Para mahasiswa ini juga melakukan penelitian budaya suku orang laut terdahulu yang masih ada sampai saat ini. Setelah itu, hasil penelitiannya akan dibawa ke Jepang untuk dipublikasikan, presentasekan serta akan dijadikan buku," kata Dosen putra kelahiran Concong Luar ini, juga berasal dari suku laut pesisir Indragiri.
 
Terselenggaranya kegiatan tersebut, Haryono tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Pemda Inhil yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut, serta berterimakasih kepada bapak Hasanuddin selaku tokoh masyarakat suku laut, Komisi II DPRD Asmadi. Ucapan terimakasih juga disampaikan untuk Translator untuk Summer School mahasiswa Jepang Joni Iskandar, Abdul Azis, Umi Fitri Rahayu, Eri Vianti, Anggi.
 
Kegiatan ini juga dapat terselenggara dengan dukungan dan komitmen dari dosen Kobe University Dr. Fumiko Furukawa, Dosen Kyoto University Dr. Haruka Suzuki beserta suami Muhammad Sayuti.
 
"Menghadirkan mahasiswa dari Jepang sebagai bentuk keseriusan kita memperkenalkan kebudayaan orang laut sebagai sumber utama kebudayaan bahari didunia, karena suku laut itu aslinya dari Kabupaten Inhil, Provinsi Riau. Suku laut pada masa lalu mempunya kebudayaan yang cukup besar, akan tetapi perlahan lenyap. Namun berkat ekspos media dan ekspos hasil penelitian, maka keberadaan orang laut bisa diketahui oleh dunia," papar PRJ Haryono juga jabat sebagai Presiden lembaga adat budaya dan bahasa orang laut Indonesia (LABBOLI) di Kota Pekanbaru.
 
"Berkat ekspos media dan ekspos hasil penelitian, sehingga keberadaan orang laut di Indragiri Hilir dikenal secara internasional melalui LABBOLI Kota Pekanbaru yang terkoneksi ke LABBOLI lembaga suku orang laut sedunia, sehingga sampai saat ini dikenal dimata dunia,"
 
Terakhir, Suryono mengatakan, setelah mendatangkan mahasiswa dari Jepang, ia akan kembali mendatangkan mahasiswa dari Germany untuk lakukan kegiatan yang serupa.***/ril

 
Berita Terbaru >>
Tetap Awet Muda, Ini Rahasia Ira Koesno si Pemandu Debat Capres
Berbeda Pendapat Sebuah Kewajaran, Tapi Tetap Ada Adabnya
Kejati Pimpin Serah Terima Tiga Kejari di Riau
Luhut Binsar Panjaitan Panen Raya dan Bagikan Sertifikat di Siak
Vanessa Angel Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Prostitusi Online
Aris 'Idol' Ditangkap Karena Penyalahgunaan Narkoba
Kunjungi Siak, Menko Kemaritiman Puji Sikap Patriot Sultan Syarif Kasim II
Pemko Pekanbaru Kembali Agendakan Relokasi PKL Teratai
Mandeh Run 2019 di Surga Wisata Tersembunyi
Dinas PUPR Dumai Hentikan Proyek Tanpa Izin
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com