Sabtu, 20 Juli 2019
Follow:
Home
50 Ha Kebun Sawit Siak Dikembalikan Menjadi Lahan Pertanian
Rabu, 30/08/2017 - 08:14:43 WIB
 
 

SIAK - Seluas 50 hektar perkebun sawit dari sejumlah petani di Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak, Riau kembali difungsikan ke lahan pertanian untuk persawahan. 

"Dahulu banyak sekali alih fungsi lahan pertanian untuk perkebunan sawit, saat ini dikatakan sudah tidak ada lagi. Kini mereka kembali mengalih-fungsikan untuk persawahan," kata Bupati Siak Syamsuar saat menghadiri Doa Turun Sawah untuk musim tanam kedua tahun ini di Kecamatan Bunga Raya, Selasa.

Dia menyebutkan, ada beberapa petani yang sudah mengusulkan ke Unit Pelaksana Teknis Dinas Pertanian (UPTD) Kecamatan Bunga Raya untuk mengalihkan kembali lahan perkebunan kelapa sawitnya ke pertanian.

"Kami sangat bahagia sekali mendengar adanya keinginan dari masyarakat. Kami juga berharap ini berhasil, agar adanya peningkatan jumlah produksi padi, sehingga tidak ada lagi petani yang mengalih fungsikan lahan pertanian untuk kebun kelapa sawit," ungkapnya.

Dia menyebutkan, tindakan tersebut patut dibanggakan karena sudah adanya kesadaran dari petani terhadap ketahanan pangan. Tentunya ini juga untuk pembangunan - pembangunan kedepannya.

Sementara itu data yang dihimpun Antara dari Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Bunga Raya Suwanto, perkebunan kelapa sawit seluas 50 hektar yang sudah diajukan untuk dialihkan kembali ke persawahan diantaranya berada di Kampung Angsat Permai sebanyak empat hektar (Ha), Jati Baru, Jayapura, Tembusai dan Bungaraya masing-masing 5 Ha.

Kemudian di Kampung Muning Muda dan Tuah Indrapura masing-masingnya 9 Ha, Buantan Lestari 6 Ha, dan Dayang Suri dua Ha.

"Belakangan ini karena harga sawit kian menurun sejumlah petani di Kecamatan Bunga Raya mengusulkan untuk dialihkan kembali perkebunan kelapa sawit mereka untuk persawahan," sambung Camat Bunga Raya Hendy Derhavin, saat dikonfirmasi Antara.

Hendy menyebutkan, pemerintah setempat akan menginventarisasi luas kebun sawit petani setempat yang mengusulkan alih fungsi menjadi sawah. Selain itu pihak UPTD Pertanian dan OPD terkait akan mengajukan permohonan bantuan agar dibantu melalui APBD Provinsi ataupun APBN.
   
Menurutnya petani kelapa sawit tergiur dengan penghasilan warga yang menanam padi terus meningkat. Sehingga tanaman CPO ini dimatikan dengan cara disuntik.

"Beberapa bulan ini warga menyuntik pohon kelapa sawit yang masih produktif hingga menjadi mati, lalu beralih menanaminya dengan padi," ungkapnya.

Usai melakukan doa turun sawah atau turun ke bumi, Bupati Siak Syamsuar juga berkesempatan melakukan bajak sawah menggunakan Alsintan.***/Ant

 
Berita Terbaru >>

Kota Pekanbaru Raih Dua Penghargaan dari Kemen PPPA
Cegah DBD, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan Lingkungan
Penganiaya Balita yang Makamnya Dibongkar untuk Autopsi Ternyata Ibu Kandung
ASITA Riau Tolak Program Umroh Digital
FW-KLA Diharap Mampu Bersinergi dengan Pemerintah
UNRI Buka Pendaftaran Jalur Mandiri dan Bina Lingkungan
Sanggar Selembayung Mengarak Teater Lewat 'Padang Perburuan'
Woww, Suhu Kota Bandung Capai 13 Derajat Celcius
Sebabkan Karhutla, Pria di Rawa Sekip Inhu Diamankan Polisi
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com