Sabtu, 23 Maret 2019
Follow:
Home
Halimah Yacop Resmi Jadi Presiden Singapura
Rabu, 13/09/2017 - 12:53:38 WIB
 
 

SINGAPURA - Halimah Yacob ditetapkan menjadi presiden wanita pertama di Singapura tanpa pemungutan suara dalam pilpres yang diperuntukkan khusus bagi komunitas Melayu. Dalam pidato pertamanya, Halimah menyatakan dirinya sebagai presiden semua orang.

"Meskipun ini adalah pilpres khusus, saya bukan presiden khusus," ucap Halimah dalam pidato pertamanya sebagai Presiden Singapura, seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Rabu (13/9/2017).

"Saya presiden untuk semua orang," tegas wanita muslim ini.

Halimah telah resmi ditetapkan sebagai Presiden ke-8 Singapura oleh Returning Officer Ng Wai Choong pada Rabu (13/9) siang waktu setempat. Dengan penetapan ini, Halimah juga resmi mencetak sejarah sebagai presiden wanita pertama di Singapura.

Ratusan pendukung Halimah yang berkumpul di Gedung Pusat Pencalonan setempat, menyambut penetapan itu dengan sorak sorai. Lebih lanjut, Halimah berterima kasih kepada seluruh rakyat Singapura dan menyerukan persatuan. Pidato pertama Halimah ini disampaikan dalam Bahasa Inggris juga Bahasa Melayu.

"Kita memerlukan setiap rakyat Singapura untuk berdiri bersama, bahu-membahu. Kita belum mencapai puncak. Yang terbaik belum datang," ujar Halimah yang pernah menjabat Ketua Parlemen Singapura selama 4 tahun ini.

"Saya meminta kita semua fokus pada kesamaan yang kita miliki dan bukan pada perbedaan," tandas wanita berhijab itu.

Usai ditetapkan secara resmi sebagai Presiden Singapura, Halimah selanjutnya akan dilantik di Istana Kepresidenan pada Kamis (14/9) sore, sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

Halimah menjabat sebagai Presiden Singapura setelah empat kandidat lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat. Tanpa adanya pesaing lain bagi Halimah, maka tidak ada pemungutan suara di Singapura yang rencananya akan digelar 23 September mendatang. Dengan demikian, Halimah mencatatkan diri sebagai Presiden Singapura terpilih tanpa pemungutan suara.

Perlu diketahui, untuk tahun ini, pilpres Singapura secara khusus diperuntukkan bagi komunitas Melayu, artinya hanya anggota komunitas itu yang bisa mencalonkan diri. Sesuai Konstitusi, pilpres di Singapura memang bisa diperuntukkan khusus bagi salah satu komunitas jika tidak ada seorang pun dari komunitas tersebut yang menjabat Presiden dalam lima masa jabatan terakhir.

Saat ini, populasi Singapura terdiri atas 74 persen komunitas China, 13 persen komunitas Melayu, 9 persen komunitas India dan 3,2 persen komunitas lainnya.***

Sumber: detik.com

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com