Rabu, 17 Juli 2019
Follow:
Home
Semakin Terdesak, ISIS Evakuasi Militan dari Raqqa
Minggu, 15/10/2017 - 16:09:56 WIB
 
 

SURIAH - Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan ISIS akan mengevakuasi militan dalam dan luar negeri yang berada di Raqqa, Suriah, sementara pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat nyaris merebut kembali wilayah yang diklaim sebagai ibu kota de facto kekhalifahan gadungan itu.

Omar Alloush, anggota senior Dewan Masyarakat Raqqa, mengatakan kepada AFP, Minggu (15/10), bahwa sebuah kesepakatan memungkinkan militan ISIS menyerahkan diri atau meninggalkan kota menggunakan bus, kemungkinan ke provinsi Deir al-Zor yang bertetangga dengan kota tersebut.

Dia juga mengonfirmasi bahwa pasukan ISIS yang berasal dari luar negeri bakal turut dievakuasi di bawah kesepakatan tersebut.

"Pasukan asing mempunyai dua pilihan: antara menyerah atau dibawa pergi."

Berita evakuasi pasukan ISIS ini menyebar tak lama setelah koalisi AS mengumumkan adanya konvoy yang bakal meninggalkan Raqqa dalam rangka meminimalisir korban dari warga sipil.

Namun, koalisi secara spesifik menampik kemungkinan evakuasi pasukan ISIS yang berasal dari luar negeri meski tidak menyinggung soal militan asli Suriah. Yang jelas, AS dan para sekutunya menentang kesepakatan apapun yang memungkinkan para jihadis untuk pergi tanpa "menghadap hukum."

Sempat diklaim sebagai ibu kota ISIS, sebagian besar Raqqa kini dikendalikan oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF), aliansi tentara Arab dan Kurdi yang mendapat sokongan dari Amerika.

Beberapa hari belakangan, pertempuran mereda sementara para pejabat setempat mencoba menegosiasi langkah untuk memastikan 10 persen wilayah kota dapat direbut kembali tanpa menjatuhkan banyak korban sipil.

Pemimpin suku setempat pada Sabtu malam waktu setempat mengimbau SDF dan koalisi AS untuk mencari cara "menyelesaikan status" jihadis Suriah dan "memastikan mereka keluar" dari kota tersebut.

"Pasukan Demokratik Suriah sepakat. Kami kini mempersiapkan mekanisme untuk mengevakuasi (pasukan ISIS) ... melindungi nyawa warga sipil yang mereka sandera sebagai tameng hidup," bunyi pernyataan tersebut.

"Mereka menyandera 400 orang--perempuan dan anak-anak--di rumah sakit nasional," ujarnya.***/CNNIndonesia

 
Berita Terbaru >>
UNRI Buka Pendaftaran Jalur Mandiri dan Bina Lingkungan
Sanggar Selembayung Mengarak Teater Lewat 'Padang Perburuan'
Woww, Suhu Kota Bandung Capai 13 Derajat Celcius
Sebabkan Karhutla, Pria di Rawa Sekip Inhu Diamankan Polisi
Bupati Siak Buka Pelaksanaan Ibadah Suluk di Dayun
Gubri Buka Festival Gasing Internasional di Siak
Ke Istana, Baiq Nuril Serahkan Surat Permohonan Amnesti
KPK Panggil Pemilik PT Duta Palma, Tersangka Kasus Suap Alih Fungsi Hutan Riau
Terus Menguat, Rupiah Pagi Ini Rp13.949 per Dolar AS
Bakar Lahan Gambut untuk Tanam Cabai, Warga Kampar Ditangkap Polisi
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com