Selasa, 25 Juni 2019
Follow:
Home
BKSDA: Kerusakan Cagar Biosfer Picu Konflik Manusia dengan Gajah
Senin, 13/11/2017 - 17:06:58 WIB
 
 

PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyatakan bahwa kerusakan alam di Cagar Biofer Giam Siak Kecil memicu konflik gajah dengan manusia di Kabupaten Bengkalis.

"Kondisi sekarang Cagar Biosfer (Giam Siak Kecil Bukit Batu) sudah berubah. Jadi perkebunan, pemukiman. Itu yang menyulitkan mereka (kawanan Gajah liar)," kata Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Heru Sutmantoro kepada Antara di Pekanbaru, Senin.

Seekor gajah jantan berusia 10 tahun memasuki perkebunan warga di Dusun Sialang Rimbun, Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Bengkalis akhir pekan lalu. Gajah tersebut kemudian menyerang seorang perempuan paruh baya Tukiya (50) hingga meninggal dunia.

Menurut Heru, habitat asli gajah tersebut adalah Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu (GSK-BB). Terdapat sekitar 50 ekor gajah di lokasi tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir kondisi Cagar Biosfer semakin tindak kondusif. Hutan yang sejatinya menjadi habitat hidup hewan bongsor itu sedikit demi sedikit disulap menjadi perkebunan dan pemukiman.

Akibatnya gajah kerap keluar dari hutan dan memasuki perkebunan masyarakat. Ia juga mengatakan bahwa gajah liar sebenarnya memiliki koridor sendiri untuk bergerak, yakni Cagar.

Sementara, gajah biasanya akan terus berjalan dari GSK-BB ke Swaka Margastwa Balai Raja. Kondisi perubahan fungsi alam membuat koridor gajah terganggu sehingga sering memasuki pemukiman masyarakat.

"Dulunya ada koridor, setelah ada pemukiman, perkebunan makanya terjadi konflik," tuturnya.

Menyusul maraknya konflik antara manusia dengan gajah, BBKSDA Riau menyatakan pihaknya terus mensosialisasikan ke masyarakat di daerah rawan seperti Kecamatan Pinggir, Bengkalis agar lebih berhati-hati.

"Kalau ada gajah jangan panik. Laporkan ke petugas kita, jangan bertindak sendiri. Itu mamalia besar dan perlu strategi menghadapinya," ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa Kecamatan Pinggir merupakan jalur aktif perlintasan gajah.

"Justru gajah yang berbahaya itu adalah gajah bersifat soliter (menyendiri). Terutama gajah jantan, ini cukup berbahaya," tuturnya.***

 
Berita Terbaru >>
Putusan Sengketa Perselisihan Hasil Pemilu Pilpres akan Dibacakan 27 Juni
Aturan Penetapan Jalur Zonasi PPDB 2019 Direvisi Menteri Pendidikan
Ternyata Rokok Elektrik Bisa Rusak Sel Pelapis Pembuluh Darah
Indonesia Ikut Suarakan Penanggulangan Sampah Plastik
Jengkol Paling Enak Ada di Sumatera Barat
PPDB SMA Sederajat di Riau akan Dimulai Awal Bulan Juli
Pemerintah Putuskan Harga Tiket Pesawat Rute Domestik Turun
Hilang di Sungai Lakar Siak, Mayat Wartoyo Ditemukan Dalam Perut Buaya
Sejoli Pemilik Satu Kilo Sabu dan Ribuan Ekstasi Ditangkap BNN di Rumbai Pekanbaru
Diusir Dari Kebun Warga di Inhu, Empat Gajah Liar Mulai Dekati Tesso Nilo
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com