Senin, 22 Januari 2018
Follow:
Home
BKSDA: Kerusakan Cagar Biosfer Picu Konflik Manusia dengan Gajah
Senin, 13/11/2017 - 17:06:58 WIB
 
 

PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyatakan bahwa kerusakan alam di Cagar Biofer Giam Siak Kecil memicu konflik gajah dengan manusia di Kabupaten Bengkalis.

"Kondisi sekarang Cagar Biosfer (Giam Siak Kecil Bukit Batu) sudah berubah. Jadi perkebunan, pemukiman. Itu yang menyulitkan mereka (kawanan Gajah liar)," kata Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Heru Sutmantoro kepada Antara di Pekanbaru, Senin.

Seekor gajah jantan berusia 10 tahun memasuki perkebunan warga di Dusun Sialang Rimbun, Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Bengkalis akhir pekan lalu. Gajah tersebut kemudian menyerang seorang perempuan paruh baya Tukiya (50) hingga meninggal dunia.

Menurut Heru, habitat asli gajah tersebut adalah Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu (GSK-BB). Terdapat sekitar 50 ekor gajah di lokasi tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir kondisi Cagar Biosfer semakin tindak kondusif. Hutan yang sejatinya menjadi habitat hidup hewan bongsor itu sedikit demi sedikit disulap menjadi perkebunan dan pemukiman.

Akibatnya gajah kerap keluar dari hutan dan memasuki perkebunan masyarakat. Ia juga mengatakan bahwa gajah liar sebenarnya memiliki koridor sendiri untuk bergerak, yakni Cagar.

Sementara, gajah biasanya akan terus berjalan dari GSK-BB ke Swaka Margastwa Balai Raja. Kondisi perubahan fungsi alam membuat koridor gajah terganggu sehingga sering memasuki pemukiman masyarakat.

"Dulunya ada koridor, setelah ada pemukiman, perkebunan makanya terjadi konflik," tuturnya.

Menyusul maraknya konflik antara manusia dengan gajah, BBKSDA Riau menyatakan pihaknya terus mensosialisasikan ke masyarakat di daerah rawan seperti Kecamatan Pinggir, Bengkalis agar lebih berhati-hati.

"Kalau ada gajah jangan panik. Laporkan ke petugas kita, jangan bertindak sendiri. Itu mamalia besar dan perlu strategi menghadapinya," ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa Kecamatan Pinggir merupakan jalur aktif perlintasan gajah.

"Justru gajah yang berbahaya itu adalah gajah bersifat soliter (menyendiri). Terutama gajah jantan, ini cukup berbahaya," tuturnya.***

 
Berita Terbaru >>
Data BMKG, Hari Ini Pekanbaru Cerah Berawan
Wabah Diare Sebabkan 25 Balita Meninggal di Papua
Menang atas Persib, PSMS Medan Pimpin Grup A Piala Presiden 2018
Dibegal dan Dimasukan ke Sumur, Heriyanti Selamat Meski Luka-luka
Presiden Resmikan Jalan Tol dan Tinjau Padat Karya Tunai di Lampung
Menata Rumah dengan Gorden
37 OPD Pemkab Karimun Terapkan Non Tunai Bersama Bank Riau Kepri
Hiu Gergaji Tersangkut di Jaring Nelayan Tanjungperanap Meranti
Bawaslu: Sekdako Pekanbaru Langgar Aturan Netralitas ASN
Riau Sedang Bunting, Rakyat Harus Pintar
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com