Selasa, 14/11/2017
Follow:
Home
BRG Sudah Bangun 15 Ribu Sekat Kanal di Riau
Selasa, 14/11/2017 - 08:47:53 WIB
  Sekat kanal gambut
 

PEKANBARU - Badan Restorasi Gambut (BRG) sudah membangun 15 ribuan sekat kanal di Riau, untuk mempertahankan air di kawasan gambut agar tidak kering dan mudah terbakar. Hal ini dikatakan Kepala BRG, Nazir Foead, saat menggelar workshop tentang tata kelola air di kawasan gambut Giam Siak, sebagai upaya antisipasi bencana kabut asap di Riau, Senin (13/11/17).

"Kita beruntung, tahun 2016-2017 Riau bisa dikatakan bebas asap. Selain kinerja tim penanggulangan karlahut yang sangat baik, juga keramahan alam yang memberikan curah hujan yang cukup sepanjang tahun," kata Haris Gunawan dari Badan Restorasi Gambut.

Menurutnya, keunikan permasalahan tata kelola gambut di Giam Siak adalah, perlakuan sekat kanal oleh perusahaan yang membuat kawasan gambut di lahan masyarakat menjadi tidak terairi dengan baik. Kawasan gambut di lahan masyarakat cenderung kering dan rawan terbakar di musim kering.

"Untuk itu perlu adanya koordinasi antara pemerintah desa dan satker terkait untuk meminta pihak perusahaan untuk berbagi air dengan kawasan gambut lahan masyarakat," terang Haris.

Dengan perlakuan sekat kanal oleh perusahaan, tambah Haris, jika musim kemarau, kawasan gambut perusahaan relatif basah. Sementara, kawasan gambut di lahan warga jusrru kering dan rawan terbakar. Sebaliknya, jika musim hujan, pembukaan sekat kawasan gambut perusahaan membuat kawasan gambut lahan warga terendam banjir.

"Di titik titik tertentu, kita sudah membangun sekat sekat kanal agar ketersediaan air di musim kemarau mencukupi. Tahun 2017-2018 ini, sesuai intruksi Presiden, kita akan kembali membangun sekat sekat kanal," terang Haris Gunawan.

Disingggung mengenai restorasi gambut yang sudah dilakukan BRG, Haris Gunawan mengatakan bahwa dari 900 ribu hektar kawasan gambut di Riau yang harus di restorasi, sudah lebih 200 ribu hektar yang sudah dilakukan restorasi oleh BRG.

"Namun ini kerja bersama. Bukan hanya kerja Badan Restorasi Gambut (BRG) saja. Untuk itu kita mengajak seluruh stakeholder bersama sama melakukan restorasi gambut di Riau dan Indonesia pada umumnya untuk meminimalisasi terjadinya bencana kabu asap," kata Haris.**/mc

 
Berita Terbaru >>
Akhirnya, Setya Novanto Ditahan di Rutan KPK
Pompong Pengangkut BBM Meledak di Selat Panjang, 3 ABK Terluka
Ketua MPR Katakan DPR Sudah Hancur
Gubri Lepas 150 Jemaah Majelis Taqlim Pekanbaru Pergi Wisata Religi
Marjoni Hendri Terpilih Aklamasi Pimpin Pordasi Riau
2018, Dinsos Riau Sediakan Rp141 M untuk Keluarga Kurang Mampu
Festival Tesso Nilo dan Kemah KSDAE akan Diadakan Mulai Rabu
Akbar Tanjung Takut Golkar Tak Dapat Kursi DPR karena Setnov
Buka Riau JOB Fair 2017, Gubri Apresiasi Dunia Usaha
Mendagri Buka Rakor Camat se-Indonesia Bagian Barat di Riau
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com