Senin, 01 Juni 2020
Follow:
Home
Antisipasi Kemacetan, Kades Mahato Bangun Jalan Lingkar Desa
Selasa, 28/11/2017 - 19:49:33 WIB
 
 

ROKAN HULU - Kepala Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu, saat ini fokus membangun jalan lingkar desa sepanjang 4 Km, menghubungkan Km 24 Simpang Badak ke Km 24 Simpang Tarigan.

Menurut Kades Mahato, Firiadi, dana pembangunan ini berasal dari punggutan resmi ke kendaraan pengangkut kelapa sawit dan barang lainnya melalui ampang-ampang dan terkumpul sekitar Rp100 juta.

"Ini mengantisipasi lima tahun ke depan akan semakin meningkat arus kendaraan yang melintas. Kemudian terkait akan adanya investor yang masuk serta membangun Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Simpang Badak Desa Mahato. Dari sekarang kita sudah antisipasi supaya kedepannya tidak ada kemecetan arus kendaraan karena kita sudah ada jalan lingkar desa," kata Kades Mahato Firiadi, Selasa (28/11/2017).

Jalan lingkar yang dibangun dengan lebar 16 meter tanpa ada ganti rugi lahan milik masyarakat, karena masyarakat mau memberikan pelebaran untuk jalan capai 16 meter, dari jalan yang sudah ada awalnya hanya 7 meter.

Pengerjaan jalan lingkar 4 Km saat ini, Firiadi mengakui itu tahap 2. Dimana tahap 1, pihaknya setelah resmi dilantik sebagai Kades Mahato sudah membuka akses jalan linkar desa sepanjang 20 km yang menghubungkan Km 11 ke Km 24 Sindur yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Rokan Hilir, yang menghabiskan dana sekitar 2,5 miliar langsung dilakukan base.

"Semuanya dari dana pungutan ampang-ampang, dimana setiap kendaraan bermuatan yang melintas dikenakan Rp10 per kg untuk buah kelapa sawit dan barang lainnya atau Rp200 ribu per mobil sekali melintas. Dana pembukaan jalan dan base dari kutipan ampang ampang, dan dibantu alat berat dari Dinas PUPR Rohul berupa Bomak dan gleder sistim pinjam pakai," ungkap Firiadi.   

Firiadi mengakui, saat ini ampang-ampang sudah dikelola desa atas kesempakatan bersama. Sistim pengelolannya juga dilakukan pihak ketiga, dengan cara lelang terbuka 3 bulan sekali. Untuk besaran setoran lelang ampang- ampang sendiri, itu tergantung pada kondisi produksi buah kelapa sawit masyarakat dan perusahaan.

"Ini merupakan program kita jangka panjang, dan bila nantinya sudah selesai pembangunan jalan lingkar desa, maka kendaraan besar pengangkut kelapa sawit dan lainnya mereka tidak lagi melintasi jalan pemukiman penduduk desa, namun melalui jalan lingkar desa yang kita bangun tersebut. Terget pengerjaannya bertahap, karena kita gunakan dana ampang-ampang bukan dari Alokasi Dana Desa (ADD) atau Dana Desa (DD), " ucap Firiadi lagi.**/mc

 
Berita Terbaru >>
Mamun Murod Tuai Banyak Dukungan
Maiyuni: Kecil Tapak Tangan, Nyiru Kami Tadahkan
Kuasa Hukum Harap Hakim Tidak Membatasi Jumlah Saksi
Zufra: Lengkapi Dokumen, Lapor ke Mendagri
Bappeda Riau Sebut Akan Mengkaji Ulang
Gubri: Hindari Terpapar Covid-19 Masyarakat Sebaiknya Salat Idul Fitri di Rumah
Surat Perjalanan Khusus Warga Masuk Riau akan Diverifikasi Ulang
Harimau Sumatera Mati di Lahan Konsesi Arara Abadi dengan Kaki Terjerat
5 Fraksi Minta PKS Ganti Hamdani Jadi Ketua DPRD Pekanbaru
Antar 150 Paket Tajil dan Buka Puasa untuk Anak
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com