Kamis, 22 Februari 2018
Follow:
Home
Festival Budaya Melayu 2017 di Riau Resmi Ditutup
Kamis, 30/11/2017 - 04:20:26 WIB
 
 

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) diwakili Asisten II Setdaprov Riau Masperi menutup secara resmi acara Festival Budaya Melayu di Taman Bujang Mat Syam, Bandar Seni Raja Ali Haji, tadi malam, Rabu (29/11/2017).

Dalam sambutan tertulis Gubri yang dibacakan, Masperi menyatakan pentingnya terus menggelorakan kebudayaan Melayu, sebagaimana amanah yang dicita-citakan dalam visi misi Riau 2020 yang mengunginkan daerah ini sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara.

"Dibidang ekonomi kita sudah on The track. Dibidang kebudayaan belumlah mendapat tempat luas di masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Riau sesuai dengan komitmen bapak Gubernur dalam memajukan kebudayaan, sebagai mana visi misi Riau 2020, telah membentuk Dinas Kebudayaan," kata Masperi yang juga mantan Sekdakab Rokan Hulu, Rabu (29/11/17) mlam.

Melalui Dinas Kebudayaan Riau yang sudah dibentuk 2016 lalu itu, dianggap sudah mampu menampakan eksistensinya sebagai instansi yang diberi tanggung jawab dalam memajukan dalam hal kebudayaan.

Terbukti dalam waktu singkat, berkat kerja keras Dinas Kebudayaan ini, Pemprov Riau sudah berhasil mendulang beberapa penghargaan dari pemerintah pusat. Namun, tekad ini harus terus dimaksimalkan untuk mengejar visi misi Riau 2020 yang hanya tinggal tiga tahun lagi.

"Diharapkan, ke depan Dinas inilah untuk memajukan melalui pembinaan. Kemudian menggangli kembali atau menumbuh kembangkan budaya Melayu yang merupakan jati diri Riau, sehingga tercapailah Riau sebagaimana dicita-citakan dalam visi misi 2020," papar Masperi.

"Hari ini sejak dibentuk 2016 lalu, sudah mulai dirasakan apa yang sudah diharapkan tersebut. Namun tentu saja, tanggung jawab ini tidak hanya Dinas Kebudayaan saja, tapi juga semua pihak," ujar Masperi.

Pada malam penutupan dari beberapa rangkaian kegiatan yang ditaja Dinas Kebudayaan Riau, sejak 26-29 November ini, juga tampil pembacaan puisi. Yakni Kepala Dinas Kebudayaan yang juga tokoh seniman, Raja Yoserizal Zein, Taufik Ikram Jamil serta Deni Kurnia.

Kemudian ada juga atraksi musik tradisional dari 12 kabupaten kota. Selain itu, ada juga pembacaan komitman resolusi Zapin Nusantara yang mengikrarkan Riau sebagai pusat pelestarian Zapin, oleh sejumlah delegasi dari berbagai provinsi di Indonesia termasuk dua negara Malaysia dan Singapura.

Hadir juga pada malam penutupan Festival Budaya Melayu ini dari delegasi tujuh perwakilan adat serta berbagai elemen lainnya yang antusias mengikuti acara malam ini.**/MC

 
Berita Terbaru >>
Memasuki Musim Panas, Alfedri Imbau Semua Pihak Waspada Karhutla
Raih Opini WTP, Pekanbaru Terima Dana Insentif Rp 27 Miliar
DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Percontohan Seluruh Indonesia
Amril Imbau Seluruh Warga Bengkalis Cegah Karhutlah
Pemerintah akan Segera Serahkan Lahan Pehutanan Sosial kepada Masyarakat
KPK Persilakan Nazaruddin Kirim Bukti Dugaan Korupsi Fahri
Dirjen Kemendagri Puji Pelayanan DPM-PTSP Kota Pekanbaru
Hakam Mabruri dan Isteri Bersepeda ke Mekkah
Hidangan Rendang di Hari Raya Imlek
Tipu Warga dengan Janji Bisa Masuk Pegawai, ASN Pemrov Riau Berurusan dengan Polisi
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com