Rabu, 06/12/2017
Follow:
Home
5 Cara Keliru Mendisiplinkan Anak
Rabu, 06/12/2017 - 07:15:32 WIB
  Ilustrasi
 

KLIKRIAU.COM - Mengajarkan disiplin pada anak sudah bisa dilakukan saat anak berusia dini. Tujuannya prilaku disiplin dapat menghindari kesalahan dan adanya hukuman atas perilaku anak yang tidak sesuai.

Berbeda orangtua, berbeda gaya pula cara mendisiplinkan buah hatinya. Namun, beberapa orangtua kadang melakukan cara yang salah saat berupaya membuat anaknya patuh dan nurut. Alih-alih patuh, cara disiplin yang tak efektif malah membuat anak cenderung melawan atau mengabaikan orangtua. Apa saja cara mendisiplinkan anak yang kurang efektif?

1.  Sambil berteriak-teriak atau membentak

Mungkin sulit rasanya bagi orangtua untuk tidak meninggikan suaranya ketika mendisiplinkan anak. Pasti setidaknya Anda pernah hampir berteriak terhadap anak ketika ia tidak bisa patuh, atau melakukan perbuatan yang salah. Namun meneriaki anak seperti itu tidak membantunya menjadi lebih disiplin.

Ketika orangtua berteriak-teriak atau membentak anak, pesan apa pun yang Anda sampaikan  tidak akan dipahami. Sebab, saat Anda membentak, anak akan diselimuti rasa takut dan sakit hati.

Maka, bukannya meresapi betul kata-kata dan arahan Anda, anak justru sibuk bertanya-tanya mengapa orangtuanya sendiri tega menyakiti perasaannya, padahal ia belum begitu mengerti apa yang salah dari perbuatannya.

2. Sambil mengomel atau menceramahi panjang lebar

Terkadang, ada orangtua yang memiliih cara mendisiplinkan anak dengan cara memberi ceramah dan penjelasan panjang lebar dengan nada yang menyalahkan dan penuh tuntutan. Namun sebenarnya, ceramah yang kepanjangan akan membuat anak-anak bosan dan cenderung tidak menimbulkan efek jera apa pun.

Jika ingin mendisiplinkan lewat kata-kata, sampaikan secara padat, singkat, dan jelas. Jangan lupa juga jelaskan apa perubahan yang Anda ingin darinya, atau perilaku apa yang tidak seharusnya dia lakukan. Hal ini akan jauh lebih mudah diingat dan dipatuhi anak.

Jadi misalnya anak membiarkan mainannya berantakan di lantai, daripada mengomel panjang lebar, cukup katakan, "Adik, sehabis main tanggung jawabmu adalah merapikan mainanmu sendiri. Yuk, bereskan supaya rapi lagi."


3. Mengancam anak

Tak jarang, secara tidak sadar orangtua mengancam anaknya jika tidak menurut. Boleh mengancam, tapi tidak dilakukan dengan sering. Jika Anda memberi anak-anak ancaman berulang tanpa menindaklanjuti ancaman tersebut, anak akan menganggap bahwa Anda tidak serius.

Anda baru boleh mengancam jika Anda memang berniat mengambil hak istimewa dari konsekuensi negatif yang anak lakukan. Misalnya melarang dia nonton televisi jika tidak mau belajar.

4. Menggunakan kekerasan

Senakal apa pun anak, kekerasan bukanlah solusi. Anak belajar berperilaku dari orangtuanya. Jadi kalau Anda menggunakan kekerasan, yang akan dicontoh anak adalah bagaimana cara menggunakan kekerasan sebagai cara menyelesaikan masalah. Anak juga akan meniru orangtuanya yang tidak mampu mengendalikan diri ketika sedang emosi.

Karena itu, anak yang dididik dengan penuh kekerasan justru lebih sulit diajarkan kedisiplinan. Anak tidak akan menghormati aturan dan mengetahui batasan perilaku. Akibatnya anak pun akan terus-terusan melakukan kesalahan atau pelanggaran aturan, apalagi tanpa sepengetahuan orangtua.

5. Mempermalukan anak

Satu hal yang dilarang saat mendisiplinkan anak yaitu membuatnya merasa malu. Misalnya anak rewel di tempat umum. Jangan menghukumnya dengan cara memarahi anak di depan semua orang, apalagi dengan suara keras.

Orangtua juga sebaiknya tidak menghukum anak dengan cara yang membuat anak malu dan kehilangan harga diri, misalnya menampar wajah anak atau memaki anak dengan kata-kata kasar yang tidak pantas.

Ingat, sering kali anak tidak tahu kalau perbuatannya itu salah (atau seberapa besar kesalahannya). Orangtua harus bisa melihat dengan kacamata anak-anak, jangan selalu berasumsi bahwa anak seharusnya mengerti kalau perbuatannya salah.

Anak pasti melanggar aturan atau berbuat keliru karena suatu alasan. Fokuskan perhatian Anda pada alasan tersebut, lalu beri arahan yang benar dengan kata-kata yang jelas.

Sumber: Kompas

 
Berita Terbaru >>
Din Syamsudin Ajak Umat Beragama Tolak Sikap AS
Memasuki Musim Penghujan Harga Cabe Meningkat
Baznas Pusat Akan Bangun RS dan SMP di Pekanbaru
Cara Menyimpan Teh yang Benar
Permintaan Gas 5,5 Kg Meningkat 100 Persen
21 Wanita Diamankan di Bengkalis
Wakapolresta Pekanbaru Ikut Lepas Jenaza Supir Go-Car
Edy Sumardi Minta Masyarakat Teladani Rasullah SAW
5 Cara Keliru Mendisiplinkan Anak
RI Tolak Keras Pemindahan Kedutaan AS ke Yerusalem
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com