Minggu, 24 Maret 2019
Follow:
Home
Ingin Selamatkan Hutan, Ini yang Dilakukan Gubri Bersama Masyarakat Pantai Kuantan Mudik
Minggu, 17/12/2017 - 20:50:05 WIB
  Gubri menanam pohon bersama ribuan masyarakat di Kuansing, Selasa (21/12/2017).

 

TELUKKUANTAN-Banyak pihak yang menaruh kecemasan terhadap kualitas lingkungan hidup yang semakin hari kian menunjukkan kemorosotan, yang sebagian di antaranya disebabkan oleh ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan jalan melakukan praktek ilog (ilegal logging).

Kecemasan serupa juga dirasakan oleh H. Arsyadjuliandi Rachman, yang saat ini menjabat sebagai Gubri (Gubernur Riau). Makanya, pada Selasa (21/12/2017), Gubri yang akrab dengan panggilan Andi Rachman ini bahu-membahu bersama ribuan masyarakat di Desa Pantai, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), menanam sebanyak 25 ribu pohon. Yang mana, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk gerakan penghijauan atau penanaman kembali hutan yang rusak (reboisasi).

''Pada saat kita menanam pohon, berarti kita sedang berupaya menyelamatkan keberlanjutan generasi yang akan datang. Selain memperbaiki lingkungan, menanam pohon juga harus memberikan manfaat langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,'' kata mantan anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Provinsi Riau ini.

Oleh karenanya, lanjut Andi Rachman yang juga Ketua DPD I Partai Golkar (Golongan Karya) Provinsi Riau ini, perlu dipilih tanaman yang dapat memberikan dua keuntungan sekaligus, selain juga perlu dikembangkan sebuah model yang mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih jelas, sehingga pergerakan ekonomi di daerah semakin baik.

''Program ini sangat baik jika dapat dikembangkan di Kabupaten, Kecamatan dan Desa. Sekarang kita bagikan bibit durian, matoa, nangka, petai, jengkol dan banyak lagi. Jika ini dikembangkan, bisa menambah pendapatan,'' ujar mantan Ketua Kadinda (Kamar Dagang dan Industri Daerah) Provinsi Riau itu.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau, Ervin Rizaldi mengatakan, bahwa kondisi hutan di Hutan Lindung Bukit Betabuh di Kuansing kondisinya sangat memprihatinkan. Di sana, kondisi hutan premier yang lyasnya mencapai 44 ribu hektare sekarang sudah habis. ''Tinggal hutan sekunder, ada beberapa pohon tapi gak banyak, sisanya 17 ribu itu pun diselingi semak belukar. Perlu reboisasi,'' ujarnya. (Adv/Syf)

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com