Senin, 21 Januari 2019
Follow:
Home
Anak-anak Palestina Terancam Kelaparan Jika AS Stop Bantuan
Kamis, 04/01/2018 - 08:38:47 WIB
 
 

AMERIKA SERIKAT - Ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menghentikan bantuan ke Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) bagi Bantuan dan Pekerjaan untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dikhawatirkan bisa membuat anak-anak Palestina kelaparan. 

Kepala negosiator perdamaian Palestina, Saeb Erekat menyatakan, selama bertahun-tahun para pemimpin Palestina beritikad baik, menggelar sejumlah pertemuan dengan pemerintah Amerika Serikat.

"Sekarang dia mengancam untuk membuat anak-anak Palestina di kamp-kamp pengungsi kelaparan, dan mengabaikan hak-hak mereka atas kesehatan dan pendidikan jika kita tidak menuruti perintahnya," kata Erekat, yang juga Ketua Komite Politik di Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) seusai pertemuan di Ramallah, seperti dilansir The Times of Israel, Kamis (4/1).

Erekat mengecam keras tindakan Trump yang tidak masuk akal terhadap Palestina. Dia menuduh Presiden AS itu, melalui tindakan-tindakannya, mendorong Israel makin memperkuat penjajahan dan rezim apartheidnya terhadap Palestina.

"Bukannya memperlakukan Palestina secara adil, Presiden Trump memilih untuk menyalahkan ketimbang menjadi perantara yang jujur," kata Erekat.

"Pernyataan-pertanyaannya melawan rakyat Palestina telah mendorong Israel untuk terus melakukan kejahatan-kejahatannya yang keji dan melanggar hukum internasional," kata Erekat menambahkan.

Langkah-langkah Trump lain yang menentang Palestina, menurut Erekat, termasuk upaya menutup misi PLO di Washington, serta undang-undang yang akan memotong bantuan ekonomi bagi PLO jika terus memberi kompensasi bagi keluarga Palestina yang dianggap teroris karena menyerang warga Israel.

"Kami menyerukan kepada Presiden Trump dan pemerintahannya untuk berdiri di sisi sejarah yang benar, menghormati hukum internasional, dan berhenti mendorong anarki internasional dan melanggar syarat-syarat mendasar bagi perdamaian," kata Erekat.

Sebelumnya, Presiden Mahmoud Abbas merespons ancaman Trump untuk menghentikan bantuan bagi UNRWA dengan menyatakan bahwa "Yerusalem tidak untuk dijual."

"Yerusalem adalah ibu kota abadi Palestina dan itu tidak akan dijual demi emas atau miliaran (uang)," kata juru bicara Abbas Nabil Abu Rudeineh seperti dilaporkan AFP.

Trump mengancam untuk menghentikan bantuan kepada Palestina yang dianggapnya tidak mau lagi menggelar negosiasi perdamaian dengan Israel.

Palestina menganggap AS tak lagi menjadi perantara yang jujur dalam proses perdamaian Israel-Palestina setelah Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Pengakuan itu melanggar sejumlah resolusi PBB dan hukum internasional.

Tanpa ancaman Trump pun, UNRWA yang memberikan bantuan bagi pengungsi Palestina sejak 1949 telah kekurangan dana. Selama ini, Amerika Serikat menyumbang sekitar 30 persen dari anggaran UNRWA. Pada 2016, AS berkomitmen untuk memberi dana US$370 juta atau sekitar Rp5 triliun.

Ancaman Trump untuk menghentikan bantuan bagi Palestina bisa memperparah kondisi keuangan UNRWA. Selain AS, donatur UNRWA lainnya yang terbesar adalah Uni Eropa, Arab Saudi, Jerman, Inggris, Swedia, Jepang, Swiss, Norwegia dan Belanda.***

Sumber: CNNIndonesia


 
Berita Terbaru >>
Wajib Pajak Curang, Perbulan Pemko Pekanbaru Rugi Ratusan Juta
Tahun ini, DPKP Pekanbaru Rancang Panggilan Cepat Smart Rescue Madani
Mulai Sore Ini Supermoon Bisa Dilihat Diseluruh Indonesia
Semua Wilayah di Pedamaran Sudah Miliki Aliran Listrik
Perusahaan di Riau Diminta Bayarkan Gaji Sesuai UMP
Meranti Berpotensi Jadi Kota Jaringan Gas
Ghibah, Sikap Buruk yang Harus Dijauhi
Kisah Masyithah, Kisah Tentang Keteguhan Hati Perempuan
Tetap Awet Muda, Ini Rahasia Ira Koesno si Pemandu Debat Capres
Berbeda Pendapat Sebuah Kewajaran, Tapi Tetap Ada Adabnya
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com