Minggu, 24 Maret 2019
Follow:
Home
Agar Diet Sukses Tambahlah Durasi Tidur
Kamis, 11/01/2018 - 21:11:44 WIB
  Ilustrasi
 

PEKANBARU- Upaya mengurangi asupan gula demi menjaga berat badan bukan perkara mudah karena makanan di sekitar kita kebanyakan memang tinggi gula. Nah, baru-baru ini peneliti menemukan cara agar niat menghindari gula mudah dilakukan.

Caranya, cukup tidur dengan tambahan waktu 20 menit setiap malam. Berdasarkan penelitian, mereka yang berada di tempat tidur lebih lama, mengonsumsi gula 2,5 sendok teh lebih sedikit, atau sekitar 40 kalori.

Tentu, hal ini juga tak lepas dari gaya hidup yang berpengaruh pada pola makan kita. Orang yang kurang tidur cenderung sering kelelahan dan akibatnya mereka akan memilih sesuatu yang praktis untuk makan, termasuk junkfood.

Sedangkan bila mereka memiliki banyak waktu tidur, mereka akan lebih segar, tidak gampang mengantuk, dan diasumsikan punya waktu untuk menyiapkan makanan bergizi. Cukup tidur juga bisa mengurangi kadar hormon pemicu rasa lapar.

"Penelitian kami menunjukkan, semakin kita memiliki banyak waktu tidur, maka semakin mudah mendapatkan makanan berkualitas," kata Haya Al Khatib, dari Departemen Ilmu Nutrisi King's College London.

Namun, bukan berarti kita harus berlama-lama di tempat tidur, cukup tambah 20 menit saja.

"Waktu tambahan di tempat tidur adalah cara mudah untuk membantu kesehatan, diet dan penurunan berat badan seseorang," kata Al Khatib.

Adapun penelitian ini melibatkan 42 peserta yang tidur kurang dari tujuh jam semalam. Setengah dari mereka diminta untuk menghindari kafein sebelum tidur, menaruh ponsel di luar kamar tidur dan jangan tidur saat lapar. Setengah lainnya tidak diberi saran apa pun.

Hasilnya, mereka yang diberikan saran berada di kasur selama 55 menit lebih lama dan memiliki tambahan tidur selama 21 menit.

Konsumsi makanan yang mengandung gula seperti minuman manis, biskuit, dan kue juga turun sebesar 10 gram setiap hari.

"Perubahan gaya hidup yang sederhana dapat membantu orang mengonsumsi makanan yang lebih sehat," kata peneliti, Wendy.

Sumber: Kompas

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com