Rabu, 24 Oktober 2018
Follow:
Home
Agar Diet Sukses Tambahlah Durasi Tidur
Kamis, 11/01/2018 - 21:11:44 WIB
  Ilustrasi
 

PEKANBARU- Upaya mengurangi asupan gula demi menjaga berat badan bukan perkara mudah karena makanan di sekitar kita kebanyakan memang tinggi gula. Nah, baru-baru ini peneliti menemukan cara agar niat menghindari gula mudah dilakukan.

Caranya, cukup tidur dengan tambahan waktu 20 menit setiap malam. Berdasarkan penelitian, mereka yang berada di tempat tidur lebih lama, mengonsumsi gula 2,5 sendok teh lebih sedikit, atau sekitar 40 kalori.

Tentu, hal ini juga tak lepas dari gaya hidup yang berpengaruh pada pola makan kita. Orang yang kurang tidur cenderung sering kelelahan dan akibatnya mereka akan memilih sesuatu yang praktis untuk makan, termasuk junkfood.

Sedangkan bila mereka memiliki banyak waktu tidur, mereka akan lebih segar, tidak gampang mengantuk, dan diasumsikan punya waktu untuk menyiapkan makanan bergizi. Cukup tidur juga bisa mengurangi kadar hormon pemicu rasa lapar.

"Penelitian kami menunjukkan, semakin kita memiliki banyak waktu tidur, maka semakin mudah mendapatkan makanan berkualitas," kata Haya Al Khatib, dari Departemen Ilmu Nutrisi King's College London.

Namun, bukan berarti kita harus berlama-lama di tempat tidur, cukup tambah 20 menit saja.

"Waktu tambahan di tempat tidur adalah cara mudah untuk membantu kesehatan, diet dan penurunan berat badan seseorang," kata Al Khatib.

Adapun penelitian ini melibatkan 42 peserta yang tidur kurang dari tujuh jam semalam. Setengah dari mereka diminta untuk menghindari kafein sebelum tidur, menaruh ponsel di luar kamar tidur dan jangan tidur saat lapar. Setengah lainnya tidak diberi saran apa pun.

Hasilnya, mereka yang diberikan saran berada di kasur selama 55 menit lebih lama dan memiliki tambahan tidur selama 21 menit.

Konsumsi makanan yang mengandung gula seperti minuman manis, biskuit, dan kue juga turun sebesar 10 gram setiap hari.

"Perubahan gaya hidup yang sederhana dapat membantu orang mengonsumsi makanan yang lebih sehat," kata peneliti, Wendy.

Sumber: Kompas

 
Berita Terbaru >>
Jenis Senyulong, Buaya yang Muncul di Sungai Siak Tidak Berbahaya
26 Ormas Melaporkan Aksi Pembakaran Bendera Berkalimat Tauhid di Garut
Tingkatkan PAD Online, KPK Kumpulkan Lima Kabapenda di Bank Riau Kepri
Gandeng IZI, Muslim PTPN V Sumbang Korban Bencana Lombok dan Sulteng
Masa Penahanan Ratna Sarumpaet Diperpanjang
Rampok Bersenpi Rampok Uang Ujang Rp500 di Kuansing
Berteriak, Gadis di Pelalawan Ini Selamat dari Percobaan Perkosaan
Cabuli Anak Tiri,‎ Seorang Petani di Desa Suka Maju Rohul Diltangkap Polisi
Cuek Pada Berita negatif, Cara David Beckham Jaga Pernikahannya
Hujan Meteor Bisa Disaksikan Dinihari Nanti di Langit Indonesia
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com