Rabu, 16 Januari 2019
Follow:
Home
Ibu dari Palembang Ini Tega Jual Bayinya untuk Beli Sabu
Jumat, 19/01/2018 - 12:49:05 WIB
 
 

PALEMBANG - entah apa yang ada dalam pikiran dan hati Fatima alias Yanti (31), ketika nekat menjual putri kandungnya yang masih berusia 3 bulan seharga Rp 20 juta. Uangnya digunakan untuk membeli narkotika jenis sabu-sabu.

"Alasan jual itu ya karena saya sudah kebanyakan anak, suami juga kadang dapat uang kadang tidak dan kerjanya juga buruh harian dan saya takut tidak bisa kasih nafkah nanti kalau sudah besar," enteng saja dia menjawab wartawan di Mapolresta Palembang, Jumat (19/1/2018).

Anak yang dijualnya merupakan anak kelima. Sampai saat ini pun dirinya tidak merasa menyesal telah menjual putri bungsunnya ini. Sebab, warga Kelurahan 13 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II kota Palembang itu menilai orang yang membeli putrinya merupakan orang baik dan memang ingin mengadopsi anak.

"Awalnya itu saya tau dari tetangga kalau ada yang mau beli anak, dia suruh saya minta uang Rp 20 juta untuk biaya operasi cesar waktu melahirkan dan saya cuman ikut saja. Sampai akhirnya ketemuan dengan yang mau beli anak, sekarang uangnya sudah habis untuk belanja tidak ada saya kasih suami dan anak saya yang lain," sambungnya.

Fatima mengaku kecewa karena tetangganya sebagai perantara tidak mengakui dan terlibat dalam kasus ini. Padahal, sebagai perantara tetangganya itu juga disebut menerima upah Rp 1 juta dari si pembeli.

"Tetangga saya itu tidak mau ngaku kalau dia perantara, padahal dia juga dapat Rp 1 juta dari hasil jual anak saya itu," tutupnya.

Sementara Kapolresta Palembang, Kombes Wahyu Bintono HB mengatakan, Fatima yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka tunggal mengaku nekat jual anak karena kebutuhan ekonomi. Namun demikian, ada sebagian uang hasil penjualan anak yang digunakan untuk membeli narkotika jenis sabu.

"Untuk sementara ini masih pelaku tunggal dan motifnya memang karena kebutuhan ekonomi. Uang dibelikan barang-barang seperti pakaian, sepatu dan ada juga beberapa digunakan untuk beli narkotika jenis sabu. Namun ini masih dalam proses pendalaman lebih lanjut," kata Wahyu.***

Sumber:detik.com

 
Berita Terbaru >>
Pemko Pekanbaru Kembali Agendakan Relokasi PKL Teratai
Mandeh Run 2019 di Surga Wisata Tersembunyi
Dinas PUPR Dumai Hentikan Proyek Tanpa Izin
Tim Penasehat Hukum Mentahkan Dakwaan JPU, Agus Salim Harus Bebas Demi Hukum
Piala Adipura ke 4, Hadiah Manis untuk Syamsuar Sebelum Dilantik Sebagai Riau I
Rumah Tenun Kampung Bandar, Penghasil Kain Tenun Riau Sejak 2012
Tak Jadi Besok, Seminar Bedah APBD Riau 2019 Diundur Tanggal 22 Januari
Bank Riau Kepri Lakukan Lelang Jabatan untuk Isi Posisi Strategis
PHW Kembangkan Wisata Jalan Kaki di Kampung Melayu Pekanbaru
KIM Bukti Timah Dumai olah Daun Singkong Jadi Dendeng
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com