Kamis, 24 Mei 2018
Follow:
Home
Memilih Kemasan Plastik yang Aman Untuk Makanan
Sabtu, 20/01/2018 - 07:28:08 WIB
 
 

PEKANBARU - Plastik menjadi wadah paling banyak digunakan untuk membungkus tanaman, karena gampang didapat dan murah harganya. Tetapi kita juga harus hati-hati, karena tak semua bahan plastik aman digunakan untuk kemasan makanan.

Beberapa jenis plastik ternyata mengandung bahan kimia yang dapat bereaksi saat kontak langsung dengan makanan.

Jika makanan itu dikonsumsi tubuh, maka dapat berbahaya bagi kesehatan. Risiko bahaya ini bisa dikurangi dengan mengetahui ciri-ciri plastik yang aman digunakan untuk kemasan makanan.

Lalu apa saja penanda plastik yang dapat dijadikan acuan? Berikut beberapa di antaranya:

1. Memiliki tanda food grade

Plastik yang bisa digunakan untuk kemasan makanan harus memiliki tanda food grade berupa simbol garpu untuk makanan, dan simbol gelas untuk minuman. Tanda ini biasanya terdapat di bagian bawah plastik atau di kemasan plastik tersebut.

Menurut Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB, Akhmad Zaindal Abidin, plastik yang memiliki tanda food grade terbuat dari bahan yang aman untuk makanan dan tubuh serta telah melalui uji yang ketat. Bahan ini tetap aman ketika kontak dengan makanan dan tahan panas.

"Yang food grade tentu paling aman. Tanda dari pemerintah itu garpu, berarti bisa untuk kemasan makanan. Kalau plastik untuk kemasan elektronik atau barang makanan itu lebih longgar dan tidak ada simbol itu," kata Akhmad dalam media workshop tentang penggunaan styrofoam, Jakarta, Kamis (18/1).

Plastik yang tergolong dalam foodgrade biasanya terbuat dari polietilena (PE), poliprofilina (PP), polistirena dikenal juga dengan styrofoam, dan berbagai kemasan minuman.

2. Tidak kotor

Menurut Akhmad, plastik kemasan makanan yang baik digunakan tidak terkontaminasi dengan kotoran yang dapat dilihat dengan mata seperi cat atau noda. Akhmad menjelaskan sebenarnya kotoran ini dapat dicuci dengan air dan sabun. Semakin sering dicuci, kandungan kimia bakal semakin berkurang.

"Boleh di cuci karena plastik itu tidak larut dalam air jadi tidak masalah. Makin sering dicici, kotoranbya semakin sedikit," tutur Akhmad.

Akhmad bahkan menyebut beberapa kemasan plastik justru dianjurkan dimasak dalam air panas terlebih dahul agar residunya semakin berkurang dan tidak berpindah pada makanan.

3. Bisa digunakan berkali-kali

Akhmad menjelaskan plastik kemasan makanan dapat digunakan berkali-kali selama masih memiliki bentuk yang baik. Hal ini lantaran plastik tidak memiliki waktu kadaluarsa.

"Banyak yang menyebut beberapa plastik cuma digunakan sekian kali. Sebagai ahli saya menyatakan bahwa pandangan itu keliru. Justru pemakaian pertama kali lebih berbahaya karena zat kimia yang berpindah masih banyak. Yang dipakai berikutnya semakin sedikit dan semakin aman, kecuali kalau masuk kotoran dari luar," kata Akhmad.***/CNNIndonesia


 
Berita Terbaru >>
Sekdako Pekanbaru Buka Pesantren Kilat BKMT
Antisipasi Terorisme, Pemkab Dandim dan Kapolres Bengkalis Keluarkan Maklumat
Piala Uber 2018, Indonesia Kalah dari China
Lima Perusahaan Tunda Melantai di Bursa Efek
Mahathir Akan Copot Menteri Berkinerja Buruk
Penyelesaian Dua Persil Lahan Subrantas, Dilanjutkan Usai Lebaran
Single Salary Berlaku, Tingkat Kehadiran PNS Pemko Naik
Najib Razak Tersenyum Santai Saat Diperiksa terkait Korupsi 1MDB
Terkait Sembako Maut, Kadis Pariwisata DKI Siap Diperiksa Polisi
Dukungan Makin Bulat di Seluruh Kabupaten, Firdaus-Rusli Optimis Menang
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com