Jum'at, 21 09 2018
Follow:
Home
Abraham Samad Klaim Didekati Parpol Menengah Untuk Cawapres
Senin, 16/04/2018 - 06:48:11 WIB
 
 

JAKARTA- Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengaku sudah didekati oleh setidaknya dua partai politik (parpol) menengah terkait pencalonan sebagai Wakil Presiden pada Pemilu 2019.

Hal itu dikatakannya saat ditanya soal kesiapannya untuk maju sebagai cawapres, saat ditemui di Yogyakarta, Minggu (15/4) malam.

"Kalau saya bilang tidak ada [komunikasi] berarti saya dusta. Kan tidak boleh mantan pimpinan KPK dusta, harus jujur. Maka saya harus katakan ada partai-partai menengah, dua atau lebih, [yang berkomunikasi]," ucap dia, dikutip dari Antara.

Abraham mengaku tidak ingin terlena dengan pendekatan yang dilakukan parpol karena ia sadar dirinya bukan kader sekaligus tak memiliki modal.

"Saya bukan orang yang punya kapital luar biasa yang bisa turun bertarung. Saya paham betul posisi saya," aku dia.

Namun, lanjutnya, ikhtiar politik harus tetap dilakukan untuk mempersiapkan diri.

"Apapun amanah itu, termasuk amanah untuk menjadi cawapres, capres, jadi ketua KPK kembali, maupun jadi wartawan," kata Abraham.

"Saya siap kapan saja ketika amanah itu datang. Kalau anda tanya [kesiapan], 100 persen saya siap," imbuh dia.

Kendati demikian, Abraham belum bisa memutuskan kepada capres mana ia menyatakan kesiapannya sebagai cawapres. "Kalau anda menyebutkan nama maka saya harus salat istikharah dulu apakah saya ke A atau ke B," kata dia.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pernah mengungkapkan ada enam pertemuan antara pihaknya dengan Abraham, sebelum Mei 2014. Hal itu diungkapkannya setelah KPK menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka kasus penerimaan gratifikasi, 2015.

Menurut Hasto, pertemuan itu terkait keinginan Abraham untuk menjadi calon wakil presiden Joko Widodo pada Pilpres 2014. Sebagai imbalannya, Abraham disebut menjanjikan keringanan hukuman untuk kader PDIP Emir Moeis. Namun, tudingan itu sudah dibantah Abraham.

Abraham kemudian dilaporkan ke kepolisian dan ditetapkan sebagai tersangka. Jokowi kemudian memutuskan pengesampingan perkara (seponering) atas kasus itu.(cnn)

 
Berita Terbaru >>
Baru Saja Sebuah SPBU di Sawahan Padang Terbakar
Malam Ini Dua Capres akan Berpidato di KPU, Usai Ambil Nomor Urut
Tiba-tiba Jalan Depan Ruko di Setia Budi Pekanbaru Amblas, Motor Berjatuhan
5 Remaja Spesialis Curanmor Masjid Ditangkap Tim Polsek Rumbai Pekanbaru
Puluhan Ribu Nelayan di Perairan Riau Rawan Terlibat Konflik
Malam Ini Wilayah Riau Masih Berpotensi Hujan Lebat
Tengku Nizwa Purwanindyah Malam Ini Tampilkan 30 Koleksi Terbaru
Bapenda Temukan Banyak Tunggakan Pajak Restoran
BI Ramal Rupiah Melemah Hingga Tahun Depan
Polemik Impor Terus Bergulir, Data Beras Bikin Ribut
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com