Selasa, 25 Juni 2019
Follow:
Home
Golkar Doakan Setnov Tabah Divonis 15 Tahun Penjara
Selasa, 24/04/2018 - 21:42:05 WIB
 
 

JAKARTA- Partai Golkar mendoakan mantan ketua umum Setya Novanto tabah setelah divonis 15 tahun penjara karena dinilai hakim terbukti korupsi dalam proyek e-KTP.

"Apapun keputusan yang diambil Pak Novanto (terhadap putusan), kami hanya bisa mendoakan agar Pak Novanto tabah dan sabar dalam menghadapi kasus hukumnya," kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily dalam pesan singkatnya, Selasa (24/4).

Golkar, kata dia, prihatin atas vonis majelis hakim yang memutuskan vonis 15 tahun untuk Setnov. Namun, Golkar menyerahkan kepada Setnov atas langkah hukum berikutnya terkait putusan tersebut.

"Soal vonis yang tidak sesuai harapan Pak Novanto, semua dikembalikan kepada Pak Novanto dan penasehat hukumnya sendiri untuk mengambil langkah hukum selanjutnya apakah akan banding atau tidak," kata dia.

Wakil Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Golkar wilayah Sumatera Ahmad Doli Kurnia mengapresiasi perubahan sikap yang ditunjukkan Setnov selama proses persidangan.

"Dari awal tidak mengaku, kemudian mengaku hingga akhirnya akan membantu untuk menuntaskan kasus e-KTP ini. Itu juga harus diapresiasi perubahan sikapnya," kata Doli terpisah.

Mengenai hukuman, Doli menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim. Majelis hakim, kata dia telah mempertimbangkan banyak aspek dalam mengambil putusan.

"Termasuk tuntutan dari JPU (Jaksa Penuntut Umum), keterangan-keterangan saksi kita percayakan pada mekanisme peradilan. Apapun keputusannya itu merupakan keputusan terbaik yang dibuat oleh hakimnya," katanya.

Setnov divonis 15 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Setnov dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi proyek pengadaan KTP Elektronik (e-KTP), yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

"Mengadili menyatakan terdakwa Setya Novanto telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan bersama sama, sebagaimana dalam dakwaan kedua jaksa penuntut umum," kata ketua majelis hakim Yanto membacakan amar putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (24/4).(cnn)

 
Berita Terbaru >>
Putusan Sengketa Perselisihan Hasil Pemilu Pilpres akan Dibacakan 27 Juni
Aturan Penetapan Jalur Zonasi PPDB 2019 Direvisi Menteri Pendidikan
Ternyata Rokok Elektrik Bisa Rusak Sel Pelapis Pembuluh Darah
Indonesia Ikut Suarakan Penanggulangan Sampah Plastik
Jengkol Paling Enak Ada di Sumatera Barat
PPDB SMA Sederajat di Riau akan Dimulai Awal Bulan Juli
Pemerintah Putuskan Harga Tiket Pesawat Rute Domestik Turun
Hilang di Sungai Lakar Siak, Mayat Wartoyo Ditemukan Dalam Perut Buaya
Sejoli Pemilik Satu Kilo Sabu dan Ribuan Ekstasi Ditangkap BNN di Rumbai Pekanbaru
Diusir Dari Kebun Warga di Inhu, Empat Gajah Liar Mulai Dekati Tesso Nilo
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com