Jum'at, 19 April 2019
Follow:
Home
PPP Tunggu Sikap Pengusul Pansus TKA, PKB Cukup dengan Panja
Selasa, 01/05/2018 - 07:56:15 WIB
 
 

JAKARTA- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyatakan masih menunggu sikap fraksi-fraksi pengusul pembentukan panitia khusus (pansus) Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk menyikapi isu tersebut.

"Pada prinsipnya tidak ada satu pun pemerintahan sejak republik ini didirikan, yang memberikan karpet merah dengan menegasikan potensi dalam negeri termasuk tenaga kerja nasional, sedangkan kita saja mengirim TKI ke seluruh dunia," kata Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (30/4).

Dengan mengirim TKI ke sejumlah negara seperti Hongkong, Singapura, hingga negara Timur Tengah, menurutnya wajar jika pemerintah memperlakukan hal serupa dengan membuka tenaga kerja asing ke Indonesia.

Namun, kata dia, pembukaan tenaga kerja asing untuk bekerja di Indonesia dengan catatan tidak mengambil lahan pekerjaan yang bisa dilakukan tenaga kerja lokal.

Untuk itu, Romi sapaan karibnya belum dapat menilai urgensi pembentukan Pansus Angket TKA karena saat ini parlemen sedang menjalani masa reses anggota dewan.

"Tentu pada saat setelah semua pengusul mengusulkan pansus dan menyampaikan pikirannya, kita akan bersikap gitu, dan hari ini DPR masih reses sehingga tidak memungkinkan fraksi-fraksi untuk menyikapi itu," katanya.

Terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal  Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan mengatakan pihaknya belum menilai perlu pembentukan Pansus Angket TKA.

"Bagi PKB cukup panja (panitia kerja) dulu" kata Daniel, Senin (30/4)

Menurutnya, saat ini belum ada perintah atau persetujuan dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar terhadap hal tersebut karena parlemen masih masa reses.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah sebelumnya resmi mengajukan diri sebagai pengusul pembentukan Pansus Angket TKA.

Pembentukan pansus diklaim untuk menginvestigasi isu TKA ilegal dan tidak terdidik di Indonesia. Fadli menuturkan isu keberadaan TKA sudah meresahkan masyarakat sehingga perlu diselesaikan melalui investigasi.

"(Pansus Angket TKA) ini bagian dari wacana publik yang tidak bisa dihindari bahwa semakin banyak TKA, khususnya ilegal maupun unskilled yang meresahkan masyarakat," ujar Fadli usai menandatangani daftar pengusul Pansus TKA.

Sejauh ini selain Fadli dan Fahri, empat anggota DPR lain juga telah menandatangani daftar pengusul pansus angket TKA yakni anggota Fraksi Gerindra Muhammad Syafii, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini, anggota Fraksi Gerindra Heri Gunawan, dan anggota Fraksi Gerindra Sutan Adil Hendra. Pansus dapat resmi dibentuk jika sudah memenuhi syarat minimal dua fraksi dan sekurang-kurangnya terdiri atas 25 orang. (cnn)

 
Berita Terbaru >>
Menikmati Wisata Perut Bumi di Labuan Bajo
Sempena Hardiknas, Disdikbud Dumai Gelar Lomba Lagu Melayu dan Melukis
Bertuah Akshara Symphony, Wadah Berhimpun Generasi Muda Pencinta Marching Band
Hypatia, Perempuan Cerdas yang Dibunuh Karena Melakukan Penelitian

Sejarah untuk Riau, KLHK Beri Hutan Pendidikan untuk Unilak
Truk ODOL Sebabkan Jalan di Riau Banyak Rusak
Berkeliaran di Bawah Jembatan Siak II, Seekor Buaya Berhasil Dievakuasi
Terlibat Korupsi, 19 ASN Kabupaten Kampar Dipecat Selama Tahun 2018
Penyanyi dan Musisi Mus Mulyadi Tutup Usia
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com