Selasa, 16 Oktober 2018
Follow:
Home
DPR RI dan DPRD Jadi Target Bom Teroris Riau
Minggu, 03/06/2018 - 08:18:30 WIB
 
 

PEKANBARU- Tiga terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri bersama dengan Polda Riau di kampus Universitas Riau menargetkan peledakan di Gedung DPR RI dan DPRD Provinsi Riau.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan akan diledakkan di DPRD dan DPR RI," kata Kapolda Riau Irjen Pol Nandang dalam keterangan pers di Pekanbaru, Sabtu (2/6) malam seperti dikutip dari Antara.

Tiga terduga teroris masing-masing berinisial Z, D, dan K ditangkap tim gabungan di Gedung Gelanggang Mahasiswa, FISIP, Universitas Riau, pada sore harinya.

Nandang menyatakan tiga terduga tersebut merupakan alumni dari kampus tersebut.

"Tersangka berinisial D alumni jurusan Administrasi negara, K alumni tahun 2004 jurusan Ilmu Komunikasi, dan Z alumni tahun 2005 jurusan Pariwisata Fakultas ilmu sosial dan Ilmu politik Universitas Riau," tutur Nandang.

Dari tangan ketiganya, polisi menyita empat unit bom rakitan yang menurut Nandang memiliki daya ledak tinggi. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah serbuk-serbuk bahan pembuat bom dari gelanggang mahasiswa FISIP Unri yang sejatinya merupakan sekretariat bersama kelembagaan mahasiswa tersebut.

Nandang menjelaskan ketiga terduga teroris itu sengaja menggunakan kampus untuk menutupi jejak mereka, terutama dalam merakit bom.

"Kebetulan barang bukti ini dirakit di Sekretariat Kelembagaan Gelanggang Mahasiwa. Mereka numpang tidur di mes Mapala Sakai selama sebulan (selama perakitan bom)," ujarnya.

Penyelidikan Dua Pekan

Nandang mengatakan jajarannya mulai mendeteksi keberadaan terduga teroris sejak dua pekan terakhir sebelum melakukan penggerebekan.

"Dua minggu sudah (mulai) dilidik (penyelidikan)," kata Nandang .

Awalnya, kata dia, Polda Riau bersama dengan Densus 88 setelah mendapat cukup bukti bermaksud melakukan penggerebekan tersebut pada hari Jumat (1/6). Namun, penggerebekan itu urung dilakukan atas dasar beberapa pertimbangan.

"Baru bisa dilakukan hari Sabtu," ujarnya.

Sebelum melakukan penggerebekan, polisi terlebih dahulu telah mengumpulkan data terkait dengan siapa, bagaimana, dan bentuk aktivitas mencurigakan di perguruan tinggi negeri terbesar di Riau tersebut.

"Setelah memperoleh data awal akurat, tentang siapa, bagaimana, akan lakukan apa, sudah diketahui sedari awal, baru digerebek," katanya.

Densus 88 Antiteror bersama Gegana Polda Riau, Sabtu siang, menggerebek Gedung Gelanggang Mahasiswa, yang berlokasi di kampus Universitas Riau. Penggerebekan melibatkan personel Brimob bersenjata lengkap dan Gegana serta Inafis.

Berkaitan penggerebekan di kampus tersebut polisi menggunakan senjata, menurut dia, yang digerebek bukan pencuri ayam, melainkan pelaku kejahatan 'extraordinary' dan meresahkan.

Ia mengatakan bahwa polisi hingga saat ini masih terus memintai keterangan para terduga teroris tersebut, termasuk mendalami afiliasi jaringan mereka. (*)

Sumber: Antara

 
Berita Terbaru >>
ASN Pemkab Bengkalis Harus Netral di Pilpres dan Pileg 2019
Tutupi Kasus Seks, Uskup Agung AS Undur Diri
Kebiasaan Ngupil Tingkatkan Risiko Pneumonia
Meghan Markle Hamil Anak Pertama Pangeran Harry
Peduli Korban Gempa Tsunami, Tunjangan ASN Pemko Pekanbaru Dipotong
Manfaat Pisang, Dari Mencegah Batu Ginjal Hingga Perkuat Tulang
Kaus Kaki Berusia 1.700 Tahun Ditemukan di Mesir
Islam Anti Hoax dan Menyuruh Muslim Hati-hati Menyebarkan Berita
Pengunjung Menangkap Ubur-ubur yang Muncul di Pantai Ancol
Riau Berhasil Raih Peringkat 6 MTQ Nasional
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com