Rabu, 16 Januari 2019
Follow:
Home
Malaysia Umumkan Penyelidikan Ulang Pembunuhan Model Cantik Mongolia
Kamis, 21/06/2018 - 17:03:06 WIB
  Altantuya Shaariibuu  

KUALA LUMPUR - Kepolisian Malaysia resmi mengumumkan dibukanya kembali penyelidikan kasus pembunuhan model cantik Mongolia, Altantuya Shaariibuu. Hal ini diumumkan setelah ayah mendiang Altantuya mengajukan laporan baru ke polisi Malaysia.

"Saya bisa mengonfirmasi kita membuka kembali penyelidikan," tegas Kepala Kepolisian Federal Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Mohamad Fuzi Harun kepada media Malaysia, The Star, Kamis (21/6/2018).

"Kami membuka kembali penyelidikan berdasarkan pada laporan polisi yang lama dan laporan baru yang diajukan di Dang Wangi ," ujar Mohamad Fuzi, merujuk pada lokasi markas Kepolisian Kuala Lumpur.

Ditambahkan Mohamad Fuzi, hasil penyelidikan nantinya akan diserahkan kepada Wakil Jaksa Umum untuk ditindaklanjuti.

Altantuya (28) tewas dibunuh di Malaysia tahun 2006 lalu. Dia diyakini ditembak mati sebelum jenazahnya diledakkan dengan peledak hingga hancur berkeping-keping di sebuah hutan dekat Subang Dam, Puncak Alam, Shah Alam.

Dua mantan polisi Malaysia bernama Sirul Azhar Umar dan Azilah Hadri divonis mati atas pembunuhan ini. Namun pertanyaan soal motif dan siapa yang memerintahkan pembunuhan Altantuya tidak pernah terjawab.

Pengumuman dibukanya kembali penyelidikan kasus Altantuya disampaikan setelah ayahnya, Dr Shaariibuu Setev, datang dari Mongolia ke Malaysia untuk mencari keadilan bagi putrinya. Selama di Malaysia, Setev bertemu Perdana Menteri Mahathir Mohamad dan Jaksa Agung Tommy Thomas.

Di Malaysia, Setev juga mengajukan laporan baru ke Kepolisian Kuala Lumpur pada Rabu (20/6) siang waktu setempat, agar polisi menyelidiki kembali kasus pembunuhan putrinya. Mohamad Fuzi menyebut Setev baru selesai dimintai keterangan oleh polisi pada Kamis (21/6) waktu setempat.

Sebelum Mohamad Fuzi mengumumkan dibukanya kembali penyelidikan kasus Altantuya, baik Mahathir maupun Jaksa Agung Tommy dilaporkan sepakat bahwa penyelidikan kasus ini harus dilakukan kembali, setelah ditemukan bukti baru.

Dugaan banyak pihak menyebut Altantuya dibunuh terkait perannya sebagai penerjemah dan rekan Abdul Razak Baginda, mantan penasihat mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak, dalam perundingan pembelian dua kapal selam kelas Scorpene dari perusahaan raksasa Prancis, DCNS tahun 2002. Pembelian kapal selam itu diduga kuat sarat penyuapan.**/Sumber: detik.com

 
Berita Terbaru >>
Pemko Pekanbaru Kembali Agendakan Relokasi PKL Teratai
Mandeh Run 2019 di Surga Wisata Tersembunyi
Dinas PUPR Dumai Hentikan Proyek Tanpa Izin
Tim Penasehat Hukum Mentahkan Dakwaan JPU, Agus Salim Harus Bebas Demi Hukum
Piala Adipura ke 4, Hadiah Manis untuk Syamsuar Sebelum Dilantik Sebagai Riau I
Rumah Tenun Kampung Bandar, Penghasil Kain Tenun Riau Sejak 2012
Tak Jadi Besok, Seminar Bedah APBD Riau 2019 Diundur Tanggal 22 Januari
Bank Riau Kepri Lakukan Lelang Jabatan untuk Isi Posisi Strategis
PHW Kembangkan Wisata Jalan Kaki di Kampung Melayu Pekanbaru
KIM Bukti Timah Dumai olah Daun Singkong Jadi Dendeng
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com