Sabtu, 23 Maret 2019
Follow:
Home
Selama Gelombang Panas di Kanada, 34 Warga Tewas
Jumat, 06/07/2018 - 11:05:35 WIB
 
 

KANADA - Lebih dari 34 orang tewas selama gelombang panas menerjang Kanada sejak akhir Juni lalu. Gelombang panas tersebut adalah yang terburuk melanda Provinsi Quebec, Kanada selama beberapa dekade terakhir.

Otoritas kesehatan Provinsi Quebec, Kanada menyatakan sedikitnya 33 orang tewas akibat komplikasi terkait gelombang panas dalam beberapa hari terakhir. Sebanyak 18 korban berasal dari Montreal dimana kelembaban suhu udara mencapai 43 derajat Celcius.

Sebagian besar korban adalah pria berusia lebih dari 50 tahun, yang tinggal sendirian di apartemen-apartemen pribadi atau panti jompo. Para korban tidak memiliki pendingin ruangan dan sebagian besar meninggal di dalam rumah-rumah mereka.

"Ini tidak mengejutkan. Orang tua, penderita penyakit kronis dan penyandang kesehatan mental lebih berisiko," kata David Kaiser dari Departemen Kesehatan Montreal seperti dilansir AAP, Jumat (6/7).

Menurut Kaiser, aspek sosial yakni hidup sendirian dan tidak punya tempat lain untuk mendinginkan tubuh, menjadi salah satu penyebab kematian terkait gelombang panas.

"Montreal adalah pulau panas raksasa," kata Kaiser menyebut fenomena gelombang panas akibat kurangnya vegetasi di tengah hutan beton.

Biro lingkungan Kanada menyatakan daerah yang paling terpengaruh gelombang panas antara lain Pulau Montreal, Chateauguay/La Prairie, Laval, Longueuil dan Varennes.

Peringatan kabut asap juga berlaku untuk daerah-daerah tersebut. Konsentrasi tinggi ozon juga terdapat di wilayah itu, akibatnya kualitas udara memburuk.

"Konsentrasi polutan yang tinggi diperkirakan akan bertahan hingga malam ini," kata Badan Lingkungan Kanada.

Kabut asap akan sangat mempengaruhi anak-anak penderita asma dan mereka yang menderita penyakit pernafasan atau jantung.

Dilansir cbc.ca, gelombang panas di Kanada dimulai sejak 29 Juni. Kabar dari biro cuaca menyatakan temperatur akan menurun pada Jumat (6/7) menjadi 23 derajat celcius.**/CNNIndonesia

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com