Rabu, 14 November 2018
Follow:
Home
Selama Gelombang Panas di Kanada, 34 Warga Tewas
Jumat, 06/07/2018 - 11:05:35 WIB
 
 

KANADA - Lebih dari 34 orang tewas selama gelombang panas menerjang Kanada sejak akhir Juni lalu. Gelombang panas tersebut adalah yang terburuk melanda Provinsi Quebec, Kanada selama beberapa dekade terakhir.

Otoritas kesehatan Provinsi Quebec, Kanada menyatakan sedikitnya 33 orang tewas akibat komplikasi terkait gelombang panas dalam beberapa hari terakhir. Sebanyak 18 korban berasal dari Montreal dimana kelembaban suhu udara mencapai 43 derajat Celcius.

Sebagian besar korban adalah pria berusia lebih dari 50 tahun, yang tinggal sendirian di apartemen-apartemen pribadi atau panti jompo. Para korban tidak memiliki pendingin ruangan dan sebagian besar meninggal di dalam rumah-rumah mereka.

"Ini tidak mengejutkan. Orang tua, penderita penyakit kronis dan penyandang kesehatan mental lebih berisiko," kata David Kaiser dari Departemen Kesehatan Montreal seperti dilansir AAP, Jumat (6/7).

Menurut Kaiser, aspek sosial yakni hidup sendirian dan tidak punya tempat lain untuk mendinginkan tubuh, menjadi salah satu penyebab kematian terkait gelombang panas.

"Montreal adalah pulau panas raksasa," kata Kaiser menyebut fenomena gelombang panas akibat kurangnya vegetasi di tengah hutan beton.

Biro lingkungan Kanada menyatakan daerah yang paling terpengaruh gelombang panas antara lain Pulau Montreal, Chateauguay/La Prairie, Laval, Longueuil dan Varennes.

Peringatan kabut asap juga berlaku untuk daerah-daerah tersebut. Konsentrasi tinggi ozon juga terdapat di wilayah itu, akibatnya kualitas udara memburuk.

"Konsentrasi polutan yang tinggi diperkirakan akan bertahan hingga malam ini," kata Badan Lingkungan Kanada.

Kabut asap akan sangat mempengaruhi anak-anak penderita asma dan mereka yang menderita penyakit pernafasan atau jantung.

Dilansir cbc.ca, gelombang panas di Kanada dimulai sejak 29 Juni. Kabar dari biro cuaca menyatakan temperatur akan menurun pada Jumat (6/7) menjadi 23 derajat celcius.**/CNNIndonesia

 
Berita Terbaru >>
Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Wilayah di Tualang Terendam Banjir
Raih Juara Terbaik Nasional, Syamsuar Kunjungi Puskesmas Sei Apit
KPK Minta Menag Tinjau Ulang Pengadaan Kartu Nikah
China Blokir Ribuan Akun Media Sosial
Pagar SDN 141 Pekanbaru Roboh, Satu Orang Meninggal Dunia
SKK Migas Raih Juara II Stan Terbaik Riau Expo 2018
Runway 2.600 Meter Bandara Internasional SSK Pekanbaru Diresmikan
Banjir Masih Jadi Ancaman di Beberapa Wilayah Riau
Inilah Kalimat Terakhir Khashoggi Sebelum Dibunuh di Konsulat Saudi
Peduli Bencana Sulteng, Pemkab Bengkalis Salurkan Bantuan Rp263 Juta
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com