Minggu, 24 Maret 2019
Follow:
Home
Demokrat Akui Masih Samakan Visi dengan Gerindra
Rabu, 18/07/2018 - 15:20:28 WIB
  Syarif Hasan
 

JAKARTA- Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan menyatakan partainya belum memastikan berkoalisi dengan Gerindra di Pilpres 2019.

Hal itu menanggapi rencana pertemuan antara Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto pada Rabu, 18 Juli 2018.

Menurutnya, Demokrat masih menyamakan pandangan dengan Gerindra menyoal kondisi negara saat ini. Belum ada kesepakatan koalisi jelang Pilpres 2019.
 
"Kan, bagus kalau kami (Demokrat-Gerindra) berkoalisi, tapi kalau berkoalisi banyak hal yang kami bicarakan bersama. Kita lihat besok kelanjutan dari pada pertemuan itu," ujar Syarief di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/7).
 
Syarief mengklaim hal utama yang dibahas dengan Gerindra berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat ke depan. Ia menyebut Demokrat kecewa dengan pertembuhan ekonomi Indonesia yang hanya berkisar di angka 5 persen.

"Kami inginkan pertumbuhan ekonomi betul-betul bagus supaya rakyat menikmati pembangunan. Itu yang esensial dari koalisi," ujarnya.
 
Demokrat, kata dia, tidak menjadikan pembahasan pembagian kekuasaan sebagai prioritas jika berkoalisi dengan Gerindra di Pilpres 2019.

Peluang dengan Kubu Jokowi

Lebih dari itu, Syarief menegaskan Demokrat masih berpeluang mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019. Namun, untuk itu ia meminta seluruh parpol yang sudah mendukung Jokowi agar memiliki kesamaan visi dalam melihat perekonomian ke depan.
 
"Pokoknya kalau kata kami Demokrat ingin berkoalisi dengan partai-partai yang betul-betul mengutamakan kepentingan rakyat. Gimana caranya? Pertama ekonomi harus tumbuh. Kedua, daya beli rakyat harus naik. Nah kalau visi ini sama, dipastikan kami berkoalisi di samping faktor-faktor lain," ujarnya.

Di sisi lain, Syarief mengklaim Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masih memiliki peluang besar untuk menjadi cawapres di Pilpres 2019.

"Dari lembaga survei, AHY sebagai cawapres paling tinggi elektabilitasnya. Jadi realistis," ujar Syarief.

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com