Kamis, 20 Juni 2019
Follow:
Home
Bahas Karhutla, Gubri Dipanggil ke Jakarta
Rabu, 25/07/2018 - 13:23:23 WIB
  Foto ilustrasi
 

PEKANBARU - Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko hari ini memanggil sejumlah kepala daerah yang rawan terkena Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), termasuk diantaranya Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, untuk memaparkan kondisi terkini Karhutla yang beberapa hari lalu terdeteksi kembali bermunculan.

"Ya, ada undangan dari Kepala Staf Kepresidenan membahas Karhutla. Rapat ini tak hanya Riau juga beberapa provinsi lainnya. Kita akn sampaikan data apa adanya bagaimana usaha kita menekan hotspot," kata Gubernur Riau, Rabu (25/7/18).

Menurut Gubri, beberapa hari sebelumnya sempat banyak bermunculan hotspot di sejumlah daerah di Riau. Yakni pada Selasa sore pekan lalu, sempat terdeteksi 61 hotspot. Pada hal pagi dihari yang sama terdeteksi 29 hotspot.

Sehari kemudian pada Rabu 18 Juli, hotspot kembali bertambah menjadi 80 titik. Hotspot terbanyak 42 titik di Rokan Hilir, Dumai 16 titik, Bengkalis 10 titik, Meranti 1 titik, Rohul 2 titik, Pelalawan 5 titik, Siak 4 titik.

Meski begitu menurut Gubri, dalam beberapa hari terakhir, titik-titik panas tersebut sudah berhasil diminimalisir, berkat kerja keras tim yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Riau.

Ada pun luasan lahan yang terbakar di Riau terhitung 14 Januari sampai sekarang sudah mencapai 2.006,91 hektar. Karhutla terparah di Meranti seluas 898,31 hektar, Bengkalis 357,5 hektar, Rokan Hilir 165,25 hektar, Dumai 140,5 hektar, Siak 131,5 hektar, Indragiri Hulu 128,5 hektar, Pekanbaru 44,6 hektar, Kampar 21,75 hektar, Pelalawan 86 hektar, Indragiri Hilir 31 hektar.

Gubri pada Selasa (24/7/18) kemarin juga menyempatkan diri melakukan pemantauan ke sejumlah titik bahkan hingga ke perbatasan Rokan Hilir dan Sumatera Utara yang sebelumnya terindikasi terjadi Karhutla.

Pemantauan dilakukan menggunakan helikopter bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger. Hasil pemantauan tersebut diantaranya akan dilaporkan kepada Kepala Staf Kepresidenan.

"Kita meninjau sampai ke perbatasan antara Rokan Hilir dan Sumatera Utara sana. Sudah banyak berhasil dipadamkan, titik apinya juga sudah tak terlihat. Ini diantaranya yang akan kita laporkan kepala Staf Kepresidenan," ujar Gubri.***/mc

 
Berita Terbaru >>
Sejoli Pemilik Satu Kilo Sabu dan Ribuan Ekstasi Ditangkap BNN di Rumbai Pekanbaru
Diusir Dari Kebun Warga di Inhu, Empat Gajah Liar Mulai Dekati Tesso Nilo
Pria Paro Baya Hilang di Sungai Lakar Siak yang Dihuni Buaya
Kerjasama Indonesia-Korea Sektor LHK akan Libatkan Universitas Lancang Kuning
Ini Dia Para Jawara LKJ PWI Riau-KLHK dengan Total Hadiah Rp115 Juta
Sedang Transaksi, Polisi Ciduk Dua Pria Pengedar 1 Kg Sabu di Dumai
Manfaat Dibalik Pahitnya Daun Pepaya
Shakira, Kecantikan dan Keindahan Tubuh yang Tak Lekang
Pedoman Sederhana Mengetahui Hadits Shahih
Presiden Serahkan Penjaringan Calon Pimpinan KPK Kepada Pansel
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com